Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 November 2017 | 15.31 WIB

Alasan Adipati Dolken dan Velove Vexia Terpilih di Hujan Bulan Juni

Valove Vexia - Image

Valove Vexia

JawaPos.com - Adipati Dolken dan Velove Vexia terlibat dalam film terbaru berjudul Hujan Bulan Juni. Keterlibatan keduanya dipilih langsung oleh sutradara Hestu Saputra.


Hestu Saputra mengatakan bahwa pemilihan Adipati Dolken dan Velove Vexia karena keduanya dinilai punya kapasitas mumpuni. Apalagi dua tokoh utama dalam Hujan Bulan Juni membutuhkan karakter kuat.


"Idealismenya ngga boleh lepas dari karakter, dan kedalaman akting harus matang," kata Hestu Saputra saat berkunjung ke JawaPos.com, Graha Pena Jakarta Selatan, Selasa (31/10)


Khusus Adipati Dolken, Hestu Saputra menyebut pilihan itu dijatuhkannya sejak awal. Dia memilih langsung aktor tampan tersebut untuk memainkan tokoh Sarwono. Menurutnya Adipati punya kecocokan yang kuat dengan tokoh.


"Adipati calon tunggal, pas baca naskah langsung pilih dia. Kapasitasnya enggak diragukan. Value Sarwono yang merupakan dosen yang dewasa cocok sama dia," jelasnya.


"Velove pun punya passion paling besar dan memahami puisi juga. Kebetulan dia latar belakang Manado dan Jawa," sambung Hestu.


Saat proses syuting, sutradara menuntut kedua pemain ini untuk mendalami puisi, terutama puisi karya Sapardi Djoko Darmono.


"Velove mudah memahaminya, kalau Adipati pas reading setiap hari bikin puisi. Dia suka gambar dan sekarang saya suruh bikin puisi, sekaligus pendalaman karakter," ungkapnya.


Film Hujan Bulan Juni segera hadir di seluruh biskop tanah air. Film drama tersebut patut dinantikan karena merupakan hasil adaptasi dari novel legendaris berjudul sama karya Sapardi Djoko Darmono.


Hestu Saputra sebagai sutradara mengatakan bahwa tugas membuat film Hujan Bulan Juni cukup berat. Dia dituntut menerjemahkan puisi dan novel karya Sapardi Djoko Damono yang sudah sangat terkenal menjadi sajian film yang menyenangkan.


Berbagai komunikasi dilakukan Hestu Saputra dengan Sapardi Djoko Darmono. Dia menanyakan konten penting dari puisi atau novel yang harus dimasukkan ke dalam film. Meski demikian, tidak ada intervensi di antara keduanya. Sapardi bahkan membebaskan Hestu untuk mengembangkannya.


Naskah film Hujan Bulan Juni ditulis oleh Titien Wattimena. Menurut Hestu, pengerjaan naskah berlangsung selama satu tahun. Sementara syuting berlangsung satu bulan. Pengambilan gambar dilakukan seminggu di Jepang, Manado selama 17 hari, dan selebihnya di Jakarta.


Hujan Bulan Juni mengisahkan hidup Pingkan (Velove Vexia) yang merupakan gadis campuran Manado dan Jawa. Dia menjalin hubungan tanpa status dengan pria Jawa bernama Sarwono (Adipati Dolken).


Polemik muncul saat Pingkan yang merupakan dosen muda Sastra Jepang di Universitas Indonesia mendapatkan tugas belajar ke Negeri Sakura. Dia ditemani Katsuo (Koutaro Kakimoto), orang asal Jepang yang belajar di Indonesia. Sementara Sarwono pun tidak rela orang yang disayanginya pergi.


Selain pemain di atas, Hujan Bulan Juni juga dibintangi Baim Wong, Ira Wibowo, Sundari Soekotjo, Jajang C Noer, Sapardi, dan lainnya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore