
Sinisa Mihajlovic ketika memimpin latihan sebelum AC Milan bertemu Sassuolo
JawaPos.com - Sebulan tanpa kemenangan sepertinya sudah cukup untuk menilai kemampuan Sinisa Mihajlovic di balik kemudi AC Milan.
Karenanya, masa depan Miha (sapaan akrab Mihajlovic) pun berada di ujung tanduk. Hasil pertarungan kandang melawan Sassuolo di San Siro malam nanti jadi penentunya.
Media-media Italia menyebut bahwa apabila gagal memberi kemenangan secara beruntun di kandang, maka waktunya bagi Rossoneri untuk menendang Miha dari kursi pelatihnya.
"Lihat saja apa yang terjadi pada pertandingan menghadapi Sassuolo besok (malam ini, Red)," ujar Presiden AC Milan Silvio Berlusconi dalam wawancaranya dengan Milan Channel.
Statistik beberapa musim terakhir, pencapaian Miha memang tidak seburuk Massimiliano Allegri pada musim 2012-2013. Saat itu, sampai giornata ke-8 Milan baru mendapat dua kali kemenangan dan terdampar di posisi ke-15. Sedangkan Miha, dari delapan giornata dia memberi tiga victory bagi Milan dan terpaku di posisi ke-13.
Bedanya, Miha baru semusim bersama Milan. Berlusconi dalam kunjungan ke Milanello menganggap performa Milan masih on track.
"Dan kami masih percaya diri dengan apa yang sudah dilakukan pelatih kami, dia membawa tim ini bermain dengan gayanya sendiri," lanjutnya.
Upaya Miha untuk menyelamatkan masa depannya ini terganggu dengan badai cedera di sektor depannya. Dari enam stok lini depannya, empat di antaranya tidak bisa dimainkan.
N'Baye Niang, Jeremy Menez, dan Mario Balotelli absen karena cedera. Sedangkan Carlos Bacca masih diragukan kondisinya.
Akan tetapi, Bacca kemungkinan tetap dimainkan Miha untuk mengakhiri rekor paceklik gol sepanjang bulan Oktober ini. Dari tiga laga, hanya satu gol yang diciptakan penggawa Milan. Dia akan didampingi Giacomo Bonaventura di sisi kiri, sedangkan di sisi kanan ada Alessio Cerci.
Macetnya serangan semakin parah dengan bobroknya pertahanan. Ya, musim ini Milan selalu kebobolan dalam setiap pertandingan. Total, dari 8 giornata, sudah ada 14 gol yang bersarang ke gawang Diego Lopez. Atau apabila dirasio rata-rata kebobolannya mencapai 1,75 gol per game.
"Bagaimana saya memperbaikinya? Kadang kalian bisa menumpahkan kemarahan di depan public, kadang cukup saya sendiri yang merasakannya. Semuanya tergantung dari cara untuk menekan tim ini untuk laga-laga berikutnya," tutur pria kelahiran Yugoslavia 46 tahun silam seperti dikutip dari FourFourTwo.
Dengan konfiden, Miha menganggap semua persoalan teknis bisa dia atas dengan modal yang ada di Milan sekarang ini. Apabila gagal, Miha dengan becanda menyebut Milan perlu memanggil pengusir setan.
"Saya tahu bagaimana sepak bola itu bekerja, jika tidak menghasilkan apapun, sepak bola punya aturan sendiri," tegasnya. (ren/ndi/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
