
Diego Costa (tengah) yang sering kali bermain keras sehingga berbuah pelanggaran
MENCATAT 18 pelanggaran dan tiga gol. Itu bukan statistik pemain bertahan, melainkan performa dari striker Chelsea Diego Costa. Kondisi yang membuat manajer Jose Mourinho sewot lantaran Costa adalah striker utama timnya.
Ketimbang Radamel Falcao Garcia atau Loic Remy, Costa lebih dipercaya. Masalahnya, sepanjang musim ini, Costa tidak menunjukkan jati dirinya sebagai striker haus gol, pemain berusia 27 tahun itu lebih dikenal sebagai sosok provokator perusak konsentrasi lawan.
Masalahnya, dengan performa Chelsea yang amburadul musim ini, mereka membutuhkan seorang pemain haus gol. Itulah yang menimbulkan rentetan rumor menyebut Chelsea membidik dua bomber berbahaya di Premier League sekaliber Harry Kane dan Jamie Vardy.
Dilansir The Guardian, Mou mengultimatum Costa untuk memperbaiki performanya. Costa diminta untuk lebih pintar lagi membaca jalannya pertandingan.
’’Saya rasa tidak ada yang salah dengannya. Yang kurang darinya, dia tidak membaca pertandingan. Sebagai penyerang, dia semestinya mampu membaca pertandingan dengan cepat,’’ ujar Mou.
Pelatih asal Portugal itu menyebut Costa kurang cermat dalam membongkar pertahanan lawan. Sangat jarang melihat pergerakan tanpa bola darinya.
’’Costa seharusnya bisa bermain tidak hanya ketika dia memegang bola, tetapi ketika pemain lainnya menguasai bola,’’ ulasnya.
Pekan lalu, Costa mampu menjadi protagonista lewat satu-satunya gol melawan Norwich City di Stamford Bridge (21/11). Sebelum gol itu, Costa terakhir mencetak gol pada laga melawan Aston Villa pada pekan kesembilan (17/10). Artinya, untuk mencetak dua gol saja Costa butuh 270 menit.
Lalu, bagaimana dengan mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur di malam nanti? Mou tidak mau berspekulasi. ’’Semua ini tergantung dari bagaimana dia mampu mengakumulasikan konfidensinya. Dia tidak bisa dikatakan dengan hanya mencetak gol ke gawang Norwich, semua ini perlu proses,’’ lanjutnya.
Dalam kacamata Didier Drogba sebagai mantan striker Chelsea, kelemahan yang dimiliki Costa ini hanya soal adaptasi dengan sepak bola Inggris saja. Kepada London Evening Standard, Drogba menyebut persoalan itu pernah dia hadapi saat pertama kali berbaju Chelsea pada 2004-2005 setelah pindah dari Olympique Marseille.
Dua musim pertama, dia mencetak 10 dan 12 gol di Premier League. Baru pada musim ketiga dia mencetak 20 gol. Bedanya, Costa lebih bagus dengan langsung mampu mencetak 20 gol pada musim pertamanya. Musim ini jadi musim kedua Costa bermain di Chelsea setelah pindah dari Atletico Madrid pada musim panas 2014.
’’Tapi ingat, La Liga tidak sekompetitif Premier League. Musim lalu bolehlah dia bermain cukup kuat dan kompetitif, bukan jaminan itu bisa diulangi lagi musim ini,’’ ucap Drogba.
’’Ada banyak yang perlu dipahami, selain gaya sepak bola Inggris, juga dari sisi intensitas permainan, kontak badan dan cara pandang wasit,’’ imbuhnya.
Membaik atau tersingkir. Mungkin itu pilihan bagi Costa. Bersama Manchester United, Chelsea serius membidik Kane dengan tawaran mencapai 70 juta euro (Rp 1,02 triliun).
’’Kami tegaskan, seperti Hugo Lloris, Kane akan tetap bertahan dan berkembang bersama kami,’’ kata manajer Spurs Mauricio Pochettino dikutip dari The Star. (ren/ha/jpg)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
