
BERPRESTASI: Iptu Handa Wicaksana tidak ragu untuk belajar kepada anak buah.
Jabatan Kanitreskrim Polsek Tegalsari tidak lagi kosong. Iptu Handa Wicaksana, seorang polisi muda, dipercaya menjadi Tegalsari 7. Dia adalah perwira terbaik di angkatannya.
FARID S. MAULANA
---
HARI pertama menjabat Kanitreskrim Polsek Tegalsari (Senin, 30/1), Iptu Handa Wicaksana disambut kasus yang cukup menarik perhatian. Yakni, penusukan yang berujung pada tewasnya seorang pria di parkiran diskotek areal Tunjungan Plaza 2 lantai 6.
Seolah insiden tersebut menjadi ucapan selamat datang, Handa merespons dengan cepat. Tanpa ragu, dia memerintah anak buahnya memburu pelaku. Pria 25 tahun itu juga ikut mengejar pelaku yang diduga masih berada di kawasan mal. ''Masih pagi betul. Rencananya, agak siang dilakukan sertijab, terpaksa ditunda sebentar untuk ngurusi kasus dulu,'' ujarnya.
Berkat proses adaptasi yang cepat dan kerja sama jajaran Reskrim Tegalsari, kasus tersebut segera terungkap. Pelaku penusukan bisa ditangkap. Meski, pengusutan kasus itu sempat terkendala lantaran pelaku enggan buka mulut. ''Berdasar keterangan saksi, saya dapatkan bahwa pelaku dikeroyok korban sebelum menusuk,'' jelasnya.
Hari pertama Handa menjadi Tegalsari 7, sebutan Kanitreskrim Polsek Tegalsari, pun dilalui dengan baik. Handa memang baru sehari menjabat Kanitreskrim. Namun, dia punya kualitas mumpuni. Handa adalah penerima anugerah Adhi Makayasa 2013. Setelah lulus dari Akpol, dia ditugaskan di Satuan Reskrim Polrestabes Surabaya.
Tiga tahun menjadi bagian Satreskrim Polrestabes Surabaya, sulung dua bersaudara itu lantas ditunjuk sebagai Kanitreskrim Polsek Tegalsari. Kepindahan tersebut menyisakan cerita cukup fenomenal. Pada usia 25 tahun, dia menjadi yang termuda di antara 23 Kanitreskrim di polsek jajaran di bawah Polrestabes Surabaya.
Meski begitu, dia tidak canggung. Bahkan langsung klop dengan jajarannya. Buktinya, saat menyelidiki kasus penusukan tersebut, Handa tidak canggung meminta pendapat Panitreskrim Polsek Tegalsari Iptu Zaenal Abidin. Keduanya saling bertukar pikiran tentang kronologi tindak kejahatan tersebut. ''Senior-senior di sini sangat terbuka. Saya mudah beradaptasi,'' katanya.
Alumnus SMAN 1 Salatiga itu menyatakan butuh banyak belajar. Walau menjabat pimpinan, dia tidak ragu menimba ilmu kepada anak buahnya. ''Apalagi, mayoritas di antara mereka sudah berpengalaman tentang kasus-kasus kriminal. Saya butuh pengalaman mereka untuk memimpin Unit Reskrim Polsek Tegalsari,'' ungkapnya.
Polisi yang pernah ditunjuk sebagai dosen tamu di Universitas Narotama tersebut sudah menyiapkan strategi khusus untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Salah satunya mengoptimalkan masyarakat sebagai corong terdepan informasi kepolisian. ''Masyarakat harus bisa jadi polisi bagi diri sendiri lebih dulu,'' tuturnya.
Masyarakat diharapkan aktif memberikan informasi kepada polisi. Karena itu, Handa akan sering turun dan cangkrukan bersama warga. Selain itu, ada satu hal yang ingin dia terapkan di Polsek Tegalsari. Yaitu, apresiasi terhadap personel. Bentuknya bermacam-macam. Bisa berupa pujian, hadiah barang serta uang, atau penghargaan lain. ''Biar ada kebanggaan, mereka bisa merasa dimanusiakan sebagai polisi,'' terangnya.
Handa memang tidak terburu-buru menjanjikan wilayah hukum Polsek Tegalsari aman selama menjadi Kanitreskrim. Yang jelas, dia bakal berusaha keras dan tidak mudah menyerah. ''Kerja ikhlas dan jujur biar masyarakat senang dan merasa aman berada di Tegalsari,'' tandasnya. (*/c14/fal)

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
