
Aktivitas di Terminal Bungurasih Surabaya. Alfian Rizal/JawaPos
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akui tak bisa menahan warga untuk tidak toron yang diperkirakan terjadi pada Idul Adha, Juli mendatang. Toron merupakan tradisi yang biasa dilakukan warga Madura di Pulau Jawa untuk pulang kampung.
Eri Cahyadi mendapatkan pesan dan arahan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Arahan itu terkait dengan anjuran bagi warga Surabaya dan sekitarnya untuk tidak mudik. Mengingat lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan yang terus mengalami kenaikan.
”Kemarin ada arahan dari gubernur dan menteri kesehatan untuk nggak toron. Tapi kami nggak batasi itu. Jadi saya sampaikan. Saya berharap ada kebijakan. Sebab, Madura dan Surabaya ini kan 2 wilayah. Intinya kami sama-sama menjaga supaya Jawa Timur aman dan kasus Covid-19 nggak naik lagi. Jadi nggak bisa kalau cuma saya (yang melarang). Harus Bu Gubernur. Supaya Covid-19 nggak naik,” tegas Eri pada Sabtu (19/6).
Per Jumat (18/6), terdapat 123 kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. Sebanyak 37 di antaranya merupakan kasus baru. Sejak pandemi melanda, ada 2.660 pasien positif dan sebanyak 1.612 di antaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan 312 pasien meninggal dunia.
Sementara itu, di Surabaya, ada 218 kasus aktif Covid-19 dengan 11 di antaranya merupakan kasus baru. secara keseluruhan terdapat 24.633 kasus positif dan 23.033 di antaranya sembuh dan 3.033 pasien meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita menjelaskan, saat ini bed occupancy rate (BOR) di Surabaya mencapai 75 persen. Angka itu naik karena Surabaya menjadi rumah sakit penyangga yang diperbantukan untuk menyelesaikan masalah dan mengurangi penderita Covid-19 di Bangkalan.
Menyambut Idul Adha yang dirayakan kurang lebih satu bulan lagi, Febria Rachmanita meminta warga untuk lebih waspada. Dia mengakui tradisi toron tidak bisa dihindari.
”Toron ini kan meningkatkan mobilitas warga. Akhirnya mereka berkumpul lagi. Itu yang saya khawatirkan. Langkahnya ya prokes ketat di Surabaya dan Bangkalan. Nggak bisa kalau cuma Surabaya,” tutur Febria Rachmanita.
Mobilitas tersebut, lanjut Febria Rachmanita, akan terus meningkat seiring dengan kegiatan keagamaan. Terlebih lagi karena perbatasan Surabaya dan Madura yang hanya dibatasi Selat Madura. Artinya, penularan via komunitas juga besar kemungkinan akan terjadi.
”Kami kirim nakes ke Bangkalan untuk diperbantukan. Kemudian tracing yang bukan KTP Surabaya. Lalu juga swab bagi warga pendatang di Surabaya,” papar Febria Rachmanita.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
