Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Oktober 2023 | 19.20 WIB

Di Balik Performance Prima Mus Mujiono: Nasi Merah Plus Rutin Minum Jamu

 

MASIH ENERGIK: Mengenakan jaket tebal dan baju rangkap lima, Mus Mujiono tampil all-out mengajak penonton Jazz Gunung Bromo bernostalgia.

Di usia yang sudah menginjak 63 tahun, banyak hal yang saat ini jadi pertimbangan Mus Mujiono ketika menerima job. Tidak bisa seperti dulu yang selalu ”oke” dan ”ayo”, sekarang pria asli Surabaya itu lebih selektif lagi.

---

KONDISI fisik yang tidak seperti dulu jadi pertimbangan. Nono –sapaan Mus Mujiono– lebih memilih mengambil pekerjaan yang tidak terlalu padat. ”Yang tidak masuk akal, ya tidaklah,” jelasnya. Tapi, begitu perform di panggung, penampilan Nono tetap seperti dulu. Energik, perfeksionis, dan sangat detail. Seperti yang dia tampilkan dalam Jazz Gunung Bromo akhir Juli lalu.

Meski harus memakai jaket tebal dan baju rangkap lima, adik legenda musik Indonesia Mus Mulyadi itu tetap tampil sempurna. Lagu-lagu hit seperti Tanda-Tanda, Satu Jam Lagi, hingga Arti Kehidupan dibawakannya tanpa cela.

”Kendala manggung di cuaca dingin hanya di bagian jari-jari ini sebagai gitaris. Kram,” ucapnya, lantas tertawa. Di luar itu, dia mengatakan tidak ada kendala tampil di ketinggian sekitar 2 ribu meter di atas permukaan laut tersebut.

Meski sudah berusia di atas 60 tahun, Nono menuturkan, rahasia performa apiknya di panggung dan fisik yang tetap terjaga adalah doa. Dia tidak pernah lupa meminta kemudahan dan pertolongan kepada Tuhan tiap kali tampil. ”Kita harus ingat Tuhan, semuanya ini kuasa Tuhan,” bebernya.

Hal itu dilakukan sejak dulu. Musisi yang mendapat julukan Jimmy Page-nya Indonesia itu selalu menyempatkan diri berdoa agar diberi kelancaran. ”Sebelum berangkat, saya berdoa, minta bantuan Tuhan. Saya ingin menghibur dengan tulus. Terutama jari-jari ini dilancarkan karena saya seorang gitaris,” ungkap dia.

Selain itu, dia juga menjaga pola makan. Punya penyakit bawaan seperti diabetes, asam lambung, hingga mag, Nono tidak bisa sembarangan mengonsumsi makanan. ”Nasi tetap makan, tapi nasi merah,” jelasnya.

Rahasia lainnya adalah pria yang lahir pada 15 Maret 1960 itu rutin mengonsumsi jamu tradisional. Antara lain, beras kencur, kunyit asam, dan lain-lain. ”Itu sangat berpengaruh untuk kesehatan,” ungkapnya.

Lepas dari itu, dia tidak menampik penampilannya yang tetap prima adalah hasil kerja keras. Dulu ketika mengawali karier sebagai gitaris, hampir tiap hari dia berlatih. ”Bangun sampai mau tidur pun, saya main gitar,” kenangnya.

Bahkan, ketika namanya sudah dikenal di belantika musik Indonesia, Nono tidak pernah berhenti latihan. Tiap hari, 2–3 jam dia selalu melatih jari-jarinya di atas senar gitar. ”Kalau sekarang sudah ada cucu, sulit. Baru 10 menit, cucu sudah ngajak main,” paparnya, lantas tersenyum. (rid/c6/nor)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore