Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Desember 2024 | 19.37 WIB

Prabowo Dorong Gubernur Dipilih DPRD, PDIP DKI Jakarta: Ini Langkah Mundur bagi Demokrasi

Warga mengikuti simulasi pemungutan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta 2024 di SMPN 250 Jakarta, Sabtu (16/11/2024). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Warga mengikuti simulasi pemungutan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta 2024 di SMPN 250 Jakarta, Sabtu (16/11/2024). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto kembali menggaungkan wacana pemilihan Gubernur dilakukan secara tidak langsung alias dengan dipilih oleh DPRD. Menanggappi wacana itu, Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menyatakan penolakannya terhadap usulan Prabowo. 

"Kita tak setuju dengan usulan pilkada menjadi tak langsung," ujar Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Dwi Rio Sambodo kepada wartawan, Selasa (17/12/2024).

Rio menegaskan, sangat wajar jika wacana Prabowo mengubah Pilkada dari langsung menjadi tidak langsung mendapat penolakan dari masyarakat. Sebab, hal itu akan membuat kemunduran dalam demokrasi Indonesia. 

Apalagi, kata Rio, jika wacana itu tidak diikuti dengan penyempurnaan Sistem Politik Indonesia yang saat ini cenderung liberal. Masyarakat pun hanya dijadikan objek mobilisasi politis.

"Sistem politik Indonesia sekarang ini yang cenderung liberal dan kapitalistik-pragmatis, sehingga menyebabkan rakyat hanya menjadi obyek mobilisasi politis menegasikan pendidikan politik rakyat," terangnya. 

Wacana mengembalikan pemilihan kepala daerah ke DPRD semakin santer usai Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataannya dalam perayaan HUT Ke-60 Partai Golkar pada Kamis (12/12) malam.

Dalam acara yang dihadiri mayoritas ketua umum partai politik (parpol) tersebut, Prabowo mengungkapkan tingginya biaya politik di Indonesia. Namun, biaya itu bisa ditekan dengan pemilihan kepala daerah, khususnya gubernur, oleh DPRD.

”Saya lihat negara-negara tetangga kita efisien. (Seperti) Malaysia, Singapura, India. Sekali milih anggota DPRD, ya sudah DPRD itulah yang milih gubernur, milih bupati,” ujarnya.

Prabowo mengajak semua pihak tidak malu-malu mengakui bahwa sistem politik RI terlalu mahal. Dia pun menyinggung para pemenang pilkada yang tampak lesu kendati mereka menang. ”Yang menang lesu, apalagi yang kalah. Kita harus berani mengoreksi diri,” ucap Prabowo.

”Berapa puluh triliun rupiah habis dalam 1–2 hari, dari negara maupun dari tokoh-tokoh politik masing-masing,” imbuh Prabowo.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore