Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Juni 2021 | 20.48 WIB

Ali & Ratu Ratu Queens: Tentang Rindu, Impian, dan Penerimaan

MENYENTUH SEKALIGUS MENGHIBUR: Berangkat untuk mencari ibu, Ali menemukan keluarga barunya di New York. (Netflix) - Image

MENYENTUH SEKALIGUS MENGHIBUR: Berangkat untuk mencari ibu, Ali menemukan keluarga barunya di New York. (Netflix)

Membawa penonton ke sudut kota New York, AS, Ali & Ratu Ratu Queens menawarkan kisah yang hangat. Kerinduan seorang anak terhadap ibu, pencarian jati diri, tentang impian, dan arti keluarga.

---

ALI (Iqbaal Ramadhan) dan ayahnya (Ibnu Jamil) harus rela ketika sang ibu, Mia (Marissa Anita), memutuskan mengejar mimpi ke New York untuk menjadi penyanyi. Agar bisa membiayai diri sembari menggapai mimpi, Mia bekerja sebagai pelayan bar. Di rumah, Ali setia menunggu ibunya kembali.

Tahun demi tahun berlalu, Mia tak kunjung kembali meski Ali rindu setengah mati. Sepeninggal sang ayah, Ali memutuskan untuk pergi ke New York, mencari ibunya. Pencarian tersebut justru mempertemukan Ali dengan empat imigran Indonesia yang tinggal di kawasan Queens. Yakni, Party (Nirina Zubir) the cleaning lady, pemijat Chinta (Happy Salma), paparazi Biyah (Asri Welas), dan ibu satu anak Ance (Tika Panggabean).

Melihat judulnya, kesan yang didapat mungkin adalah film komedi. Tidak salah jika berpikir demikian. Sutradara Lucky Kuswandi (Selamat Pagi, Malam; Galih dan Ratna) dan penulis naskah Gina S. Noer (Keluarga Cemara; Dua Garis Biru) memang memasukkan unsur humor lewat interaksi Ali dan empat perempuan kawan-kawan barunya yang dia panggil tante itu.

Empat karakter imigran digambarkan kuat dan berciri khas. Membuat masing-masing mudah diingat, baik pembawaan maupun gaya bicaranya. Kekuatan karakter itu semakin terlihat saat mereka berdialog, natural dan apa adanya. ”Jokes-nya muncul secara riil,” ujar Lucky.

Chemistry Nirina, Tika, Happy, serta Asri juga terjalin apik. Masing-masing punya porsi yang pas dan saling melengkapi. Party yang keibuan, Chinta yang melankolis, Ance yang galak tapi penyayang, serta Biyah yang berjiwa bonek (bondo nekat). Menghidupkan suasana dengan karakter masing-masing. ”Jadi, 10 hari sebelum syuting, kami dikasih waktu buat bonding satu sama lain sekaligus adaptasi di New York,” tambah Asri.

Jajaran cast tersebut tak sekadar menghidupkan cerita, tapi juga menunjukkan wajah Indonesia di New York. Yakni, sifat kekeluargaan, kebersamaan, gotong royong, dan keramahan yang ditunjukkan mereka kepada Ali saat dia tiba di New York. Membuat nuansa film lebih heartwarming. ”Itu kan value yang kuat dan bikin relate. Kalau ketemu sesama orang Indonesia di luar negeri, pasti seneng dan semangat buat bantuin,” jelas Nirina.

Ali tak hanya berkawan dengan empat tante-tante heboh tapi ramah. Ada pula karakter Eva (Aurora Ribero), putri Ance yang sebaya dengan Ali. Interaksi di antara keduanya turut membantu Ali menemukan jati diri dan cara pandang terhadap New York.

Tak hanya dialog renyah dan tone visual yang memanjakan mata, film ini juga menghadirkan banyak momen emosional. Salah satunya pertemuan pertama Ali dan Mia. Membuat kita menebak-nebak, bakal seperti apa kelanjutan hubungan ibu dan anak yang terpisah sekian lama.

Iqbaal kembali menunjukkan kepiawaian aktingnya. Kali ini, karakternya juga anak muda, namun dengan isu dan masalah berbeda. Pendalaman akting Iqbaal dipermudah kesamaan karakternya dan Ali. ”Kami sama-sama impulsif dan selalu mengejar sesuatu yang diinginkan sampai dapat,” kata Iqbaal.

Sementara itu, performa Marissa layak mendapat standing ovation. Dia berhasil memerankan sosok ibu dengan persoalan kompleks dalam hidup. ”Masalah Mia itu sering dihadapi banyak perempuan, misalnya urusan karier atau mimpi versus keluarga,” kata Marissa. Pada akhirnya, sebuah pilihan berat harus diambilnya.

Ali & Ratu Ratu Queens tidak memunculkan karakter antagonis. Tiap karakter punya kelebihan dan kelemahan selayaknya manusia. Riil dan dekat dengan kita. Sulit untuk menghakimi mereka atas motif tindakan atau keputusan yang diambil. Sebab, permasalahan yang dihadapi pun pelik dan kompleks alih-alih sederhana atau hitam-putih.

Hebatnya, Gina bisa memaparkan masalah keluarga yang kompleks dengan sederhana dan manis. Penonton bisa ikut larut di dalamnya, bersimpati dengan karakter, seraya mengalami perubahan emosi yang beragam. Ada tawa, tangis, haru, hingga terkejut.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Naik, Wali Kota Surabaya Tak Bisa Cegah Toron

Beragam pujian disematkan pada film yang syutingnya berlangsung akhir 2019 itu. Cerita yang hangat dieksekusi secara ekselen. Menonton Ali & Ratu Ratu Queens membuat kita kembali mendapat pandangan baru tentang keluarga. Selain mereka yang punya hubungan darah, keluarga adalah mereka yang menerima kita seutuhnya dan memberi perhatian di masa-masa sulit. Juga menunjukkan bahwa selalu ada cinta bahkan di tempat yang asing dan ”keras” sekalipun.

TRIVIA

- Selain Queens, syuting juga dilakukan di Manhattan. Yakni, kawasan Times Square.

- Sejumlah lagu yang dipilih sebagai soundtrack mewakili mood di tiap scene. Antara lain, I Love You (Billie Eilish), Location Unknown (Honne), Khayalan (The Groove), Runway Lights (Matter Halo), Pesan di Balik Awan (Adhitia Sofyan), Why Would I Be (Teddy Aditya), dan Sisa Hari (Ify Alyssa).

- Aurora Ribero juga menyanyikan salah satu OST, yaitu track Never Look Back.

- Bertepatan dengan perilisan, poster digital Ali & Ratu Ratu Queens yang tayang di 190 negara jangkauan Netflix tersebut dipasang di salah satu layar LED Times Square.

 

ALI & RATU RATU QUEENS

Genre: Drama keluarga, komedi

Rilis: 17 Juni 2021

Distributor: Netflix

Produser: Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia

Sutradara: Lucky Kuswandi

Penulis skenario: Gina S. Noer

Pemeran: Iqbaal Ramadhan, Marissa Anita, Nirina Zubir, Happy Salma, Asri Welas, Tika Panggabean, Aurora Ribero, Bayu Skak, Cut Mini Theo, Ibnu Jamil

Durasi: 100 menit

Rating usia: 13+

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore