Poster horizontal digital seri drama televisi High Potential (Dok. Prime Video)
JawaPos.com - Kepintaran seseorang dapat diukur melalui tes atau perhitungan Intelligence Quotient (IQ). Melalui skor yang didapatkan, kita dapat mengukur kemampuan kognitif, logika, pemecahan masalah, dan lain-lain.
Seseorang yang mendapatkan skor IQ di atas 130 dapat dikategorikan sebagai seseorang dengan IQ tinggi. Dan skor lebih tinggi dari 140 disebut sebagai jenius.
Dilansir dari Cognition Today, orang-orang dengan IQ tinggi dapat dikenali melalui kemampuan mengingat dan berpikir, pekerja keras, pengetahuan yang luas, sangat kreatif, dan intuitif.
Namun, orang-orang ini juga memiliki kelemahan. Mereka seringkali kesulitan untuk bekerja karena kecemasan yang tinggi, mereka juga sulit untuk bertahan dalam satu hubungan romantis, serta sangat impulsif. Mereka juga rentan memiliki penyakit mental lainnya.
Masalah-masalah ini juga membuat Morgan kesulitan untuk bertahan dalam satu pekerjaan tetap.
Dalam seri televisi High Potential, Morgan Gillory (Kaitlin Olson) awalnya bekerja sebagai tukang bersih-bersih shift subuh kantor polisi di Kota Los Angeles (LA), California, Amerika Serikat. Tapi suatu malam ia kurang hati-hati dan menjatuhkan kardus berisi berkas-berkas kasus yang masih berjalan.
Morgan hanya ingin membereskan kertas-kertas berkas, tapi matanya tidak sengaja membaca berkas dan melihat foto-foto TKP. Walaupun hanya beberapa detik, ia dapat mengetahui apa yang terlewat oleh para detektif dalam kasus tersebut.
Ia juga mencoret-coret papan penyelidikan kasus. Menurutnya, para detektif salah menuduh seseorang yang juga adalah korban. Tentunya, hal ini membuat kesal detektif utama kasus tersebut, Adam Karadec (Daniel Sunjata).
Morgan pun dipanggil ke kantor untuk menjelaskan coretannya dan dimarahi karena keteledorannya. Tapi penjelasan Morgan ternyata malah sangat membantu kasus dan para detektif hampir menuduh orang yang salah.
Kasus ini adalah kasus kejahatan pembunuhan, yang kemudian juga menjadi kasus penculikan. Karena kejahatan itu, seorang anak dapat kehilangan kedua orang tuanya.
Berkat bantuan dari Morgan, Letnan Selena Soto (Judy Reyes) ingin merekrutnya dan bekerja untuk kepolisian LA. Bukan sebagai polisi, tapi sebagai konsultan.
Awalnya Morgan menolak pekerjaan itu karena ia adalah ibu tunggal dengan tiga anak di bawah umur. Serta ia tidak lagi mempercayai polisi setelah suami pertamanya yang menghilang tidak dianggap penting oleh mereka.
Tapi, setelah berhasil membantu penyelesaian kasus pertamanya dan merasakan rasa lega dan bahagia setelah menyelamatkan seseorang, Morgan memutuskan untuk bergabung dengan gaji yang lebih tinggi.
Para polisi dan detektif di kantor tersebut tidak akan pernah menyangka pengetahuan-pengetahuan sepele menjadi sangat berguna dalam penyelidikan kasus kriminal.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
