Striker Inter Milan Romelu Lukaku melakukan selebrasi di hadapan tribun pendukung Juventus di Allianz Stadium (5/4).
JawaPos.com – Semifinal Coppa Italia musim ini yang menyajikan Derby d’Italia memang sepantasnya terjadi di final. Buktinya, first leg di Allianz Stadium, Turin, berakhir dengan tiga kartu merah.
Dua untuk pemain Inter Milan dan satu untuk pemain Juventus. Semua terjadi menjelang bubaran dalam laga yang berkesudahan sama kuat 1-1 tersebut.
Striker Inter Romelu Lukaku menjadi yang pertama terusir. Berawal dari keberhasilannya mengeksekusi hadiah penalti (90+5’), Lukaku melakukan selebrasi yang dianggap mengandung provokasi karena dilakukan di depan tribun pendukung Juve.
Mantan striker Manchester United itu menempatkan tangan kanannya dengan gestur hormat, tetapi telunjuk kiri berada di bibir seolah menyuruh diam.
Big Rom –julukan Lukaku– sepertinya ingin membungkam Juventini yang mencemoohnya sepanjang laga. Bahkan, ada indikasi rasialis saat Lukaku akan mengeksekusi penalti.
Selebrasi Lukaku pun dihadiahi wasit Davide Massa dengan kartu kuning. Kartu kuning kedua bagi striker 29 tahun tersebut.
Diusirnya Lukaku membuat pemain Inter protes. Keributan melibatkan winger Juve Juan Cuadrado dan kiper Inter Samir Handanovic yang kemudian menyusul diusir oleh Massa.
”Selebrasi Lukaku disalahartikan. Padahal, dia selalu seperti itu. Untuk teriakan rasialis, jelas kami mendengarnya,’’ keluh allenatore Inter Simone Inzaghi kepada La Gazzetta dello Sport.
Meski mampu menahan seri Juve, Simo –sapaan akrab Simone Inzaghi– merasa timnya rugi dengan kartu merah Lukaku plus Handanovic. Dua pemain itu dipastikan absen pada second leg di Stadio Giuseppe Meazza, Milan (27/4).
Di akun Instagram pribadi, Lukaku menumpahkan kekecewaannya. Khususnya terkait perilaku rasis yang diterimanya.
”Saya mengalaminya pada 2019 dan terulang di 2023. Saya harap otoritas liga mengambil langkah kali ini,” ucapnya. Bomber Paris Saint-Germain Kylian Mbappe me-retweet dan mendukung unggahan Lukaku.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
