
Fachrudin selaku Ketua Kelompok Tani Hujung di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. (Istimewa)
JawaPos.com - Kenaikan harga gabah membawa nilai positif untuk kelompok petani. Sebab, kesejahteraan para petani ini mengalami peningkatan.
Fachrudin selaku Ketua Kelompok Tani Hujung di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mengaku sudah merasakan langsung manfaat harga gabah. Pendapatannya otomatis mengalami kenaikan.
"Kalau di sini harga gabah basah sehabis di-combine sekitar Rp 660.000- 680.000 per kwintal. Kalau gabah kering bisa Rp 700.000 sampai Rp 800.000 per kwintal," kata dia, Selasa (28/4).
Ia mengaku harga gabah di era Presiden Prabowo Subianto lebih tinggi dibanding sebelumnya. Terlebih pada musim penghujan.
"Sebelum Prabowo (harga gabah) di bawah Rp 650.000/kwintal, dapat Rp 500.000 itu sudah paling bagus. Saya aja kalau musim penghujan paling tinggi Rp 470.000-480.000 per kwintal," imbuhnya.
Selain kenaikan harga gabah, petani mengaku lebih mudah mendapat pupuk subsidi. Petani tidak perlu mengantre panjang untuk mendapatkannya. Harganya pun relatif lebih murah.
"Lebih lancar, harga lebih murah, dan nggak ribet sekarang. Dulu sampai antre dan bikin surat-surat, sekarang mah lebih enteng," jelasnya.
Menurutnya, dengan fasilitasi pupuk subsidi yang lancar seperti itu produksi padi miliknya stabil dan tanpa kendala. Bahkan, kini ada peningkatan pendapatan.
"Produksi padi hampir sama, stabil, dan rata, Pak. Tapi kalau penghasilan dari segi uang lebih banyak sekarang, karena ada peningkatan harga (gabah)," pungkas Fachrudin.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
