JawaPos.com - Mohamad Guntur Romli memutuskan untuk keluar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan itu diduga berkaitan dengan kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke kantor DPP PSI, Jakarta, pada Rabu (2/8).
Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman mengatakan, Guntur Romli merupakan teman dekatnya. Menurutnya, Guntur Romli juga pernah berjuang bersama, saat menjadi caleg PSI pada Pemilu 2019 lalu.
"Sejak itu beliau tidak aktif lagi secara struktural di PSI. Kami menghargai pilihan-pilihan personal bro Guntur," kata Andy kepada wartawan, Minggu (6/8).
"Namun saya kaget alasan Bro Guntur mundur hanya karena kedatangan Pak Prabowo ke PSI. Ini silaturahim biasa seperti Mba Puan bertemu Prabowo. Bahkan, dulu Pak Probowo pernah menjadi Cawapresnya Bu Mega. Toh PSI belum memfinalisasi sikap soal capres ini," sambungnya.
Ia memahami, Guntur Romli saat ini tengah menjadi Ketua Relawan Ganjar. Ia menyebut, posisinya serba salah di antara relawan-relawan lain.
"Beliau juga butuh mengukuhkan keseriusannya mendukung Pak Ganjar di antara relawan-relawan yang lain. Jadi sangat memaklumi posisi dan pilihan beliau," ucap Andy.
Andy menegaskan, meski Guntur Romli berbeda pilihan tidak menjadikannya berjarak. Terlebih, PSI sampai saat ini belum mengambil keputusan final terkait dukungan calon presiden (capres) pada Pilpres 2024.
"Ke capres mana akan berlabuh. Masih ada mekanisme internal, kami mengikuti pernyataan pak Jokowi 'Ojo Kesusu'," tegas Andy.
Sebelumnya, Mohamad Guntur Romli mengingatkan, Wakil Ketua Dewan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie untuk tetap konsisten, terkait sikap PSI dalam dukungannya terhadap bakal capres di Pilpres 2024 mendatang.
Sebab, PSI sebelumnya sudah menempuh proses Rembuk Rakyat untuk mencari sosok bakal capres yang didukung di pesta demokrasi nanti. Saat itu, PSI sudah memutuskan untuk mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres.
"DPP PSI harus menghormati hasil Rembuk Rakyat yang diumumkan oleh Sis Grace Natalie sendiri. Rembuk Rakyat itu mandat dari rakyat, mandat dari konsituen PSI, kalau mau mengubah pilihan politik harus proses Rembuk Rakyat lagi dong," cetus Guntur, Kamis (3/8).
Ia menyatakan, dirinya sebagai Ketua Umum Ganjarian akan bersikap apabila PSI mengubah arah dukungan terkait bakal capres dan cawapres pada Pilpres 2024.
"Tapi saat itu pula, saya sebagai Ketua Umum Ganjarian, dan para spartan akan bersikap terhadap DPP PSI," ucap Guntur.
Meski demikian, ia meyakini PSI akan konsisten dengan hasil Rembuk Rakyat yang sudah diumumkan pada 3 Oktober 2022 lalu, telah memutuskan Ganjar Pranowo sebagai bakal capres.
"Buktinya saya hingga sekarang masih tetap aktif berjuang menjadi Ketua Umum Ganjarian Spartan, salah satu organ pemenangan lintas partai yang dengan gigih memenangkan Ganjar untuk Presiden 2024. Tidak ada hambatan, tentangan maupun perintah dari partai PSI untuk menghentikan ini semua," pungkas Guntur.