Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Juli 2024 | 21.25 WIB

Pupuk Indonesia Tetap Lakukan Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Ilustrasi pupuk bersubsidi. (dok. Pupuk Indonesia) - Image

Ilustrasi pupuk bersubsidi. (dok. Pupuk Indonesia)

JawaPos.com–Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menegaskan, Pupuk Indonesia akan terus menyalurkan pupuk bersubsidi. Itu sebagai komitmen perusahaan untuk melindungi petani dalam menjalani musim tanam walaupun kontrak pertama senilai Rp 26,7 triliun akan habis di Juli.

Rahmad menjelaskan, proses administratif penambahan anggaran yang masih berjalan membuat Kementerian Pertanian (Kementan) belum bisa merampungkan finalisasi kontrak subsidi pupuk dengan Pupuk Indonesia. Kontrak penyaluran alokasi subsidi pertama dengan volume 4,7 juta ton akan selesai pada Juli.

Berdasar Kepmentan Nomor 249 Tahun 2024, telah meningkatkan alokasi subsidi pupuk dari 4,7 ton menjadi 9,55 juta ton atau senilai Rp 54 triliun untuk tahun ini. Langkah itu untuk memastikan bahwa kebutuhan pupuk subsidi bagi para petani terpenuhi dan produktivitas pertanian dapat terus meningkat. Rahmad mengapresiasi upaya Menteri Pertanian yang langsung bergerak cepat dalam mengatasi kendala ini.

”Menteri Pertanian all out. Pada hari yang sama saya laporkan, langsung menelepon Presiden (Joko Widodo) dan Menteri Keuangan dan sudah disepakati. Dari kesepakatan-kesepakatan tingkat menteri itu kemudian kami juga sudah diinstruksikan untuk tidak berhenti menyalurkan pupuk subsidi,” jelas Rahmad Pribadi.

Pupuk Indonesia bersama Kementan dan pemerintah berkomitmen agar penyaluran pupuk terus berjalan mengikuti Permentan.

”Penyaluran pupuk bersubsidi akan tetap berjalan meskipun kontrak pertama senilai Rp 26,7 triliun telah habis pada Juli. Ini adalah bagian dari komitmen bersama antara Pupuk Indonesia dan pemerintah untuk melindungi petani dalam menjalani masa tanam tahun ini,” ujar Rahmad.

Dengan komitmen itu, diharapkan distribusi pupuk subsidi dapat berjalan baik dan tepat waktu. Sehingga, produktivitas pertanian nasional tetap terjaga.

”Pemerintah dan Pupuk Indonesia terus berupaya untuk menyederhanakan birokrasi dan meningkatkan efisiensi penyaluran pupuk subsidi guna mendukung ketahanan pangan nasional,” papar Rahmad Pribadi.

Hingga 12 Juli, lanjut dia, Pupuk Indonesia telah menyalurkan 3,41 juta ton pupuk subsidi. Saat ini, masih terdapat stok pupuk urea dan NPK sebesar 1,7 juta ton yang siap disalurkan.

”Bukan alokasi 9,55 juta ton yang habis, tapi kontrak yang berdasar alokasi pertama, itu yang volumenya sudah habis. Kami harus mendorong produktivitas pertanian. Karena itu,  kami akan terus menyalurkan pupuk subsidi sesuai arahan pemerintah untuk melindungi petani,” ucap Rahmad Pribadi.

Sementara itu, Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat Otong Wiranta menyampaikan, sosialisasi memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan pupuk bersubsidi. Saat ini masih terdapat masalah-masalah penyaluran atau distribusi pupuk bersubsidi.

”Sosialisasi ini sangat penting untuk digencarkan kembali karena sampai saat ini masih banyak petani yang belum paham tata cara mendaftar sampai menebus pupuk subsidi. Sebanyak 1 juta petani di wilayah Jawa Barat belum datang melakukan transaksi penebusan pupuk subsidi,” terang Otong Wiranta.

Selain itu, dia menambahkan, regenerasi dan kualitas SDM petani perlu perhatian khusus. Lebih dari 65 persen petani di Jawa Barat merupakan lansia dan 37 persen dari total petani tingkat pendidikannya di bawah SD.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore