Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Desember 2024 | 01.52 WIB

Tak Seharusnya Maafkan Koruptor yang Maling Uang Negara, ICW Minta Prabowo Dorong Percepat Pengesahan RUU Perampasan Aset

Presiden Prabowo mengikuti sesi foto bersama seluruh delegasi KTT D-8 di Ibu Kota baru Mesir atau New Adminstrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024). (Rusman ? Biro Pers Sekretariat Presiden) - Image

Presiden Prabowo mengikuti sesi foto bersama seluruh delegasi KTT D-8 di Ibu Kota baru Mesir atau New Adminstrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024). (Rusman ? Biro Pers Sekretariat Presiden)

JawaPos.com – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang akan memaafkan koruptor menyita perhatian publik. Pasalnya, Prabowo akan memberikan pengampunan bagi koruptor yang mengembalikan uang negara dari hasil korupsi.

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto menyatakan, daripada berwacana memberi maaf terhadap koruptor, Prabowo sebaiknya fokus mendorong pembahasan dan pengesahan RUU Perampasan Aset.

"Ketimbang berwacana untuk memaafkan koruptor, bagi ICW, Presiden Prabowo sebaiknya fokus untuk mendorong percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset. Sebagaimana telah tertuang dalam dokumen Astacita, terkait komitmen untuk memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi," kata Agus, Jumat (20/12).

Ia menegaskan, langkah konkret yang bisa dilakukan Prabowo adalah segera mengirimkan Surat Presiden (Surpres) untuk menjadikan RUU Perampasan Aset sebagai prioritas utama agar segera dibahas di DPR.

Sebab, RUU Perampasan Aset sangat penting untuk memulihkan keuangan negara yang dikorupsi. "Selain itu, ketika RUU ini disahkan, juga dapat memulihkan aset negara untuk kemudian dimanfaatkan dalam mendukung percepatan sejumlah program prioritas pemerintah," tegas Agus.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengklaim akan tegas menegakkan hukum terhadap pelaku korupsi. Prabowo menyatakan memberikan kesempatan kepada para koruptor untuk bertaubat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara pertemuan dengan para mahasiswa Indonesia di Al-Azhar Kairo, Mesir, Rabu (18/12).

"Saya dalam minggu-minggu ini, bulan-bulan ini, saya dalam rangka memberi apa istilahnya tuh memberi voor apa itu, memberi kesempatan, memberi kesempatan untuk taubat," kata Prabowo.

Prabowo mengingatkan kepada para koruptor untuk segera mengembalikan uang rakyat yang dicuri. Ia menyabut, apabila dikembalikan, ada kemungkinan pemerintah akan memaafkan.

"Hai para koruptor atau yang merasa pernah mencuri dari rakyat, kalau kau kembalikan yang kau curi, ya mungkin kita maafkan, tapi kembalikan dong," ujar Prabowo.

Kepala Negara memastikan akan memberikan kesempatan kepada koruptor untuk mengembalikan uang korupsi. Bahkan, koruptor bisa mengembalikan uang korupsi secara diam-diam.

"Nanti kita beri kesempatan cara mengembalikannya, bisa diam-diam supaya nggak ketahuan, mengembalikan lho ya, tapi kembalikan," tegas Prabowo.

Prabowo melanjutkan, meski dirinya baru menjabat dua bulan, namun sejauh ini puluhan koruptor yang merugikan uang negara hingga triliunan rupiah berhasil ditangkap. Ia pun berkeyakinan jika jalan yang ditempuhnya sudah berada di jalur yang tepat.

“Saya merasa bahwa kalau sudah dipilih oleh rakyat, sudah disumpah demi Yang Maha Kuasa, tidak perlu ragu-ragu kita setia kepada rakyat dan Yang Maha Kuasa,” pungkas Prabowo.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore