seseorang yang memperbaiki suasana hati dengan meditasi. (Magnific)
Keduanya sering dianggap sebagai aktivitas untuk meningkatkan fleksibilitas atau sekadar membuat tubuh lebih rileks. Padahal, jika dilakukan secara teratur, meditasi dan yoga dapat memberikan manfaat yang jauh lebih luas. Dari sudut pandang psikologi, keduanya berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mengelola stres, mengatur emosi, meningkatkan kesadaran diri, serta membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Menariknya, penelitian mengenai kesehatan mental dan penuaan menunjukkan bahwa kondisi psikologis tidak dapat dipisahkan sepenuhnya dari kesehatan fisik. Stres kronis, misalnya, dapat memengaruhi tidur, perilaku makan, aktivitas fisik, dan berbagai proses fisiologis. Karena itu, kebiasaan yang membantu seseorang mengelola stres dan menjaga kesehatan mental secara tidak langsung dapat mendukung kualitas hidup dalam jangka panjang.
Namun, perlu diluruskan bahwa meditasi dan yoga bukan obat ajaib yang secara langsung membuat seseorang hidup lebih panjang. Klaim mengenai "memperpanjang usia" sebaiknya dipahami sebagai kemungkinan kontribusi terhadap faktor-faktor yang berkaitan dengan umur panjang, seperti kesehatan jantung, aktivitas fisik, kualitas tidur, pengelolaan stres, dan kesehatan psikologis.
Lalu, bagaimana sebenarnya meditasi dan yoga dapat membantu?
Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (17/10), terdapat enam cara yang dapat dilakukan secara sederhana dan konsisten.
1. Meditasi Pernapasan untuk Mengurangi Stres dan Menenangkan Pikiran
Salah satu bentuk meditasi yang paling sederhana adalah meditasi pernapasan. Praktik ini tidak membutuhkan alat khusus dan dapat dilakukan hampir di mana saja.
Caranya cukup sederhana. Duduklah dalam posisi yang nyaman, kemudian arahkan perhatian pada napas. Rasakan udara ketika masuk melalui hidung, gerakan dada atau perut, kemudian sensasi ketika udara keluar kembali.
Pikiran kemungkinan besar akan mengembara. Anda mungkin memikirkan pekerjaan, masalah keluarga, rencana masa depan, atau sesuatu yang baru saja terjadi. Itu normal.
Tujuan meditasi bukan membuat pikiran benar-benar kosong.
Sebaliknya, seseorang belajar menyadari bahwa pikirannya sedang mengembara, kemudian perlahan mengembalikan perhatian kepada napas.
Mengapa hal ini dapat memperbaiki suasana hati?
Dalam psikologi, kemampuan untuk menyadari pikiran tanpa langsung bereaksi terhadapnya merupakan bagian penting dari regulasi emosi dan mindfulness.
Ketika seseorang mengalami stres, pikirannya sering masuk ke dalam pola berulang: memikirkan masalah, mengantisipasi hal buruk, kemudian kembali memikirkan masalah yang sama. Siklus tersebut dapat membuat emosi negatif semakin kuat.
Meditasi membantu menciptakan "jarak psikologis" antara seseorang dan pikirannya.
Misalnya, daripada berpikir:
"Saya pasti gagal."
Seseorang belajar mengenali:
"Saya sedang memiliki pikiran bahwa saya mungkin gagal."
Perbedaannya terlihat kecil, tetapi secara psikologis cukup penting. Pikiran tidak lagi secara otomatis dianggap sebagai fakta.
Bagaimana melakukannya?
Mulailah dengan 5–10 menit sehari.
Duduk dengan nyaman.
Pejamkan mata atau arahkan pandangan ke satu titik.
Tarik napas secara alami.
Perhatikan sensasi napas.
Ketika pikiran mengembara, sadari tanpa menghakimi.
Kembalikan perhatian ke napas.
Ulangi selama beberapa menit.
Tidak perlu memaksa napas menjadi sangat dalam atau mengikuti teknik yang rumit.
Konsistensi lebih penting daripada durasi panjang.
Hubungannya dengan kesehatan jangka panjang
Stres yang terus-menerus dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk tidur, pola makan, aktivitas fisik, dan kesehatan psikologis. Dengan membantu seseorang mengelola respons terhadap stres, meditasi dapat menjadi salah satu kebiasaan yang mendukung gaya hidup sehat.
Jadi, manfaatnya mungkin bukan karena meditasi secara langsung "menambah tahun kehidupan", tetapi karena meditasi dapat membantu menciptakan kondisi psikologis yang lebih sehat untuk menjalani kehidupan dalam jangka panjang.
2. Yoga dengan Gerakan Perlahan untuk Meningkatkan Mood dan Kesadaran Tubuh
Yoga memiliki keunikan karena menggabungkan gerakan tubuh, pernapasan, perhatian, dan relaksasi.
Tidak semua yoga harus dilakukan dengan gerakan sulit. Bahkan yoga dengan gerakan perlahan dapat menjadi pilihan yang baik bagi orang yang baru memulai.
Beberapa gerakan dasar seperti child's pose, cat-cow, mountain pose, atau peregangan sederhana dapat dilakukan dengan intensitas ringan.
Yang penting bukan seberapa sulit posisi yang dapat dilakukan, tetapi bagaimana seseorang memperhatikan tubuhnya selama bergerak.
Mengapa yoga dapat memengaruhi suasana hati?
Aktivitas fisik secara umum memiliki hubungan dengan kesehatan mental. Ketika seseorang bergerak secara teratur, tubuh mendapatkan stimulasi fisik yang dapat membantu meningkatkan kebugaran dan mendukung kondisi psikologis.
Yoga juga memberikan elemen tambahan berupa perhatian terhadap napas dan sensasi tubuh.
Seseorang tidak hanya bergerak, tetapi juga belajar menyadari:
ketegangan otot,
pola pernapasan,
rasa lelah,
kenyamanan tubuh,
serta perubahan emosi.
Kesadaran tersebut dapat membantu seseorang mengenali kondisi dirinya sebelum stres berkembang menjadi lebih berat.
Yoga juga dapat membantu seseorang lebih mengenal tubuh
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang baru menyadari bahwa dirinya sangat tegang setelah mengalami sakit kepala, nyeri punggung, atau kelelahan.
Yoga mengajarkan seseorang untuk memperhatikan sinyal tubuh lebih awal.
Misalnya, ketika bahu terasa tegang, seseorang dapat menyadarinya sebelum ketegangan tersebut semakin mengganggu.
Kesadaran tubuh seperti ini dapat menjadi bagian dari self-care.
Untuk mendapatkan manfaatnya, tidak perlu ekstrem
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap yoga harus dilakukan selama satu jam dengan posisi yang sulit.
Padahal, latihan sederhana selama 10–20 menit secara rutin dapat lebih realistis bagi banyak orang dibandingkan latihan panjang tetapi hanya dilakukan sesekali.
Prinsipnya:
lebih baik sedikit tetapi konsisten daripada banyak tetapi jarang.
3. Meditasi Mindfulness untuk Mengurangi Kebiasaan Overthinking
Salah satu masalah psikologis yang sering dialami manusia modern adalah overthinking, yaitu kecenderungan memikirkan suatu masalah berulang-ulang tanpa menghasilkan solusi yang jelas.
Contohnya:
"Sebenarnya tadi saya salah bicara tidak?"
"Bagaimana kalau keputusan saya ternyata salah?"
"Bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi?"
Memikirkan masalah tentu tidak selalu buruk. Perencanaan dan evaluasi justru penting.
Masalah muncul ketika pikiran terus berputar tanpa menghasilkan tindakan yang konstruktif.
Meditasi mindfulness dapat membantu seseorang belajar mengamati pikiran tanpa harus mengikuti setiap pikiran yang muncul.
Praktik "mengamati pikiran"
Duduklah dengan nyaman dan fokus pada napas selama beberapa menit.
Setelah pikiran mulai muncul, jangan berusaha mengusirnya.
Bayangkan pikiran seperti awan yang bergerak melewati langit.
Ada pikiran tentang pekerjaan.
Biarkan.
Ada kenangan masa lalu.
Biarkan.
Ada kekhawatiran mengenai masa depan.
Sadari.
Kemudian kembali kepada napas.
Latihan ini mengajarkan bahwa pikiran dapat muncul tanpa harus selalu diikuti.
Mengapa ini penting untuk suasana hati?
Emosi dan pikiran saling berhubungan.
Ketika seseorang terus memikirkan sesuatu yang negatif, emosinya dapat ikut terbawa. Sebaliknya, ketika seseorang belajar mengamati pikiran tanpa langsung mempercayainya atau bereaksi terhadapnya, intensitas pengalaman tersebut dapat terasa lebih mudah dikelola.
Dalam psikologi, kemampuan seperti ini berkaitan dengan regulasi emosi dan fleksibilitas psikologis.
Manfaat jangka panjang
Jika dilakukan secara konsisten, mindfulness dapat menjadi latihan untuk menghadapi kehidupan sehari-hari dengan respons yang lebih sadar.
Alih-alih langsung bereaksi:
masalah → emosi → tindakan impulsif
seseorang dapat belajar menciptakan ruang:
masalah → sadar → berhenti sejenak → memilih respons.
Kemampuan tersebut dapat berguna dalam hubungan sosial, pekerjaan, maupun kehidupan pribadi.
4. Yoga dan Latihan Pernapasan untuk Mendukung Kualitas Tidur
Tidur merupakan salah satu fondasi penting bagi kesehatan fisik dan psikologis.
Sayangnya, stres sering membuat tubuh terasa lelah tetapi pikiran tetap aktif.
Seseorang mungkin sudah berbaring selama 30 menit, tetapi pikirannya masih memikirkan pekerjaan, percakapan sebelumnya, masalah keuangan, atau rencana untuk esok hari.
