Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Oktober 2025 | 02.27 WIB

Review Film After the Hunt yang Hadirkan Kisah Kelam Dunia Akademik dan Kekuasaan

Julia Roberts dan Andrew Garfield dalam After The Hunt (IMDb)

JawaPos.com – Film After the Hunt karya sutradara Luca Guadagnino menampilkan Julia Roberts dan Andrew Garfield dalam drama penuh moralitas abu-abu yang kompleks.

Dilansir dari laman Collider pada Minggu (12/10), Film ini terinspirasi dari gaya Woody Allen dan membahas tema kekuasaan, etika, dan konflik akademik dengan gaya sinematografi yang tegang.

Guadagnino dikenal dengan karya-karya yang berani menantang batas moral, dan dalam film ini ia kembali menghadirkan karakter-karakter dengan sisi gelap yang ambigu.

Julia Roberts memerankan Alma Imhoff, seorang profesor filsafat di Universitas Yale yang berambisi meraih posisi profesor tetap. Ia terjebak dalam krisis moral ketika seorang mahasiswi menuduh rekannya, Hank Gibson yang diperankan Andrew Garfield, melakukan kekerasan seksual.

Situasi tersebut berkembang menjadi konflik etika dan emosional yang menyingkap rahasia kelam dari masa lalu Alma.

Naskah yang ditulis oleh Nora Garrett menyoroti isu kekuasaan, kesetaraan gender, dan ketegangan generasi di lingkungan akademik.

Namun, film ini dikritik karena terlalu banyak menggunakan metafora dan dialog yang terkesan dibuat-buat. Meski demikian, After the Hunt tetap berhasil menimbulkan ketegangan dan membuat penonton terus bertanya-tanya tentang kebenaran yang sesungguhnya.

Penampilan Julia Roberts dinilai sebagai salah satu yang paling berani dalam kariernya, jauh berbeda dari citra peran-peran sebelumnya. Ia tampil tenang namun penuh lapisan emosi yang kompleks, sementara Garfield memberikan intensitas tinggi pada karakter Hank.

Keduanya berhasil menampilkan dinamika yang memikat, meskipun jalan cerita film sering terasa berantakan.

Selain itu, After the Hunt didukung oleh musik latar dari Trent Reznor dan Atticus Ross yang semakin memperkuat suasana tegang.

Beberapa karakter pendukung seperti Michael Stuhlbarg dan Ayo Edebiri juga memberikan warna tersendiri, meskipun pengembangan karakter mereka terasa kurang mendalam.

Film ini mencoba memancing diskusi tentang moralitas dan kebenaran, namun terkadang terlalu sibuk dengan simbolisme yang tidak terselesaikan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore