Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Oktober 2017 | 01.50 WIB

Tak Banyak Lagi Ikan Nyangkut di Jala

SUDAH JARANG: Suparto saat mengangkat jala miliknya yang di pasang di Kali Porong. - Image

SUDAH JARANG: Suparto saat mengangkat jala miliknya yang di pasang di Kali Porong.

Puluhan keluarga di Mlirip Rowo, Tarik, Sidoarjo, masih mencoba bertahan hidup dari hasil tangkapan ikan. Ketika petang merambat, para nelayan tersebut mulai menebar jala. Sayang, hasil tangkapan tidak melimpah seperti dulu.


JOS RIZAL-ALLEX QOMARULLA, Sidoarjo


KAMI sedikit putus asa malam itu (13/9). Kata warga sekitar, kami datang terlampau larut. Momen ketika nelayan pergi mencari ikan di tepian kali sudah berlalu. Nelayan yang bermukim di Kampung Nelayan Desa Mlirip Rowo, Tarik, Sidoarjo, telah menyebar.


Sebagian di antara nelayan pergi menuju barat Bendungan Lengkong Baru. Sebagian yang lain bertolak ke timur, menyusuri aliran Kali Porong. Para pencari ikan tersebut biasa berangkat sebelum magrib. Rombongan paling akhir biasa berangkat sebelum azan Isya.


Di desa Mlirip Rowo, para nelayan itu tinggal di RW 4 dan 5. Letaknya persis di bibir Kali Porong. Berdasar catatan pemerintah desa setempat, ada 42 kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya pada hasil tangkapan ikan di Sungai Brantas dan Kali Porong.


Merasa tak ada lagi yang bisa dikerjakan malam itu, kami putuskan kembali ke Balai Desa Mlirip Rowo, tempat kami bermalam. Namun, Sekretaris Desa Mlirip Rowo Aris Ridwan datang dengan membawa kabar gembira. Dia bertemu seorang nelayan yang belum berangkat. Kami pun bergegas menuju tempat nelayan tersebut di tepian Kali Porong.


Di sana, kami bertemu Suparto, nelayan yang disebut Aris. Suparto tidak sendiri malam itu. Kepala Desa Mlirip Rowo Noto Diharjo, rupanya, ikut menemaninya. Keduanya berteman sangat lama. Noto memang suka memancing. Namun, tidak seperti Suparto yang menjadikan hasil tangkapannya untuk membuat dapur keluarganya tetap mengebul, Noto sekadar hobi.


Saat mengetahui kedatangan kami, Suparto tampak senang. Dia mengajak kami ke salah satu tempat favoritnya menjaring ikan di tepian Kali Porong. Letaknya sekitar 400 meter dari Bendungan Lengkong Baru. Ada jaring ikan yang terbentang. Kata Suparto, jaring tersebut sengaja dia pasang menjelang petang.’’Mungkin sudah banyak ikan yang nyangkut,’’ ucap pria 56 tahun itu, lalu terjun ke sungai.


Jaring yang dipasang Suparto cukup panjang. Hampir menjangkau keseluruhan lebar Kali Porong yang mencapai 110 meter. Namun, air di sekitar Suparto mencari ikan tidak terlalu dalam. Hanya mencapai dada.


Ayah dua anak itu mulai menyisir jaringnya dari ujung ke ujung. Senyum merekah di wajahnya saat menemukan ikan yang terjebak. Setelah dilepaskan dari jaring, ikan-ikan tersebut langsung dimasukkannya ke karung.


Aliran Kali Porong malam itu sedikit hangat jika dibandingkan dengan udara di sekitar yang cukup dingin. Kami merasakannya saat mencelupkan kaki ke air. ’’Entuk titik, Pak De (dapat sedikit, Red),’’ tuturnya kepada kami dan Pak Noto yang menunggu di tepian.


Ada sejumlah ikan hasil tangkapannya dalam karung tersebut. Misalnya, mujair (Tilapia nilotica) dan beberapa ikan rengkik (Hemibagrus nemurus). Jumlahnya puluhan.


Sebagian ikan itu akan dia olah menjadi lauk bagi keluarganya. Sisanya dia jual kepada pengepul ikan yang berlokasi tak jauh dari rumahnya. Setelah kembali memasang jaring baru yang berjarak sekitar belasan meter dari jaring pertama, Suparto mulai bercerita. Dia bersahabat dengan Kali Porong dan Sungai Brantas sejak kelas IV. Hampir setiap hari dia menjaring ikan. Bila siang, dia pergi ke sawah merawat lahan padi yang hanya beberapa petak.


Anak pertama di antara tujuh bersaudara tersebut menambahkan, dirinya tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Kondisi ekonomi keluarga menjadi penghambatnya. Dia harus membantu orang tuanya membesarkan enam adiknya selepas lulus SD.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore