
Marc Marquez. (Instagram @marcmarquez93)
JawaPos.com – Marc Marquez menyatakan dukungannya terhadap aturan tekanan ban minimum yang diterapkan di MotoGP demi menjaga keselamatan pembalap.
Namun, menurutnya, hukuman yang diberlakukan saat ini terasa terlalu berat jika seorang pembalap gagal memenuhi ketentuan tekanan ban dalam persentase putaran yang telah ditentukan.
Dikutip dari Crash pada Selasa (5/8), pembalap Ducati Lenovo itu mengungkapkan pengalamannya saat Sprint Race di Brno. Marquez harus menyerahkan posisi terdepan kepada Pedro Acosta karena peringatan dari dasbor menunjukkan tekanan bannya belum mencapai ambang batas minimum.
Untuk mengatasi masalah itu, Marquez memanfaatkan slipstream dari Acosta agar suhu dan tekanan ban meningkat, sebelum akhirnya kembali merebut posisi pertama. Strategi serupa juga pernah ia gunakan di Buriram, dan terbukti efektif untuk menghindari penalti.
Di sisi lain, rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia, justru mengalami kebingungan akibat salah menafsirkan indikator tekanan ban. Ia mengira tekanannya belum cukup, lalu mengalah kepada beberapa pembalap dan turun dari posisi kedua ke ketujuh. Padahal, usai balapan diketahui tekanannya sudah sesuai batas aman.
Melihat kondisi ini, Marquez mengusulkan agar penalti yang dikenakan dikurangi.
Saat ini, pembalap bisa mendapat tambahan waktu +8 detik di Sprint Race dan +16 detik di balapan penuh jika tekanan ban tak memenuhi standar selama 30% dan 60% putaran. Menurut Marquez, penalti yang lebih ringan akan lebih adil dan proporsional.
Meski demikian, ada kekhawatiran bahwa hukuman yang lebih ringan justru membuat pembalap cenderung mengabaikan batas aman dan tetap memacu motor saat tekanan ban masih belum ideal. Hal ini bisa bertentangan dengan tujuan utama aturan tersebut, yaitu menjaga keselamatan.
Sebagai respons, pihak Michelin tengah mempertimbangkan perubahan sistem penalti agar bisa diterapkan langsung saat balapan berlangsung, sehingga hasil akhir tidak perlu diubah setelah lomba selesai. (*)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
