Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Agustus 2023 | 20.11 WIB

Koalisi Masyarakat Sumbar Sesalkan Tindakan Represif Aparat Kepolisian di Masjid Raya Sumbar

Sejumlah polisi merangsek masuk ke dalam Masjid Raya Sumbar. Mereka melakukan penangkapan terhadap 4 warga Air Bangis, 3 Mahasiswa dan 7 Pendamping hukum (instagram@yayasanlbhindonesia) - Image

Sejumlah polisi merangsek masuk ke dalam Masjid Raya Sumbar. Mereka melakukan penangkapan terhadap 4 warga Air Bangis, 3 Mahasiswa dan 7 Pendamping hukum (instagram@yayasanlbhindonesia)

 

JawaPos.com - Akademisi Universitas Andalas Feri Amsari yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sumbar menyesalkan dugaan tindakan represif yang dilakukan Polda Sumatera Barat terhadap warga Air Bangis yang melakukan aksi unjuk rasa menolak proyek strategis nasional (PSN) di kantor Gubernur Sumbar. Feri menilai, upaya mengusir massa yang sedang melakukan ibadah di Masjid Raya Sumbar merupakan bentuk mengabaikan nilai-nilai agama.

Massa aksi itu menolak pembangunan proyek strategis nasional (PSN) terkait pembangunan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di daerahAir Bangih, Pasaman Barat, Sumbar.
 
"Terjadi upaya pengusiran paksa terhadap masyarakat di Masjid Raya Sumbar. Upaya mengusir jamaah Masjid yang sekaligus demostran terkait ISPO itu mengabaikan nilai-nilai agama, misalnya memasuki masjid tanpa membuka sepatu dan berteriak-teriak. Padahal dalam Islam dilarang berteriak (meninggikan suara) dalam masjid," kata Feri dalam unggahan pada akun media sosial Instagram, Minggu (6/8).
 
Baca Juga: Rahasia Alam
 
"Harus diingat oleh aparat bahwa masjid bukanlah tempat masyarat berdemo tapi beristirahat. Tidak terdapat hak aparat negara untuk mengusir masyarakat yang sedang berada di rumah ibadah berdasarkan Pasal 28 dan Pasal 29 UUD 1945," sambungnya.
 
Padahal, kata Feri, warga yang berada di dalam masjid tengah menunggu sebagian massa aksi yang menemui Pemerintah Provinsi Sumbar. Terlebih, Wakil Bupati Pasaman Barat bersama Polresta Padang mengajak warga Air Bangis untuk pulang dan sudah menyiapkan bus.
 
Mereka yang menunggu di masjid tengah bersholawat sambil menunggu utusan yang berdialog dengan Pemrov Sumbar. Namun, tim dari Polda Sumbar mendatangi warga yang
bersholawat dan meminta untuk naik ke bus yang disediakan. 
 
 
"Warga tidak mau naik bus. Berikutnya terjadi penangkapan hingga aparat memaksa memasuki masjid tanpa melepas sepatu," pungkas Feri.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore