Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 April 2023 | 05.01 WIB

Pameran Seni Rupa Di Sarinah Ditutup, PDIP: Tidak Bisa Hanya Commercial Base

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberi keterangan kepada wartawan di Gedung Sekolah Partai PDI Perjuangan, Jakarta Selatan, Kamis (2/3/2023). ANTARA/Putu Indah Savitri

JawaPos.com - Pegiat seni Goenawan Mohamad mengkritik dihentikannya pameran seni di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat. Menurutnya, kondisi ini terjadi karena aspek komersial.
 
"Ditutup! Tak akan ada lagi pameran seni rupa di Artine, di Gedung Sarinah, Jakarta. Pengelola Sarinah menhentikan kegiatan yg bermutu itu hanya bbrp bulan mereka undang para seniman berpameran. Pertimbangan komersial telah mencekik perkembangan kesenian," tulis Goenawan Mohamad dalam akun Twitter @gm_gm.
 
 
Menanggapi itu, Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, menyesalkannya. Menurutnya, penutupan pameran tersebut tidak sesuai dengan tujuan awal didirikannya Sarinah 
 
“Kami menyayangkan, dan kami menanggapi serius apa yang disampaikan Bapak Goenawan Mohamad tersebut. Karena Sarinah ini kan dimaksudkan sebagai simbol gerakan dari ekonomi berdikari,” kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (15/4).
 
 
Dia mengungkapkan, Sarinah sejak awal menampilkan produk-produk dari rakyat Indonesia, yang disimbolkan dengan rakyat Marhaen, rakyat wong cilik, yang ditopang oleh negara. Kemudian mampu berproduksi yang dilambangkan dengan toserba Sarinah.
 
“Bahkan dulu, Bung Karno merencanakan ketika Markas Besar PBB bisa dipindahkan di Indonesia, lokasinya di gedung Hyatt, dari gedung Hyatt itu ada jalan bawah bawah tanah, sehingga para diplomat kemudian bisa ke Sarinah sambil makan siang, makan malam, dan menikmati seluruh aneka produksi rakyat Indonesia dan kebudayaan Indonesia,” kata Hasto.
 
 
Sekretaris Jenderal Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara/SN) ini menegaskan, esensi kebudayaan Indonesia sangat penting ditampilkan di dalam Sarinah. 
 
“Karena itulah, pengelolaan Sarinah tidak bisa commercial base, tidak bisa. Karena itu cermin negara hadir untuk mendorong ekonomi rakyat,” jelas Hasto.
 
Pihaknya pun akan berkomunikasi dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk membicarakan masalah soal Sarinah tersebut. Sehingga diharapkan tidak hanya mengedepankan kepentingan komersil.
 
 
“Kami akan sampaikan kepada Pak Erick Thohir agar pengelolaan Sarinah tidak bisa commercial base, harus ada ruang kebudayaan dan juga ditampilkan sebagai capaian kebudayaan bangsa,” pungkas Hasto.
 
Sementara, dalam akun Instragram artina_sarinah, pada Jumat 14 April 2023, mengatakan pameran matrajiva ditutup sementara. “Tutup sementara. Dikarenakan sedang ada kendala teknis,” demikian dikutip melalui akun Instragram artina_sarinah.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore