Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Agustus 2024 | 15.49 WIB

Banjir Bandang Ternate Tewaskan Belasan Orang, DPR Minta Pencarian Korban Dimaksimalkan

Petugas tim petugas SAR gabungan melakukan proses pencarian dan evakuasi warga korban banjir bandang di Kecamatan Rua, Ternate, Maluku Utara, Minggu (25/8/2024). (ANTARA) - Image

Petugas tim petugas SAR gabungan melakukan proses pencarian dan evakuasi warga korban banjir bandang di Kecamatan Rua, Ternate, Maluku Utara, Minggu (25/8/2024). (ANTARA)

 
JawaPos.com - Banjir bandang yang melanda permukiman penduduk di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, menewaskan belasan warga. Komisi V DPR RI minta Pemerintah melakukan relokasi permukiman warga dari wilayah yang menjadi lokasi banjir.
 
Banjir bandang dan longsor melanda Kelurahan Rua, Ternate, pada Minggu (25/8) dini hari. Akibat bencana hidrometeorologi itu, sebanyak 18 warga dilaporkan meninggal dunia dan satu orang masih dinyatakan hilang.
 
“Dukacita mendalam dan keprihatinan kami ucapkan atas bencana alam di Ternate, khususnya bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan,” kata Anggota Komisi V DPR RI Irine Yusiana Roba Putri kepada wartawan, Kamis (29/8).
 
 
Irene meminta agar pencarian korban terus dilakukan dengan maksimal, di mana BNPB telah mengerahkan 10 alat berat atau ekskavator untuk mencari korban hilang sekaligus membersihkan material yang terbawa banjir.
 
"Pencarian korban dan perbaikan akses perlu dilakukan dengan cepat. Semoga semua dapat diatasi dengan baik," tuturnya.
 
Irene juga telah meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang di Ternate yang merupakan dapilnya, pada Selasa (27/8) kemarin, bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Pemda untuk mengecek kondisi korban. 
 
“Pak Wali akan mengkoordinasi supaya gerak kita cepat agar masyarakat dapat dibantu dengan segera. Pada prinsipnya tujuan kita bersama di sini adalah membantu masyarakat,” ujar Irine.
 
Tak hanya meninjau lokasi, Irine juga mendatangi tempat pengungsian warga yang menjadi korban banjir. Selain mengecek fasilitas lokasi pengungsian dan ketersediaan logistik dan bantuan pangan dari Kementerian Sosial (Kemensos), ia pun berbincang dengan para korban untuk mengecek apa saja kebutuhan mereka.
 
 
Irine juga mendorong agar bantuan penyediaan rumah bagi korban yang tempat tinggalnya hancur karena banjir dan longsor bisa segera direalisasikan oleh Pemerintah.
 
“Penanganan saat ini maupun yang akan datang adalah supaya warga terdampak bisa mendapat bantuan rumah. Saya sudah bahas dengan teman-teman dari PUPR dan Pemkot agar secepatnya menangani warga terdampak,” jelas Irine.
 
Lebih lanjut, perempuan yang bertugas di komisi infrastruktur DPR itu mendorong agar dilakukan relokasi pemukiman warga.  Irine mengatakan, pihaknya telah membahas dengan BWS terkait relokasi pemukiman penduduk pada area yang menjadi aliran banjir bandang.
 
“Agar area tersebut dinormalisasi, jadi permukinan warga direlokasi di tempat yang aman. Di lokasi dekat danau tidak lagi dijadikan permukiman penduduk supaya ke depan tidak ada kejadian semacam ini lagi,” terangnya.
 
Irine menyebut relokasi permukiman warga sudah menjadi keharusan. Tak hanya itu, Komisi V DPR juga mendorong segera dilakukannya perbaikan infrastruktur aliran sungai.
 
 
“Saya juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Balai Perumahan untuk bagaimana prosesnya, termasuk penyiapan lahan untuk rumah baru bagi masyarakat terdampak sehingga nanti kita ajukan ke Kementerian PUPR,” tegas Irine.
 
Sebagaimana diketahui, Pemkot Ternate telah menetapkan tanggap darurat banjir dan longsor selama 14 hari, terhitung sejak 25 Agustus sampai dengan 7 September 2024 menyusul bencana alam ini. Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate sendiri secara geologi dan hidrometeorologi masuk ke dalam kawasan rawan bencana, karena berada di kawasan Gunung Api Gamalama.
 
Kondisi tersebut dapat mengakibatkan kestabilan slop atau ada sumbatan-sumbatan di hulu-hulu sungai yang menjadi penyebab utama banjir bandang. Ditambah intensitas curah hujan dalam waktu lama yang airnya tidak diserap secara maksimal sehingga air meluap dan melimpah ke pemukiman di kawasan tersebut.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore