Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 April 2025 | 01.11 WIB

Di Pemakaman Karet Bivak Jakarta Pusat, Bimo Setiawan a.k.a Bimbim Slank Ungkap Kronologi Kepergian Bunda Iffet untuk Selamanya

Para personel band Slank berdiri di sisi makam Bunda Iffet di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (27/4/2025). (Shafa Nadia/Jawa Pos) - Image

Para personel band Slank berdiri di sisi makam Bunda Iffet di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (27/4/2025). (Shafa Nadia/Jawa Pos)

JawaPos.com - Prosesi pemakaman Iffet Vecheha alias Bunda Iffet di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (27/4) berlangsung dengan penuh haru.Bimo

Setiawan Almachzumi attau Bimbim Slank, tampak terus memeluk erat foto sang bunda selama prosesi pemakaman. dia tampak begitu kehilangan aas kepergian Bunda Iffet.

dalam kesempatan itu, Bimbim mengungkapkan kronologi kepergian sang bunda. Drummer Slank itu menjelaskan bahwa almarhum sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama enam hari sebelum berpulang.

Sebab, Bunda Iffet sempat tidak sadarkan diri pada Senin (21/4). “Tiba-tiba tidur dan nggak bangun-bangun. Biasanya jam 08.00-09.00 WIB tuh naik kursi roda ke rumah sebelah buat berjemur,” kata Bimbim usai pemakaman.

Karena itu, pihak keluarga mengambil tindakan cepat dengan membawa perempuan 87 tahun itu ke salah satu rumah sakit di Jakarta. Kondisi Bunda Iffet pun sempat kembali membaik setelah sehari dirawat. Bahkan, almarhum sudah bisa bercanda seperti biasa.

“Besoknya bangun, ngoceh-ngoceh, ketawa-ketawa, cerita semua dipanggilin satu-satu,” paparnya. Namun, di hari ke-6 menjalani perawatan, kesehatan Bunda Iffet kembali menurun hingga dilarikan ke High Care Unit (HCU).

Meski begitu, almarhum tetap meminta untuk pulang dan dirawat di rumah. “Dari dua hari sebelumnya juga udah minta pulang,” terang dia.

Sampai akhirnya, pihak keluarga memutuskan untuk membawa pulang Bunda Iffet ke rumahnya di Potlot, walau tahu betul harus menanggung risiko besar.

“Kami berembuk. Menurut dokter risikonya nggak sampai rumah,” beber Bimbim. Sayang, Bunda Iffet hanya bertahan dua jam setelah tiba di rumah sebelum akhirnya tutup usia.

“Bunda di situ bertahan, seperti yang dia mau. Sampai rumah masih ada 2 jam untuk pamit kemudian meninggal,” jelasnya. Bimbim juga memastikan bahwa Bunda Iffet tidak memiliki riwayat penyakit serius.

“Sakit orang tua ya, kadang-kadang gula naik, darah tinggi naik, umur sih udah 87 kan,” ujar Bimbim. Bunda Iffet menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu (26/4) sekitar pukul 22.42 WIB.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore