Insiden crash pada sesi free practice di MotoGP Belanda 2025 (Dok. The Race)
JawaPos.com – Serangkaian kecelakaan di free practice MotoGP Belanda pada Jumat (27/6) memicu kritik keras dari para pembalap terhadap ban depan kompon medium Michelin.
Dua bendera merah dan enam pembalap terjatuh dalam tujuh menit awal sesi latihan kedua, meskipun beruntung tidak ada korban cedera serius.
Dilansir dari laman The Race pada Sabtu (28/6), pembalap Honda, Aleix Espargaro, menjadi salah satu korban terjatuh dan langsung menyalahkan ban depan medium sebagai penyebab utamanya.
Espargaro menyebut ban itu "seperti es" dan tidak memberikan peringatan sebelum kehilangan cengkeraman. Espargaro menyebut ban medium sebagai pilihan yang tidak aman di suhu sekitar 23°C seperti di Assen.
Menurut Espargaro, ban soft dan hard berasal dari "keluarga" kompon yang serupa, namun medium justru memiliki karakter yang sangat berbeda. Ia mengaku telah berulang kali meminta Komisi Keselamatan untuk menghapus alokasi ban tersebut dari pilihan pembalap karena terlalu berisiko digunakan.
Pembalap Ducati VR46, Fabio Di Giannantonio, juga mempertanyakan jumlah ban lunak yang disediakan.
Menurutnya, para pembalap terpaksa menggunakan ban medium di awal sesi demi menghemat ban soft untuk time attack, meskipun menyadari risiko keselamatan yang ditimbulkan dari keputusan itu.
Miguel Oliveira dari tim Pramac Yamaha bahkan menyarankan Michelin untuk menghapus kompon medium sepenuhnya.
Oliveira menyebut ban tersebut tidak dapat diprediksi dan tidak bisa bekerja optimal meskipun sudah mencapai suhu ideal. Oliveira mengatakan langkah ke depan sebaiknya hanya membawa dua opsi ban: lunak dan keras.
Kecelakaan paling mencolok terjadi pada pembalap Aprilia, Ai Ogura dan Lorenzo Savadori, yang masing-masing memicu bendera merah setelah kecelakaan terpisah.
Ai Ogura bahkan mengalami highside besar yang membuat motornya terbakar cukup lama di gravel, dan hanya tersisa satu motor untuk menyelesaikan sesi.
Sementara itu, Savadori juga jatuh dengan keras di Tikungan 8 meskipun menggunakan ban depan dan belakang soft. Ia bisa kembali ke lintasan setelah motornya disingkirkan dari posisi berbahaya di tengah trek.
Insiden-insiden ini menegaskan kembali kekhawatiran pembalap mengenai risiko penggunaan ban Michelin tertentu dalam kondisi tertentu.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
