
Photo
JawaPos.com - Samsung dikabarkan tengah mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terbaru dengan machine learning. Menariknya, teknologi tersebut mampu membuat video bermodalkan sebuah foto saja.
Sebagaimana JawaPos.com kutip dari Gizmochina, Senin (27/5), dalam laboratorium kecerdasan buatan yang berlokasi di Rusia, AI Samsung mampu membuat klip video palsu hanya dari satu foto atau bahkan sebuah lukisan. Teknologi tersebut dinamakan Realistic Neural Talking Heads dan mampu membuat video hanya dengan mengambil gambar foto saja.
Teknologi tersebut telah diuji coba dan terlihat cukup realistis. Salah satu klip video yang diterbitkan menunjukkan Mona Lisa karya Leonardo Da Vinci berbicara dan bergerak. Lukisan itu adalah satu-satunya gambar Mona Lisa yang digunakan untuk membuat video. Diketahui hingga saat ini, pembuatan video dengan istilah deepfake itu membutuhkan banyak gambar untuk memberikan hasil yang realistis. Namun, berkat Samsung, hanya satu foto yang diperlukan.
Sesuai namanya, machine learning mempelajari jaringan saraf dan diklaim mampu meniru otak manusia, serta berbagi sesuatu yang sama dengan algoritma Samsung yang baru. Untuk membuat klip video, AI menonton banyak video untuk mempelajari bagaimana wajah manusia bergerak, lalu menerapkan semua yang telah dipelajari ke dalam satu foto.
Teknologi yang dikembangkan Samsung meski terbilang revolusioner, namun hal tersebut turut membawa dampak lain. Banyak pihak menilai pengembangan teknologi tersebut akan berdampak pada peredaran berita palsu dalam bentuk video yang jelas merugikan orang lain.
Berita palsu sendiri adalah fenomena yang lebih sulit dibedakan dari berita nyata. Tidak hanya untuk konten artikel dan efek viralnya di jejaring sosial, tetapi teknologi tersebut juga lebih mudah untuk membuat video dan foto palsu yang realistis dan menarik. Lebih jauh, berita palsu adalah praktik yang sangat merusak karena memengaruhi perilaku orang, termasuk menyangkut hasil pemilihan umum, penipuan, dan banyak lagi.
Bayangkan apa yang akan terjadi jika kecerdasan buatan mampu membuat klip video orang yang palsu tetapi realistis dari satu foto mereka? Meski begitu, ada banyak sektor yang dapat mengambil manfaat positif dari teknologi seperti itu. Tentunya kita juga berharap kecanggihan teknologi tersebut tidak dimanfaatkan secara negatif seperti membuat video viral palsu.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
