Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juni 2021 | 23.22 WIB

Kasus Covid-19 Terus Naik, Wali Kota Surabaya Tak Bisa Cegah Toron

Aktivitas di Terminal Bungurasih Surabaya. Alfian Rizal/JawaPos - Image

Aktivitas di Terminal Bungurasih Surabaya. Alfian Rizal/JawaPos

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akui tak bisa menahan warga untuk tidak toron yang diperkirakan terjadi pada Idul Adha, Juli mendatang. Toron merupakan tradisi yang biasa dilakukan warga Madura di Pulau Jawa untuk pulang kampung.

Eri Cahyadi mendapatkan pesan dan arahan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Arahan itu terkait dengan anjuran bagi warga Surabaya dan sekitarnya untuk tidak mudik.  Mengingat lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan yang terus mengalami kenaikan.

”Kemarin ada arahan dari gubernur dan menteri kesehatan untuk nggak toron. Tapi kami nggak batasi itu. Jadi saya sampaikan. Saya berharap ada kebijakan. Sebab, Madura dan Surabaya ini kan 2 wilayah. Intinya kami sama-sama menjaga supaya Jawa Timur aman dan kasus Covid-19 nggak naik lagi. Jadi nggak bisa kalau cuma saya (yang melarang). Harus Bu Gubernur. Supaya Covid-19 nggak naik,” tegas Eri pada Sabtu (19/6).

Per Jumat (18/6), terdapat 123 kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. Sebanyak 37 di antaranya merupakan kasus baru. Sejak pandemi melanda, ada 2.660 pasien positif dan sebanyak 1.612 di antaranya dinyatakan sembuh. Sedangkan 312 pasien meninggal dunia.

Sementara itu, di Surabaya, ada 218 kasus aktif Covid-19 dengan 11 di antaranya merupakan kasus baru. secara keseluruhan terdapat 24.633 kasus positif dan 23.033 di antaranya sembuh dan 3.033 pasien meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita menjelaskan, saat ini bed occupancy rate (BOR) di Surabaya mencapai 75 persen. Angka itu naik karena Surabaya menjadi rumah sakit penyangga yang diperbantukan untuk menyelesaikan masalah dan mengurangi penderita Covid-19 di Bangkalan.

Menyambut Idul Adha yang dirayakan kurang lebih satu bulan lagi, Febria Rachmanita meminta warga untuk lebih waspada. Dia mengakui tradisi toron tidak bisa dihindari.

Toron ini kan meningkatkan mobilitas warga. Akhirnya mereka berkumpul lagi. Itu yang saya khawatirkan. Langkahnya ya prokes ketat di Surabaya dan Bangkalan. Nggak bisa kalau cuma Surabaya,” tutur Febria Rachmanita.

Mobilitas tersebut, lanjut Febria Rachmanita, akan terus meningkat seiring dengan kegiatan keagamaan. Terlebih lagi karena perbatasan Surabaya dan Madura yang hanya dibatasi Selat Madura. Artinya, penularan via komunitas juga besar kemungkinan akan terjadi.

”Kami kirim nakes ke Bangkalan untuk diperbantukan. Kemudian tracing yang bukan KTP Surabaya. Lalu juga swab bagi warga pendatang di Surabaya,” papar Febria Rachmanita.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore