
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang didampingi anggotanya di wilayah Kecamatan Cempaka Putih melakukan setting packing logistik pemilihan umum (Pemilu) 2024 di GOR Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (6/2/2024).
JawaPos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) merespons peringatan yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memperkirakan hujan jelang pemungutan suara. KPU menginstruksikan pendirian TPS (tempat pemungutan suara) dengan memperhatikan faktor cuaca.
Komisioner KPU RI Idham Holik mengatakan, pihaknya akan mengambil kebijakan mitigatif untuk menghindari persoalan teknis. Dari sisi pendirian TPS, KPU telah mengeluarkan surat keputusan menyangkut pedoman teknisnya.
Salah satu kriterianya adalah bebas potensi genangan air atau banjir. Pada H-5 kemarin, pihaknya meminta panitia pemungutan suara (PPS) desa/kelurahan melakukan rapat koordinasi dengan KPPS. ’’Untuk memastikan lokasi TPS dalam kondisi aman,’’ ujarnya.
Selain itu, perlu langkah mitigasi jika terjadi kondisi ekstrem seperti hujan amat lebat. ’’Misalnya dipindah ke dalam gedung, dipindah ke tempat yang terbebas dari hujan,’’ imbuhnya.
Kemudian, dari sisi logistik, Idham menyebut telah menyiapkan pengamanan dari faktor alam. Selain berada di dalam karton yang berlapis dupleks, semua logistik akan dilapisi lagi dengan plastik. Jadi, ketika ada cairan atau air hujan, logistik terproteksi dengan baik.
Sementara itu, KPU RI telah menelusuri kasus tercoblosnya surat suara di Malaysia. Hasil pengecekan sementara, indikasi pencoblosan yang tidak sesuai aturan terjadi di wilayah Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur. Idham mengatakan, jumlah surat suara yang dicoblos tidak sesuai prosedur cukup banyak. ’’Informasinya, ada 1.972 surat suara yang dicoblos oleh orang tidak berwenang,’’ ucapnya.
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan sejumlah surat suara dicoblos pasangan calon nomor urut 3 Ganjar-Mahfud. Pencoblosan dilakukan terhadap surat suara yang menggunakan pemilihan via pos.
Terkait ribuan surat suara yang tercoblos itu, Idham belum bisa memutuskan. Apakah akan dianggap surat suara rusak atau bagaimana. Keputusan baru diambil setelah penelusuran tuntas. ’’Kita tunggu hasil investigasi ya, Mas,’’ imbuhnya.
Selain tim KPU, penelusuran juga dilakukan oleh pengawas pemilu Kuala Lumpur. Sekretaris Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran Nusron Wahid mendesak agar kasus itu dituntaskan. Sebab, kasus di Malaysia selalu terulang dari pemilu ke pemilu.
Berkaca dari pengalaman, Nusron menduga kasus itu melibatkan oknum KBRI. Sebab, KBRI yang berkaitan langsung dengan proses distribusi pos. ’’Saya jelek-jelek gini mantan kepala BNP2TKI, ngerti seluk-beluk. Tidak mungkin terjadi kalau tidak melibatkan oknum-oknum KBRI,’’ ujarnya. (far/c18/ttg)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
