Suasana balap di MotoGP (Instagram @motogp)
JawaPos.com – Pengambilalihan kepemilikan MotoGP oleh Liberty Media memunculkan berbagai kebijakan baru yang memicu kekhawatiran penggemar.
Sejumlah langkah dianggap mengancam identitas historis MotoGP yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Berikut 7 perubahan kebijakan yang menjadi sorotan utama dan dinilai dapat menghapus jejak sejarah kompetisi balap motor paling bergengsi ini, seperti dilansir dari laman Crash pada Minggu (21/9).
1. Penurunan Visibilitas Moto2 dan Moto3
Mulai tahun depan, Liberty berencana memindahkan paddock Moto2 dan Moto3 ke area sudut, jauh dari pitlane utama. Kebijakan ini meniru format Formula 2 dan Formula 3 yang jarang mendapat sorotan. Keputusan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan tim satelit yang sudah kesulitan mencari sponsor. Penurunan eksposur dipandang mengurangi daya tarik dan nilai kompetitif dua kelas pengembangan itu.
2. Instruksi Penyiar Mengabaikan Gelar Non-MotoGP
Liberty dilaporkan meminta penyiar untuk tidak lagi menyebut gelar juara 125cc dan Moto2 para pembalap. Contohnya, Marc Marquez hanya akan disebut tujuh kali juara MotoGP jika menambah gelar di Motegi. Langkah ini dinilai merendahkan perjalanan karier pembalap yang berawal dari kelas junior. Para penggemar mengecam kebijakan yang seakan menghapus sejarah prestasi penting tersebut.
3. Krisis Identitas dalam Format Pertandingan
Perubahan format, seperti memindahkan posisi Moto2 dan Moto3, dikhawatirkan menggeser nilai tradisional MotoGP. MotoGP selama ini menonjol karena keterlibatan berbagai kelas mesin yang diakui sebagai kejuaraan dunia. Dengan kebijakan baru, esensi balap motor sebagai olahraga bertingkat bisa terkikis. Banyak pihak menilai kebijakan ini hanya mengejar kemasan hiburan tanpa mempertahankan nilai historis.
4. Minimnya Apresiasi Terhadap Sejarah Kejuaraan
Liberty dianggap kurang memahami pentingnya warisan sejarah MotoGP. Mereka dinilai menyepelekan peringatan sejarah seperti ulang tahun ke-70 MotoGP, berbanding terbalik dengan upacara besar yang dilakukan Dorna sebelumnya. Pendekatan ini menurunkan nilai simbolik momen bersejarah bagi para penggemar. Kritikus menilai kebijakan ini menunjukkan kurangnya kepekaan terhadap perjalanan panjang MotoGP.
5. Ancaman Penghapusan Rekor Kelas Bawah
Moto2 dan Moto3 selama ini menjadi batu loncatan penting bagi para pembalap menuju kelas utama. Penghapusan catatan rekor dari kelas-kelas tersebut akan memutus mata rantai sejarah kompetisi. Juara seperti Angel Nieto, yang meraih 13 gelar di kelas kecil, bisa terpinggirkan. Hal ini dikhawatirkan mengurangi makna kejuaraan dunia yang seharusnya menghargai semua kelas mesin.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
