Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Mei 2026 | 02.40 WIB

Kronologi Anak Bupati di Riau Positif Ganja Tapi Hanya Direhabilitasi Ringan, BNN: Akibat Hirup Asap di Toilet

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta (kiri) bersama Kepala BNN Kombes Pol Dr Wawan (tengah) memberi keterangan saat ekspos kasus narkoba di Mapolresta Pekanbaru, Selasa (26/5). (Evan Gunanzar/Riau Pos) - Image

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta (kiri) bersama Kepala BNN Kombes Pol Dr Wawan (tengah) memberi keterangan saat ekspos kasus narkoba di Mapolresta Pekanbaru, Selasa (26/5). (Evan Gunanzar/Riau Pos)

JawaPos.com - Kasus narkotika yang menyeret anak bupati di Riau, FA, tengah menjadi perbincangan netizen.

Meski hasil tes urine menyatakan dirinya positif ganja, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru malah menyebut bahwa FA tidak lah mengonsumsi barang haram tersebut secara langsung.

Namun, FA hanya menghirup asap ganja di dalam toilet tempat hiburan malam (THM).

Kepala BNN Kota Pekanbaru Kombes Pol Wawan mengungkap kronologi anak bupati positif ganja di toilet ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan kesaksian dari tersangka lain, FA positif ganja karena terpapar asap saat berada di toilet ruangan THM tersebut.

Dua tersangka lain yang ditangkap dalam operasi yang sama mengakui bahwa mereka memang mengisap ganja di dalam toilet sebelum FA masuk ke ruangan yang sama.

"Inisial AF, ya. Positif etomidate dan ganja. Tetapi untuk ganja, ya, dia tidak menggunakan ganja, termasuk keterangan dari dua orang tersangka yang tadi," ujar Kombes Pol Wawan dikutip dari video viral yang beredar, Rabu (27/5).

Wawan melanjutkan, AF diduga masuk ke dalam toilet saat dua tersangka lainnya tengah mengonsumsi ganja.

"Saya bilang, kok bisa kamu tidak menggunakan ganja tapi tiba-tiba positif? Ternyata dua orang tersangka yang menggunakan ganja yang tadi, nomor satu dan nomor dua itu ngisap ganja di dalam toilet. Si AF tersebut masuk," katanya.

BNN kemudian mengonfirmasi kepada dokter terkait kemungkinan positif ganja hanya karena paparan asap.

"Saya tanya ke dokter, apakah bisa memang penyebaran positif ganja dari menghirup? Ternyata bisa. Berarti mungkin, dan ditanya juga kepada yang bersangkutan, 'Saya tidak pernah menggunakan ganja'. Bisa-bisa saja dia tersangka kan. Tapi kepada yang lain yang dua, 'Apakah pernah bareng-bareng menggunakan ganja?' 'Dia tidak Pak, yang menggunakan ganja cuman saya aja'," jelasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore