Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 07.35 WIB

Marc Marquez Dukung Aturan Tekanan Ban, tapi Nilai Penalti Terlalu Berat

Marc Marquez. (Instagram @marcmarquez93) - Image

Marc Marquez. (Instagram @marcmarquez93)

JawaPos.com – Marc Marquez menyatakan dukungannya terhadap aturan tekanan ban minimum yang diterapkan di MotoGP demi menjaga keselamatan pembalap.

Namun, menurutnya, hukuman yang diberlakukan saat ini terasa terlalu berat jika seorang pembalap gagal memenuhi ketentuan tekanan ban dalam persentase putaran yang telah ditentukan.

Dikutip dari Crash pada Selasa (5/8), pembalap Ducati Lenovo itu mengungkapkan pengalamannya saat Sprint Race di Brno. Marquez harus menyerahkan posisi terdepan kepada Pedro Acosta karena peringatan dari dasbor menunjukkan tekanan bannya belum mencapai ambang batas minimum.

Untuk mengatasi masalah itu, Marquez memanfaatkan slipstream dari Acosta agar suhu dan tekanan ban meningkat, sebelum akhirnya kembali merebut posisi pertama. Strategi serupa juga pernah ia gunakan di Buriram, dan terbukti efektif untuk menghindari penalti.

Di sisi lain, rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia, justru mengalami kebingungan akibat salah menafsirkan indikator tekanan ban. Ia mengira tekanannya belum cukup, lalu mengalah kepada beberapa pembalap dan turun dari posisi kedua ke ketujuh. Padahal, usai balapan diketahui tekanannya sudah sesuai batas aman.

Melihat kondisi ini, Marquez mengusulkan agar penalti yang dikenakan dikurangi.

Saat ini, pembalap bisa mendapat tambahan waktu +8 detik di Sprint Race dan +16 detik di balapan penuh jika tekanan ban tak memenuhi standar selama 30% dan 60% putaran. Menurut Marquez, penalti yang lebih ringan akan lebih adil dan proporsional.

Meski demikian, ada kekhawatiran bahwa hukuman yang lebih ringan justru membuat pembalap cenderung mengabaikan batas aman dan tetap memacu motor saat tekanan ban masih belum ideal. Hal ini bisa bertentangan dengan tujuan utama aturan tersebut, yaitu menjaga keselamatan.

Sebagai respons, pihak Michelin tengah mempertimbangkan perubahan sistem penalti agar bisa diterapkan langsung saat balapan berlangsung, sehingga hasil akhir tidak perlu diubah setelah lomba selesai. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore