Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 November 2024 | 22.34 WIB

Komentari Pertemuan Ridwan Kamil dengan Jokowi, Sekjen PDIP: Menunjukkan Mentalitas Kalah

Ridwan Kamil bertemu dengan Jokowi di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (1/11/2024). ANTARA/Aris Wasita - Image

Ridwan Kamil bertemu dengan Jokowi di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (1/11/2024). ANTARA/Aris Wasita

 
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengomentari pertemuan calon gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, pada Jumat (1/11). Menurutnya, pertemuan itu digelar di tengah turunnya elektabilitas Ridwan Kamil pada Pilkada Jakarta 2024.
 
"Di tengah-tengah hasil survei yang menunjukan pasangan RK Itu mengalami penurunan secara drastis, menunjukkan ketidakpercayaan publik yang makin besar, kemudian Pak RK datang ke Pak Jokowi, itu menunjukkan mentalitas kalah," kata Hasto di QBIG BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (3/11).
 
Hasto menjelaskan, langkah Ridwan Kamil bertemu Jokowi dinilai untuk meminta restu dan pertolongan agar mantan Gubernur Jawa Barat itu menang dalam Pilkada Jakarta 2024. Ia menyebut, langkah meminta restu dan pertolongan pada kontestasi politik seperti mengembalikan Indonesia ke budaya Orde Baru.
 
 
Hasto menekankan, anak muda sebenarnya tidak suka langkah meminta pertolongan dan restu dalam kontestasi politik. Para generasi Z lebih suka kandidat menawarkan gagasan dan mempertontonkan prestasi.
 
"Budaya restu-restuan itu adalah budaya lama, budaya orde baru. Berbeda dengan budaya anak muda, generasi milenial, gen Z ya mengedepankan prestasi, itu bedanya. Harus turun ke bawah, dengan menampilkan gagasan yang baik, sehingga ketika RK datang ke Pak Jokowi itu menunjukkan sekali lagi mentalitet kalah, mentalitet bukan pejuang," ucap Hasto.
 
Hasto menyebut, langkah Ridwan Kamil meminta pertolongan untuk menang Pilkada Jakarta 2024 tidak dilakukan kandidat yang diusung PDIP, yakni Pramono Anung dan Rano Karno alias Doel.
 
"Maka dari itu, kami makin meyakini Pak Pramono Anung dan Rano Karno akan memenangkan Pilkada Jakarta, karena terus turun ke bawah dan menyapa rakyat dengan gagasan gagasan yang membangun Jakarta sebagai global city," tegasnya.
 
Hasto menilai, menurunnya elektabilitas Ridwan Kamil terjadi setelah pasangannya, yakni calon wakil gubernu (Cawagub) Jakarta, Suswono membuat pernyataan tentang janda kaya menikahi pria muda pengangguran.
 
"Suatu kekhawatiran, kekhawatiran yang sangat dari RK, karena surveinya menurun dan kemudian ada persoalan terkait dengan wakilnya, yang banyak mengatakan itu suatu bentuk pelecehan agama, dan kemudian datang minta restu, sekali lagi itu menunjukkan mentalitas kalah. Oleh karena itu, mari kita semua bergerak serentak karena budaya restu restuan itu budaya masa lalu, budaya feudal yang harus kita tinggalkan," ujar Hasto.
 
Lebih lanjut, Hasto menegaskan langkah Ridwan Kamil meminta pertolongan Jokowi sudah tak berlaku. Karena Presiden Prabowo Subianto sudah menekankan pentingnya aparat netral pada Pilkada Serentak 2024.
 
"Cawe-cawe Jokowi sudah enggak bisa lagi, meskipun kita lihat ada berbagai elemen-elemen aparatur negara yang masih mencoba dikerahkan. Oleh karena itu, jangan takut terhadap intervensi dari aparat negara, karena Presiden Prabowo sudah mengatakan komitmennya untuk netral," pungkas Hasto.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore