Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Agustus 2023 | 17.30 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin Pastikan Tak Hadiri KTT G20          

Presiden Rusia Vladimir Putin secara gamblang mengatakan bahwa Pemilu di Amerika Serikat (AS) telah dicurangi. - Image

Presiden Rusia Vladimir Putin secara gamblang mengatakan bahwa Pemilu di Amerika Serikat (AS) telah dicurangi.

JawaPos.com – Invasi Rusia ke Ukraina membuat Vladimir Putin terisolasi dari dunia luar. Setelah tak bisa hadir dalam KTT BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan, presiden Rusia itu juga absen di KTT G20 di New Delhi, India, pada 9-10 September nanti.

Senin (28/8), Putin telah mengonfirmasi ketidakhadirannya lewat sambungan telepon kepada Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi.

’’Sebagai gantinya, Presiden Putin mengirim Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov untuk menghadiri KTT. Kedua pemimpin juga membicarakan masalah regional dan global yang jadi perhatian bersama,’’ bunyi pernyataan kantor PM India, seperti dikutip BBC.

Putin juga mengucapkan selamat kepada Modi. Sebab, pekan lalu, India menjadi negara pertama yang mendaratkan pesawat ruang angkasa di Kutub Selatan. Rusia dan India sama-sama meluncurkan pesawat luar angkasa ke bulan.

Namun, hanya milik India yang berhasil mendarat. Putin menyatakan siap mengembangkan kerja sama bilateral di sektor luar angkasa dengan India.

Kantor PM India mengungkapkan, Modi dapat memahami keputusan Rusia. Dia juga berterima kasih kepada Putin lantaran mendukung inisiatif New Delhi saat negara itu menjabat sebagai presiden G20. Dalam G20, India berada di grup 2 bersama Rusia, Afrika Selatan, dan Turki.

Pekan lalu, juru bicara Rusia menyebut Putin tak bisa hadir karena jadwalnya padat. Namun, sangat mungkin dia tidak hadir karena kasus invasi ke Ukraina. Pada KTT BRICS, Putin tak bisa hadir langsung dan hanya terlibat via konferensi video.

Itu karena ada surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang di Ukraina.

Afrika Selatan merupakan salah satu negara yang menandatangani statuta Roma. Karena itu, jika Putin datang, mau tidak mau pemerintah Afrika Selatan harus menangkapnya. Namun, India bukan negara yang ikut menandatangani kesepakatan ICC.

Mereka menghindari kecaman eksplisit terhadap Rusia atas invasi ke Ukraina, walaupun di saat yang sama India tetap bekerja sama dengan Amerika Serikat.

Rusia berupaya untuk memperkuat hubungan hangat dengan India setelah serangan ke Ukraina pada Februari 2022 memicu sanksi besar-besaran pihak Barat terhadap Moskow.

Sejauh ini, Rusia masih jadi pemasok senjata terbesar bagi India, sedangkan India adalah pembeli utama minyak Rusia.

Perang Rusia-Ukraina dipastikan menjadi pembahasan utama di KTT G20. Nah, hal itu tentu tidak menguntungkan Putin jika tetap datang ke India.

Adapun Presiden AS Joe Biden dan PM Inggris Rishi Sunak akan hadir di KTT yang terdiri atas 19 negara dan Uni Eropa (UE) itu. AS dan Inggris adalah sekutu utama Ukraina.

’’Pada KTT G20, presiden AS akan berbicara tentang berbagai isu. Termasuk dampak sosial dari perang Rusia-Ukraina, perubahan iklim, kapasitas bank pembangunan multilateral untuk memerangi kemiskinan, dan lain-lain,’’ ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean Pierre dalam jumpa pers Senin (28/8), sepeti dikutip Mint.

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore