Foto 'Tomoko Uemura in Her Bath' (1971) (kanan atas), potret W. Eugene Smith (kiri bawah), dan poster film Minamata (2020) (kanan)
JawaPos.com - Dunia industri memerlukan bahan baku, mesin dan lahan yang besar untuk bekerja demi memenuhi jumlah permintaan masyarakat. Namun, banyak perusahaan tidak berlaku jujur dan merugikan penduduk sekitar.
Kasus-kasus seperti ini sudah ada sejak lama sekali. Keserakahan dunia korporat mengalahkan hati nurani, dan meninggikan tahta uang. Bahkan beberapa menyuap pemerintahan dan petugas keamanan demi keuntungan mereka.
Salah satu kasus terburuknya terjadi di sebuah kota pesisir bernama Minamata, bahkan penyakit yang terjadi dinamai sesuai dengan asalnya.
Dilansir dari NIH, penyakit Minamata terjadi karena seseorang mengkonsumsi ikan atau kerang yang mengandung merkuri dalam jumlah sangat tinggi.
Merkuri ini didapatkan dari limbah pabrik milik perusahaan bernama Chisso Co., dan yang mengangkat isu ini hingga tingkat internasional adalah seorang fotografer bernama W. Eugene Smith.
Pada tahun 1971, fotografer asal Amerika Serikat, W. Eugene Smith (Johnny Depp), menjadi terkenal karena hasil jepretannya yang bergaya hitam putih masuk ke majalah terkenal LIFE. Terutama liputan fotonya mengenai Perang Dunia II.
Namun, sekarang ia sudah tua. Eugene kehabisan ide, topik dan foto untuk dijual, akibatnya ia kehabisan uang untuk hidup pula. Eugene juga jatuh depresi dan dihantui oleh suara-suara senapan, meriam, dan hal-hal yang ia lihat pada saat perang.
Lalu datanglah Aileen (Minami) di depan pintunya sebagai penerjemah perwakilan Fujifilm. Mereka hendak merekrut Eugene untuk memfoto Gunung Fuji dengan film berwarna.
Eugene tidak pernah memfoto dengan gaya berwarna, dan tidak akan pernah. Ia sangat ketat dan disiplin dengan gayanya itu.
Setelah menolak tawaran dari Fujifilm, Aileen menceritakan tentang sebuah komunitas di Minamata, Kumamoto, Jepang, yang terdampak oleh limbah kimia di pesisir mereka.
Chisso Corporation memiliki sebuah pabrik kimia di sana, dan mereka membuang limbah kimia mereka langsung ke laut. Padahal para penduduk di sana bermata pencaharian sebagai nelayan.
Mereka tidak hanya menangkap ikan di sana, mereka juga mengkonsumsinya. Limbah kimia tersebut mengandung merkuri yang sangat tinggi, akibatnya banyak orang jatuh sakit bahkan meninggal.
Para penduduk di sana kalah kuat, karena perusahaan menyuap pemerintahan dan aparat keamanan setempat, serta membutuhkan banyak sekali dukungan, terutama perhatian internasional.
Menyadari betapa gentingnya situasi di sana, Eugene meminta LIFE mengirimnya ke Minamata untuk meliput kejadian tersebut. Lalu berangkatlah ia ke Minamata.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
