Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juli 2024 | 15.02 WIB

Hari Terakhir Pendaftaran Capim dan Dewas KPK, Pansel Dituntut Pilih yang Berintegritas

Logo KPK. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Masa pendaftaran Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas (Capim-Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berakhir pada hari ini, Senin (15/7). Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo meminta panitia seleksi (pansel) dapat memilih Capim dan Dewas KPK yang berintegritas.

Berdasarkan data panitia seleksi, pada Minggu (14/7), sebanyak 281 orang telah mendaftar untuk mengukuti seleksi Capim dan Dewas KPK. Adapun, rinciannya 160 daftar Capim dan 121 daftar Calon Dewas KPK.
 
"Karena sudah ada lebih dari seratus orang yang mendaftar, itu sudah cukup melakukan seleksi, sehingga tidak perlu ada perpanjangan pendaftaran. Namun pansel fokus saja dengan jadwal seleksi yang telah mereka buat agar memilih 10 orang capim yang berintegritas dan rekam jejak baik," kata Yudi kepada wartawan.
 
 
Mantan Ketua Wadah Pegawai KPK ini menyebut, seleksi administrasi terhadap Capim dan Dewas KPK penting untuk melihat sejauh mana indepedensi dan kinerja pansel dalam menyaring calon-calon yang berintegritas. Serta tidak meloloskan mereka yang bermasalah dari sisi etik ataupun lainnya.
 
Yudi mengingatkan, pansel tidak meniru kesalahan proses seleksi Capim KPK 2019 lalu, yang menghasilkan Pimpinan KPK tidak berintegritas. 
 
"Sehingga ketika nanti pengumuman siapa saja capim dan dewas KPK yang lolos seleksi administrasi, maka diharapkan tidak ada nama orang orang yang bermasalah dan ditolak publik," tegas Yudi.
 
 
Ia mewanti-wanti, agar Pansel Capim dan Dewas KPK dapat melihat secara rinci rekam jejak para pendaftar pada proses administrasi. Sehingga tidak meloloskan pihak-pihak yang bermasalah.
 
"Alasan apapun meloloskan Capim bermasalah tidak akan diterima oleh logika publik," ujar Yudi.
 
Eks penyidik yang telah menangani banyak kasus rasuah besar seperti Bank Century dan proyek e-KTP ini menaruh harapan besar kepada pansel. Ia mengharapkan Pimlinan KPK ke depan merupakan orang-orang yang mempunyai semangat kerja-kerja pemberantasan korupsi.
 
"Pimpinan KPK 2024-2029 merupakan harapan masyarakat untuk memperbaiki KPK dari sisi internal, kinerja dan juga memulihkan kepercayaan masyarakat. Sehingga tidak mungkin bisa dilakukan oleh orang-orang yang bermasalah," pungkas Yudi.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore