Logo JawaPos

Bantuan Korban Konflik di Gaza, NU-Muhammadiyah Terbuka untuk Anak-Anak Palestina

ABDUL MU’TI - Image

ABDUL MU’TI

JawaPos.com – Pemerintah Indonesia menawarkan berbagai bantuan konkret untuk rakyat Palestina. Yang paling anyar, tawaran agar anak-anak Palestina bersekolah atau mondok di Indonesia.

”Masih dalam tahap koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” kata Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha kemarin (16/6). Kemenhan terus berkoordinasi dalam menyiapkan bantuan untuk korban terdampak konflik di Gaza secara optimal.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Indonesia menyiapkan beberapa opsi untuk membantu korban konflik di Gaza. Mulai bantuan personel TNI, logistik dan obat-obatan, renovasi fasilitas kesehatan, hingga evakuasi korban dari Gaza ke Indonesia. ”Yang saya lakukan sekarang adalah menyiapkan pasukan,” ungkap Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Selain pasukan, TNI menyiapkan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Meski masih menunggu keputusan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pihaknya telah memeriksa personel dan alat-alat yang bakal dikirim ke Gaza. Begitu juga alutsista pendukung seperti kapal bantu rumah sakit milik TNI-AL dan pesawat angkut serta helikopter dari TNI-AU.

Khusus pesawat angkut TNI, pihaknya sengaja menyiapkan beberapa pesawat lantaran ada opsi mengevakuasi korban dari Gaza ke Indonesia. Secara keseluruhan, pesawat-pesawat itu bisa membawa seribu orang.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi menyambut baik rencana evakuasi warga Palestina ke Indonesia. Termasuk usulan menyekolahkan anak-anak Palestina di pesantren-pesantren. Dia menilai rencana tersebut sebagai usulan mulia agar anak-anak itu bisa mendapatkan pendidikan, perhatian, dan perlindungan yang layak setelah trauma perang.

”Ini adalah bentuk konkret kepedulian dan dukungan pemerintah Indonesia untuk kemerdekaan bangsa Palestina. Semoga bisa diikuti seluruh negara di dunia Islam lainnya,” tutur dia.

Pj Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz menyatakan, ponpes di Jatim siap memberikan ruang pendidikan dan perlindungan untuk anak-anak korban perang di Gaza. Meski hingga kini belum ada informasi resmi perihal bantuan pendidikan itu. ”Nanti kami akan bahas. Apalagi, jumlah ponpes di Jatim ini kan banyak. Cukup kalau anak-anak itu ditempatkan di sini,” ucapnya kepada Jawa Pos kemarin.

Termasuk juga akan dibahas sistem pendidikan yang diterapkan. Mahfudz yakin anak-anak Palestina akan mudah beradaptasi. Masalah bahasa dinilai bukan kendala serius. Apalagi, sudah banyak ponpes di Jatim yang menerapkan bilingual dalam kesehariannya.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti juga mendukung langkah pemerintah membantu anak-anak Palestina yang menjadi korban perang. Termasuk memberikan pendidikan dan penghidupan yang lebih baik di Indonesia. ”Yang perlu dipikirkan adalah format pendidikannya seperti apa,” tuturnya.

Mu’ti mengusulkan seperti program bagi anak di Afghanistan. Selain itu, Muhammadiyah memiliki pengalaman mendirikan sekolah khusus anak Palestina di Beirut. ”Pada intinya, Muhammadiyah siap menampung dan memberi pendidikan anak Palestina di sekolah dan pesantren Muhammadiyah,” tegas dia. (lyn/mia/syn/gal/c9/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore