JawaPos.com - Momen libur panjang minggu ini membuat pengunjung di Bandara Dhoho Kediri membeludak hingga membuat stan UMKM yang menjual makanan dan minuman di sana laris terjual.
Para pengunjung memilih untuk menikmati berbagai sajian yang dijual di stan UMKM setelah puas berfoto-foto di berbagai sudut yang ada di terminal umum Bandara Dhoho Kediri.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri Mamiek Amiyati mengatakan bahwa stan UMKM tersebut baru beroperasi kemarin.
Di mana tiga stan yang terletak di sisi timur terminal itu lah yang diserbu oleh pengunjung.
"Ini (kemarin, Red) adalah hari pertama beroperasinya stan UMKM di bandara," kata Mamiek seperti dikutip dari Radar Kediri (Jawa Pos Group), pada Jumat (9/2).
Seperti diketahui bahwa di sana ada total tiga stan yang berdampingan. Stan paling utara menjual craft atau kerajinan tangan.
Kemudian bagian tengah menjual makanan dan minuman (mamin). Sedangkan di sisi selatan ada produk olahan kopi.
Mamiek mengaku bahwa pembukaan stan UMKM tersebut molor dari jadwal yang ditentukan, yakni seharusnya buka mulai 1 Februari lalu.
Tapi karena adanya beberapa kendala, stan UMKM akhirnya baru bisa buka kemarin.
"Yang menentukan kapan akan dibuka itu PT Angkasa Pura I," lanjut Mamiek.
Sedangkan untuk produk, Mamiek menyebutkan bahwa ada banyak yang dijual. Dari mamin saja total ada 70 produk yang semuanya berasal dari UMKM Kabupaten Kediri.
Selain itu juga ada sepuluh jenis produk olahan kopi yang di jual di sana, di mana semua produk tersebut merupakan produk UMKM lokal.
Sedangkan untuk craft sendiri berasal dari berbagai daerah Mataraman. Ada 50 jenis produk craft dari Kabupaten Kediri, sisanya 12 produk berasal dari berbagai daerah selatan Jawa Timur.
"Sebelum dijual, produk tersebut sudah kami kurasi terlebih dahulu," jelasnya.
Kedepannya, Mamiek mengatakan bahwa bisa saja produk yang dijual di bandara berubah. Di mana dalam beberapa bulan ke depan dinas kopusmik akan melakukan evaluasi.
Produk yang tidak laku dijual atau yang peminatnya kurang akan ditarik dari stan UMKM bandara dan digantikan oleh sejumlah produk yang saat ini sudah ada di daftar tunggu.
Dia juga menegaskan bahwa evaluasi tersebut dilakukan agar ada persaingan antar-produk. Pengunjung juga bisa memilih produk yang bervariasi saat ingin berbelanja ke stan-stan tersebut.
Meskipun stan UMKM sudah beroperasi kemarin, taksi bandara yang seharusnya juga sudah beroperasi ternyata masih belum kunjung membuka trayek di sana.
Terkait hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri Yudha Nur Ari mengatakan bahwa operasional taksi Bandara Dhoho Kediri memang tertunda.
"Sampai saat ini (8/2) belum ada kabar terkait beroperasinya taksi bandara," ujarnya.
Sembari menunggu jadwal operasional taksi bandara, Yudha Bluebird Grup mengaku terus mengurus izin operasinya.
Mulai dari menyiapkan kendaraan dengan plat lokal, membangun kantor fisik di Kabupaten Kediri, hingga merekrut sopir asli warga Kabupaten Kediri.
"Saat ini mereka (Bluebird grup, Red) juga masih terus melengkapi izin," tandasnya.