Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Agustus 2024 | 15.44 WIB

Perselingkuhan dan Perzinahan Makin Marak, Kiamat Semakin Dekat?

Laki-laki selingkuh di tempat kerja menurut Psikologi./Pixabay/Tumisu - Image

Laki-laki selingkuh di tempat kerja menurut Psikologi./Pixabay/Tumisu

JawaPos.com - Kasus perselingkuhan makin marak terjadi dan kerap kali menjadi perbincangan di tengah masyarakat belakangan ini. Hampir setiap hari ada kabar soal kasus perselingkuhan dan perzinahan di media sosial atau media arus utama. 

Tidak hanya itu, orang begitu mudah menceritakan perselingkuhan yang dialami sendiri atau orang lain.

Dalam Islam perselingkuhan adalah perbuatan terlarang dan haram. Perbuatan itu tergolong zina dan hukumnya haram.

Bahkan zina dan perselingkuhan ini sangat terlarang. Bahkan perselingkuhan itu pintu masuk dari perceraian bagi pasangan suami istri. Dan bahkan perceraian itu dimintai untuk dijauhi, sebagaimana Rasulullah SAW berpesan agar pasangan suami istri menjauhi perceraian.

Tak hanya sebagai suatu kesalahan dan bentuk pengkhianatan dalam sebuah hubungan, perselingkuhan juga dapat termasuk ke dalam tindak pelanggaran hukum.

 Selain itu, muncul juga anggapan jika perselingkuhan dan pezinahan adalah salah satu pertanda terjadinya kiamat. Benarkah demikian? 

Islam sangat mengutuk perbuatan selingkuh. Perbuatan itu adalah kategori dosa besar. Hal ini karena dengan berselingkuh bisa mengantarkan seseorang pada perbuatan zina. Bahkan dalam Al-Quran pun telah dijelaskan agar tidak mendekati perbuatan zina sebagaimana tercantum dalam surah Al-Isra ayat 32: 

وَلَا تَقۡرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً  ؕ وَسَآءَ سَبِيۡلًا

Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk." 

Selain itu, Rasulullah saw pun juga telah memerintahkan kepada umatnya agar selalu menjaga kehormatan diri. Salah satunya agar tidak bersama dengan orang yang bukan mahramnya, apalagi hanya berduaan saja. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut: 

"Tidak boleh seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali ditemani mahramnya." (HR. Bukhari dan Muslim) 

Perselingkuhan yang terjadi tidak hanya mendatangkan aib bagi keluarga yang bersangkutan, tetapi juga berbagai dampak negatif lain. Misalnya pertengkaran, perceraian, anak-anak dari orang tua yang melakukan perselingkuhan mendapatkan ejekan, hingga pembunuhan. 

Sehingga, penting sekali untuk menjaga kesetiaan, kasih sayang, komunikasi, serta hubungan yang baik dalam kehidupan berumah tangga. Jangan sampai, pihak suami maupun istri mencari kepuasan di luar pasangannya demi memuaskan nafsu yang justru menghadirkan dosa serta dampak negatif lainnya yang lebih besar. 

Benarkah pertanda kiamat?

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore