
JKT48 Acoustic: Nadila, Rona, Sisca, dan Aurel saat membawakan single Cinta Remaja melalui siaran live streaming, Rabu (7/10).
JawaPos.com - JKT48 Acoustic punya single original baru. Judulnya, Cinta Remaja yang dikerjakan bareng Alam Urbach. Lagu tersebut diperkenalkan pada Rabu (7/10) malam saat menggelar JKT48 Accoustic Night secara live streaming. Itu berarti, di usianya yang ketiga, JKT48 Acoustic sudah mempunyai dua lagu orisinal.
Namun, berbeda dengan single pertama yang berjudul Lantang, lagu terbaru JKT48 Acoustic lebih berkompromi dengan selera pasar. Tentang cinta. Menariknya, project dengan Alam Urbach ini sudah disampaikan JKT48 Operational Team (JOT) saat perayaan ulang tahun pertama JKT48 Acoustic pada 11 September 2018.
Bagaimana cerita dibalik pembuatan lagu ini? lantas, apa yang membuat mereka memutuskan tema cinta sebagai single original? Berikut wawancara JawaPos.com bersama Nadila, Aurel, Rona, dan Sisca:
Selamat untuk dirilsnya single Cinta Remaja, bisa diceritakan ini lagu tentang apa?
Nadila: Lagu ini menceritakan tentang mengingat masa lalu, ketika dulu kita pernah melakukan kebodohan karena cinta. Tapi nggak menyesal, karena merasa masa remaja itu biar menjadi miliknya saja.
Aurel: Tentang pengalaman cinta seseorang pada saat remaja. Yang masih bucin-bucinnya. Yang masih buta-butanya karena cinta dan nggak peduli sama kata-kata orang, sekarang hanya bisa dikenang dan tidak disesali karena hidup hanya sekali.
Berapa lama proses pembuatannya?
Nadila: Kurang lebih satu tahun karena terkendala waktu, dan jadwal, juga kondisi pandemi.
Sisca: Memang agak lama, dari pengumuman waktu ulang tahun akustik yang pertama (2018). Setelah itu mulai workshop, lalu kepotong jadwal-jadwal lain, lebaran, banyak deh. Jadinya, kira-kira satu tahunan lebih.
Apa bagian tersulitnya, dan bagaimana kalian mengatasinya?
Nadila: Sulit untuk mendapatkan feel yang ingin dicapai saat proses recording. Karena hasilnya akan didengarkan seumur hidup, aku ngerasa harus memberikan yang sangat maksimal. Menyanyi tidak hanya tentang suara yang merdu, atau nada yang sampai, tapi bagaimana makna dalam nyanyian kita bisa sampai ke hati para pendengar. Dari lirik pertama hingga akhir.
Aurel: Sebenarnya, kesulitannya hanya karena banyak lupa-lupa chord. Mungkin karena grogi hehehe. Dan kalau untuk random atau spontan nada, masih agak bingung. Tapi bisa terlewati dengan baik kok.
Rona: Karena kami berempat, nggak seru kalau nggak ada pembagian nada atau pecah suara. Jadi ya, selain cari nada lagu yang catchy, kami juga mikirin pembagian nada dan improve yang pas. Kak Alam membantu banget buat nentuin ini sih.
Sisca: Pas lagi workshop, kami disuruh untuk brainstorming dan kasih nada. Lalu, Kak Alam akan milih dan kasih masukan juga nada apa yang bagus. Cara ngatasinnya mungkin lebih ngertiin liriknya dulu, karena kan nada juga harus menggambarkan liriknya itu bercerita tentang apa.
Lagu ini dibuat oleh Alam Urbach seluruhnya, atau ada kontribusi kalian di liriknya?
Rona: Awalnya kami beberapa kali ngadain workshop bareng kak Alam. Dia suruh kami mengarang lirik lagu yang kami banget. Nah, dari banyak lirik lagu yang sudah kami bikin masing-masing, Kak Alam satuin lirik-liriknya sambil genjreng-genjreng gitar. Jadilah beberapa lagu iseng-iseng gitu. Lagu-lagu itu kami seleksi, dan tentuin mau pilih yang mana. Lantas kami rundingan lagi biar lagunya lebih asik dan catchy.
Sisca: Pas workshop kami dikasih kertas kosong dan suruh tulis lirik tentang cinta. Apa saja. Lalu, Kak Alam nyatuin, dan dia juga buat supaya lirik-lirik ini bisa bersatu dan jadi makin indah. Kalau aku sih, waktu itu nulis part: Temanku berkata aku ini bodoh. Lalu, oleh Kak Alam dan teman-teman diubah menjadi: Temanku berkata hatiku terbawa suasana denganmu. Perasaan yang semu.
Bagaimana dengan rencana distribusi single ini? Apakah kalian akan mengupayakan lagu ini berada di platfrom musik supaya bisa lebih banyak didengar?
Rona: Lagunya masih dalam tahap produksi. Setelah semua sempurna dan selesai shooting MV, mungkin awalnya akan release di YouTube Official JKT48, seperti Lantang. Pasti manajemen juga mengupayakan agar single-single JKT48 Acoustic bisa masuk platform musik supaya bisa lebih menjangkau banyak orang.
Aurel: Untuk platform musik, semua orang pasti ingin. Supaya banyak orang, dan yang awam dengan JKT48 bisa dengar dan menikmati juga. Tapi, untuk bagaimananya, kami juga masih berdiskusi dengan manajemen dan Mas Alam.
Single ini, jauh berbeda dengan Lantang, apa yang membuat kalian akhirnya mengikuti selera pasar yang lebih suka lagu cinta?
Nadila: Mungkin cerita tentang mimpi dan harapan itu ada untuk Lantang. Kali ini, kami ingin mencoba untuk bisa lebih luas lagi menjangkau telinga-telinga awam, dengan lirik yang manis dan juga relate dengan sebagian besar orang. Mengenai cinta remaja.
Aurel: Menurut aku kenapa berbeda, karena di Indonesia musik dan genre tentang cinta masih disukai banget sama banyak orang. Jadi, kami juga ingin menggiring orang awam selain fans JKT48 untuk bisa dengerin juga dan berharap suka juga sama karya kami. Supaya beda juga dari lagu sebelumnya karena kami sendiri nggak ingin stuck dengan yang gitu-gitu saja.
Rona: Karena salah satu tujuan dibentuknya JKT48 Acoustic adalah untuk membawa nama JKT48 lebih dikenal masyarakat awam. Ini salah satu cara kami. Dengan mengikuti selera pasar, mungkin akan membuka kesempatan yang lebih besar.
Sisca: Mungkin karena umur kami umur jatuh cinta hahaha. Selain itu, juga ingin memberi warna baru buat JKT48 Acoustic, kan kalo lagu JKT48 mungkin ada yang liriknya terlalu baku. Jadi, dengan adanya lagu Cinta Remaja ini bisa bikin ingat ke masa lalu.
Padahal, kalau melihat lirik Lantang, Akustik ini seperti simbol 'perlawanan' dan menjadi bintang bersinar dengan cara kalian sendiri
Nadila: Iya, betul sekali. Dengan Lantang sebagai lagu original pertama yang menyuarakan perjuangan itu. Tapi, tentu saja pesan kami sebagai seorang penyanyi dan musisi juga akan terus sama seperti lagu Lantang. Walaupun, tidak semua lagu yang kami bawakan menceritakan hal itu, tapi spirit yang ada dalam diri kami pasti mengenai mimpi dan juga perjuangan.
Aurel: Betul banget. Karena di JKT48, kami berempat merasa kalau kami jarang dapat kesempatan. Itu yang membuat kami ingin buat gebrakan supaya ini loh, anak-anak berempat ini juga bisa dapat kesempatan dengan jalan yang kami buat sendiri.
Rona: Lirik lantang memang berbeda jauh dengan lirik Cinta Remaja. Lantang kami ciptakan karena tujuannya memang ingin menyuarakan curhatan kami hehehe. Sedangkan Kisah Remaja diciptakan agar jauh lebih relatable dengan banyak penikmat musik di Indonesia.
Sisca: Betul! Sampai kapanpun kami tidak akan berhenti untuk nyanyiin Lantang. Itu sangat berhubungan dengan berbagai keadaan, nggak cuma kami yang ada di dalam JKT48.
Ini adalah tahun ketiga JKT48 Acoustic, memiliki eksistensi dan single original sendiri. Apakah sudah puas? ada yang ingin dicapai lagi?
Nadila: Belum. Masih banyak yang ingin kami capai, salah satunya yang terbesar adalah konser tunggal.
Aurel: Sebenarnya kalau untuk puas, menurut aku setiap orang pasti punya rasa kurang puas. Kami masih ingin memperluas JKT48 supaya orang-orang juga tahu ada JKT48 yang punya karya-karya terbaik. Kami juga ingin konser sendiri dengan penonton yang lebih banyak dan pastinya bisa go international.
Rona: Kami bersyukur dengan pencapaian selama tiga tahun ini. Tapi, pastinya kami belum puas karena masih banyak hal yang belum dicapai. Salah satunya, kami ingin perform di festival-festival musik besar. Ingin perform di Jepang juga karena Sisca dan Aurel belum pernah ke Jepang. Dan pastinya, kami ingin membuat lebih banyak karya dan bisa mem-publish-nya di platform musik.
Sisca: Pastinya belum puas, dan tidak akan pernah puas. Ingin banger bisa punya konser sendiri. Mini concert atau showcase saja sudah suatu impian buat kami. Kami juga ingin bisa diundang ke festival-festival musik seperti we the fest misalkan.
Seperti apa kalian ingin JKT48 Acoustic dilihat dalam beberapa tahun lagi?
Nadila: Dilihat sebagai bentuk perjuangan, bagi adik-adik junior kami, maupun fans. Semoga dengan adanya kami, bisa menjadi semangat buat semua orang kalau kesempatan itu bisa diciptakan sendiri.
Aurel: Karya-karya dan perjuangan kami berproses, dan berharap juga bisa jadi inspirasi banyak orang.
Rona: Kami ingin JKT48 Acoustic dikenal masyarakat umum, di luar fans JKT48. Dan kualitas kami bisa disejajarkan dengan grup-grup lain yang sudah senior dan sering tampil di festival-festival musik.
Sisca: Kita bakal terus bersama sih. Entah masih dalam JKT48 atau sudah enggak. Kami akan berusaha untuk tetap sama-sama.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
