Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Januari 2024 | 23.41 WIB

Sesalkan Pernyataannya Dipelintir di Medsos, Mahfud MD: Yang Berdosa Bukan Ibunya Tapi Kita yang Membiarkan

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD dalam Halaqah dan Dialog Kebangsaan di Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur Ngrukem di Krapyak, Kabupaten Bantul, Jogjakarta, Rabu (24/1). - Image

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD dalam Halaqah dan Dialog Kebangsaan di Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur Ngrukem di Krapyak, Kabupaten Bantul, Jogjakarta, Rabu (24/1).

 
JawaPos.com - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD menyesalkan pernyataannya tentang ibu melahirkan anak yang akhlaknya buruk, dipelintir di media sosial. Pasalnya, pernyataan itu menjadi polemik, saat Mahfud MD menjawab pertanyaan seorang hadirin dalam acara Tabrak Prof di Bandar Lampung, Kamis (25/1). 
 
Mahfud menjelaskan, yang berdosa adalah pemerintah jika membiarkan ibu-ibu tak mendapatkan pekerjaan yang layak. Sehingga tidak dapat mendidik anak dengan baik. Jadi, bukan ibunya yang berdosa. 
 
"Itu konteksnya ada yang tanya dalam pertemuan. Pak gimana, kalau ibu melahirkan anak tidak berakhlak. Saya bilang, ya dosa kita kalau membiarkan ibu itu melahirkan anak tak berakhlak, kita yang dosa, bukan ibunya yang dosa," kata Mahfud sebelum acara pertemuan tokoh adat dan agama Melayu di Hotel Premiere, Pekanbaru, Riau, Senin (29/1). 
 
 
Oleh sebab itu, lanjut Mahfud, ibu-ibu perlu diberikan lapangan pekerjaan yang layak dengan upah yang memadai. Hal itu penting, agar bisa menumbuhkembangkan generasi yang terdidik. 
 
"Oleh sebab itu, saya katakan ibu-ibu itu harus diberi pekerjaan yang layak, jangan sampai kerja pagi pulang sore. Upahnya tidak layak, tidak dilindungi oleh negara, sehingga anaknya sesudah dilahirkan dibiarkan tidak dididik," papar Mahfud sambil meminta awak media untuk melihat video asli kegiatan di Bandar Lampung tersebut. 
 
Mahfud pun menegaskan, maksud pernyataan tersebut adalah agar ibu-ibu diberi kesejahteraan dalam pekerjaan. Dengan begitu, anak akan terdidik dengan baik jika kesejahteraan di rumah tercipta.
 
"Kami katakan, besok perlindungan ibu-ibu itu dari sudut ketenagakerjaan akan kita beri perhatian untuk lebih sejahtera agar anak-anak itu bisa dididik dengan baik dan berakhlak," paparnya. 
 
Sebelumnya, terdapat netizen yang salah tangkap dan mispersepsi ramai menyerang Mahfud. Sebab, Mahfud dianggap mengeluarkan pernyataan, dosa besar bagi seorang Ibu melahirkan anaknya yang tak berakhlak. 
 
Padahal, jika diteliti dengan seksama, pernyataan Mahfud saat menjawab pertanyaan hadirin dalam acara Tabrak Prof di Lampung, Kamis (25/1), tak seperti yang dituding netizen.
 
"Membiarkan emak-emak dan ibu-ibu untuk melahirkan anak-anak yang tidak berakhlak, itu adalah satu dosa besar kepada bangsa ini. Bangsa ini akan hancur manakala generasi mendatang itu tidak punya etika dan tidak punya akhlak," pungkas Mahfud saat itu.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore