shaun the sheep (x @discussingfilm)
JawaPos.com – Shaun the Sheep bawa kekacauan khas Mossy Bottom Farm dalam film terbaru Shaun the Sheep: The Beast of Mossy Bottom.
Dalam ulasannya, Variety menggambarkan film ketiga dari waralaba spin-off Aardman ini sebagai petualangan slapstick yang energik, ringan, dan tidak berlarut-larut.
Kali ini, Shaun dan kawan-kawannya terlibat dalam kekacauan bertema Halloween yang mempertemukan komedi keluarga dengan sentuhan film monster klasik.
Cerita bermula ketika Shaun dan kawanan domba menyiapkan pesta Halloween dengan menanam labu secara diam-diam. Namun, rencana tersebut berantakan setelah ladang mereka hancur.
Shaun kemudian mencoba menggunakan eksperimen sains untuk menghasilkan labu baru. Kesalahan tak terduga justru memicu munculnya sosok berbulu misterius yang membuat warga Mossingham percaya bahwa monster sedang berkeliaran.
Daya tarik film ini terletak pada kemampuannya mempertahankan humor visual khas Aardman sambil memasukkan elemen horor ke dalam cerita.
Referensi terhadap film monster klasik dan gaya horor Hammer Horror hadir dalam berbagai adegan, tetapi dikemas secara ringan melalui slapstick sehingga tetap terasa sebagai hiburan keluarga.
Film berdurasi sekitar 80 menit ini disutradarai oleh Steve Cox dan Matthew Walker, dengan skenario dari Mark Burton dan Giles Pilbrow.
Justin Fletcher kembali menjadi pengisi suara Shaun, sementara John Sparkes, Nina Sosanya, Paul Whitehouse, dan sejumlah pemeran lain turut mengisi karakter dalam film. Proses animasinya tetap mempertahankan teknik stop-motion yang menjadi identitas kuat Aardman Animations.
Tidak hanya mengandalkan cerita monster, The Beast of Mossy Bottom juga menyelipkan banyak referensi budaya pop.
ScreenDaily mencatat adanya sentuhan terhadap Frankenstein, Friday the 13th, Psycho, dan Thriller, sementara detail visual serta desain karakter menjadi bagian penting dari pengalaman menonton.
Musik karya Natalie Holt juga memanfaatkan elemen horor seperti suara organ dan gesekan senar untuk menciptakan atmosfer yang sedikit lebih gelap.
Sebagai film ketiga Shaun the Sheep di layar lebar, The Beast of Mossy Bottom membawa formula yang sudah dikenal ke dalam suasana Halloween yang baru.
Film ini dirilis di Inggris dan Amerika Serikat pada 18 September 2026, menawarkan perpaduan stop-motion, humor visual, monster, dan petualangan keluarga yang tetap mempertahankan karakter khas karya Aardman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022