
Sertifikasi Halal menjadi persoalan penting bagi pelaku UMKM/ sumber: JAWAPOS.COM
JawaPos.com - Sertifikasi halal pelaku usaha makanan dan minuman menjadi atensi pemerintah. Catatan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), saat ini ada lebih dari 6 juta pelaku usaha makanan dan minuman di Indonesia. Namun baru 1 juta diantaranya yang sudah mengantongi sertifikat halal.
Karena itu, pemerintah terus mendorong sertifikasi halal untuk setiap pelaku usaha makanan dan minuman. Salah satu cara yang ditempuh adalah memastikan kemudahan regulasi agar para pelaku usaha makanan dan minuman mengurus sertifikasi halal tersebut.
”Pelaku usaha makanan dan minuman di Indonesia berjumlah sekitar 6,11 juta orang. Sementara itu yang sudah pegang sertifikat halal baru sekitar 1,57 juta orang,” ungkap Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham dalam keterangan resmi pada Senin (20/4).
Merujuk data tersebut, Aqil menyatakan bahwa masih ada sekitar 4,54 juta pelaku usaha makanan dan minuman belum memiliki sertifikat halal. Angka itu sekaligus menunjukkan bahwa ekosistem produk halal di Indonesia harus terus didorong oleh semua pihak terkait.
”Untuk menjawab tantangan tersebut, BPJPH terus mendorong penguatan ekosistem halal nasional,” imbuhnya.
Menurut Aqil, saat ini jumlah Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan auditor halal di berbagai daerah di Indonesia terus ditambah. Tujuannya agar akses sertifikasi halal semakin luas dan merata. Itu penting karena Indonesia ingin terus meningkatkan peran sebagai pemain utama dalam industri halal global.
Untuk itu, sertifikasi halal menjadi sangat penting. Utamanya untuk membangun kepercayaan konsumen. Apalagi, pola konsumsi masyarakat saat ini menunjukkan dominasi sektor tertentu dalam industri halal. Dia melihat sektor makanan dan minuman masih menjadi kontributor utama dalam belanja produk halal di Indonesia.
Angkanya, lanjut Aqil, mencapai 79,5 persen dari total pengeluaran. Dalam keterangan yang sama, research expert dari Ihatec Marketing Research Fachruddin Putra menyampaikan bahwa dalam 5 tahun terakhir, nilai konsumsi produk halal di Indonesia mencapai sekitar USD 282 miliar.
Fachruddin menyebut, nilai konsumsi tersebut tumbuh sekitar 53 persen. Salah satunya didorong oleh penguatan regulasi BPJPH. Selain itu, meningkatnya kesadaran halal sebagai bagian dari gaya hidup juga turut berpengaruh. Dengan karakter konsumen yang beragam, dia menilai, brand harus lebih presisi dalam menentukan positioning.
”Halal pun telah berkembang dari sekadar aspek religius menjadi bagian dari identitas dan lifestyle modern,” ujarnya.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
