Cuplikan dalam film Taxi Driver (Dok. IMDb)
JawaPos.com - Taxi Driver adalah film drama psikologis neo-noir yang dirilis pada tahun 1976 dan disutradarai oleh Martin Scorsese dengan naskah karya Paul Schrader.
Film ini menempatkan penonton di tengah kota New York yang tampak muram dan memudar setelah trauma perang, menghadirkan tokoh utama yang perlahan-lahan kehilangan pagu realitasnyabing.com.
Travis Bickle adalah seorang veteran Marinir yang menderita insomnia dan memilih bekerja sebagai sopir taksi malam hari untuk mengisi kesunyian dan menghindari tidur yang menghantui kenangan-kenangan perang.
Rutinitas malamnya mempertemukannya dengan beragam lapisan kota yang menurutnya dipenuhi kebusukan moral dan dekadensi.
Kebosanan dan isolasi Travis perlahan berpindah menjadi obsesi ketika ia bertemu dengan Betsy, seorang asisten kampanye politik muda yang cantik dan idealis. Kali pertama mereka bertemu, Travis melihat Betsy sebagai potensi jalan keluar dari kesendiriannya yang dalam.
Upaya Travis untuk mendekati Betsy berakhir canggung saat ia mengajak Betsy ke sebuah acara televisi dan melakukan komentar yang tidak pada tempatnya, membuat Betsy menjauh dan menolak hubungan lebih jauh.
Penolakan itu memicu perasaan malu dan kemarahan yang semakin menggerogoti kestabilan mental Travis.
Selain hubungan dengan Betsy, Travis juga bertemu dengan Iris, gadis remaja yang terjerat dunia prostitusi. Pertemuan itu menyalakan naluri pelindung dalam diri Travis; ia mulai melihat misi pribadinya untuk "menyelamatkan" Iris dari kehidupan yang menghancurkannya.
Kisah bergerak menuju keputusan ekstrim saat Travis merencanakan tindakan kekerasan sebagai bentuk pembalasan terhadap korupsi dan kebejatan yang ia lihat di sekitar dirinya.
Keputusan ini memuncak dalam rangkaian adegan klimaks yang kontroversial dan penuh intensitas emosional.
Secara artistik, film ini mengandalkan sinematografi yang menonjolkan cahaya kota di malam hari serta skor musik yang gelap dan menekan, membantu menggambarkan suasana batin Travis yang semakin tertekan.
Teknik penceritaan dan visual film ini membuat penonton terus berada pada batas antara empati dan kecemasan terhadap tokohnya.
Performa Robert De Niro sebagai Travis Bickle mendapat pujian luas karena kecermatan dalam membangun karakter yang kompleks, ambigu, dan seringkali menakutkan dalam kesunyiannya.
Interaksi Travis dengan tokoh-tokoh lain menampakkan spektrum emosi dari harapan palsu hingga ledakan kekerasan yang tak terduga.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
