
Venom 3 mengakhiri duet maut Eddie Brock dan Venom dengan cara yang cukup emosional. (CosmicBook)
JawaPos.com – Venom 3 yang berjudul The Last Dance menjadi bagian terakhir trilogi simbiot alien itu bersama inangnya, Eddie Brock. Film ini disutradarai Kelly Marcel dan sampai saat ini sudah meraup USD 175 juta (Rp 2,75 triliun) di box office.
Peringatan: Mengandung Spoiler Venom: The Last Dance!
Sebagai film penutup, Venom: The Last Dance memberikan cerita yang cukup emisional bagi penggemar yang telah mengikuti cerita Venom sejak 2018. Di sepanjang penampilannya, dinamika Eddie dan Venom, yang sama-sama diperankan Tom Hardy, menjadi daya tarik utamanya.
Venom 3 memperkenalkan Detektif Patrick Mulligan sebagai inang simbiot hijau bernama Toxin. Sementara, penjahat utama The Last Dance adalah Knull yang diperankan Andy Serkis.
Sayangnya, yang tampil menghadapi Eddie dan Venom secara langsung adalah minion Knull. Minion itu adalah makhluk pemakan simbiot yang disebut sebagai Xenophage.
Venom: The Last Dance berkisah tentang Eddie dan Venom yang sedang menikmati liburan di Meksiko. Tapi, liburan itu terganggu setelah di dalam perjalanan pulang ke San Francisco, mereka diserang Xenophage dan terpaksa mendarat darurat di Nevada.
Dalam perjalanan menuju Las Vegas, mereka tidak hanya harus berhadapan dengan Xenophage, tapi juga jenderal Rex Strickland bersama anak buahnya. Mereka mengejar Venom untuk penelitian Dr. Paine di Area 51.
Di Area 51, Dr. Paine telah berhasil menangkap berbagai macam simbiot yang dia simpan untuk penelitian. Dia juga telah menangkap Detektif Mulligan yang dikabarkan tewas karena diserang Venom, sebagaimana terlihat di Venom: Let There Be Carnage.
Meski Eddie dan Venom berhasil dipisahkan dan dibawa ke laboratorium Dr. Paine, tidak berarti semuanya berjalan lancar. Xenophage itu ternyata mengikuti mereka sampai ke ruang bawah tanah tersebut.
Xenophage itu pergi ke bumi atas perintah Knull. Dewa Simbiot itu memburu sebuah Kodeks yang tersembunyi di tubuh Venom. Benda itu akan terlihat ketika Venom berubah menjadi dirinya secara utuh.
Knull membutuhkan Kodeks itu untuk membebaskan dirinya dari penjara. Kodeks tercipta ketika sebuah simbiot menyelamatkan nyawa inangnya dan kekuatan hidup mereka menjadi satu.
Venom dan Eddie mempunyai Kodeks itu di akhir Venom. Di film itu, Eddie ditikam Riot, dia sekarat. Tapi, Venom kemudian mengikatkan diri dengannya untuk menghidupkan kembali inangnya itu.
Mengutip Screen Rant, Venom bersedia mengorbankan dirinya pada titik itu. Ini membuatnya mendapatkan julukan Pelindung Maut yang kemudian memainkan bagian penting di akhir The Last Dance.
Di film tersebut, Eddie dan Venom sadar kalau mereka bisa menghancurkan Kodeks itu dengan salah satu dari mereka harus mati. Venom melakukan pengorbanan dengan menyuruh Rex menuangkan asam ke tubuhnya.
Begitu Venom mati, Kodeks pun lenyap bersamanya. Sementara, Eddie yang tetap hidup pergi ke New York untuk melihat Patung Liberty, demi memenuhi keinginan terakhir Venom yang sangat ingin melihat patung tersebut.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