Yoga ringan dan latihan pernapasan dapat menjadi bagian dari rutinitas sebelum tidur.
Rutinitas sederhana sebelum tidur
Sekitar 15–30 menit sebelum tidur, matikan atau jauhkan perangkat yang tidak diperlukan.
Kemudian lakukan beberapa gerakan peregangan ringan.
Misalnya:
peregangan leher,
child's pose,
peregangan punggung,
gerakan kaki sederhana,
atau posisi berbaring dengan napas perlahan.
Setelah itu, lakukan beberapa menit perhatian terhadap napas.
Tidak perlu mengejar kondisi "harus langsung tertidur".
Tujuannya adalah membantu tubuh dan pikiran memasuki kondisi yang lebih tenang.
Mengapa tidur berkaitan dengan umur panjang?
Kualitas tidur berkaitan erat dengan berbagai aspek kesehatan.
Kurang tidur atau tidur yang buruk dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, kemampuan mengendalikan emosi, serta perilaku sehari-hari.
Sebaliknya, tidur yang cukup membantu tubuh menjalankan berbagai proses pemulihan.
Karena itu, jika yoga dan meditasi membantu seseorang membangun rutinitas tidur yang lebih baik, manfaatnya dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih sehat secara keseluruhan.
Namun, jika seseorang mengalami insomnia berat atau gangguan tidur yang menetap, meditasi dan yoga sebaiknya tidak menggantikan evaluasi dari tenaga kesehatan.
5. Yoga sebagai Aktivitas Fisik untuk Menjaga Tubuh Tetap Aktif
Meditasi sangat baik untuk melatih perhatian, tetapi yoga memiliki kelebihan lain: tubuh ikut bergerak.
Aktivitas fisik merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga kesehatan sepanjang kehidupan.
Yoga dapat melatih beberapa aspek kebugaran, seperti:
fleksibilitas,
keseimbangan,
mobilitas,
kekuatan otot tertentu,
koordinasi,
dan kesadaran tubuh.
Bagi sebagian orang, yoga juga menjadi pintu masuk menuju gaya hidup yang lebih aktif.
Misalnya, seseorang yang awalnya hanya melakukan yoga 15 menit di rumah kemudian mulai berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau melakukan latihan kekuatan.
Dengan demikian, manfaat terbesar yoga mungkin bukan hanya berasal dari satu sesi latihan, tetapi dari kemampuannya membangun kebiasaan aktif.
Mengapa aktivitas fisik berkaitan dengan kesehatan jangka panjang?
Tubuh manusia dirancang untuk bergerak.
Terlalu banyak duduk dan kurang aktivitas fisik dapat menjadi masalah bagi kesehatan. Sebaliknya, aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat mendukung kebugaran dan kesehatan secara keseluruhan.
Yoga dapat menjadi salah satu pilihan, tetapi tidak harus menjadi satu-satunya aktivitas.
Untuk kesehatan jangka panjang, kombinasi berbagai jenis aktivitas biasanya lebih masuk akal.
Misalnya:
Yoga + jalan kaki + latihan kekuatan + aktivitas sehari-hari.
Dengan cara tersebut, tubuh mendapatkan stimulasi yang lebih beragam.
6. Meditasi dan Yoga sebagai Cara Membangun Gaya Hidup yang Lebih Sehat
Manfaat terbesar meditasi dan yoga mungkin justru muncul ketika keduanya tidak dipandang sebagai "trik cepat untuk hidup lebih lama".
Sebaliknya, keduanya dapat digunakan sebagai jangkar kebiasaan sehat.
Seseorang yang mulai rutin melakukan yoga mungkin menjadi lebih sadar terhadap tubuhnya.
Seseorang yang rutin bermeditasi mungkin mulai menyadari bagaimana stres memengaruhi perilakunya.
Dari kesadaran tersebut, seseorang dapat mulai melakukan perubahan lain.
Misalnya:
tidur lebih teratur,
mengurangi kebiasaan begadang,
lebih sering berjalan kaki,
memperhatikan makanan,
mengurangi konsumsi alkohol atau rokok,
mengatur waktu kerja,
dan menyediakan waktu untuk hubungan sosial.
Inilah bagian penting yang sering terlewat.
Umur panjang bukan hanya tentang satu aktivitas
Tidak ada satu kebiasaan yang dapat menjamin seseorang berumur panjang.
Umur panjang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetika, lingkungan, kondisi sosial, akses terhadap pelayanan kesehatan, perilaku, aktivitas fisik, pola makan, tidur, dan berbagai faktor lainnya.
Karena itu, mengatakan bahwa "meditasi membuat hidup lebih panjang" secara mutlak akan terlalu sederhana.
Pernyataan yang lebih tepat adalah:
Meditasi dan yoga dapat membantu membangun sejumlah faktor psikologis dan perilaku yang mendukung kesehatan dan kualitas hidup, terutama jika menjadi bagian dari gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Cara Memulai Meditasi dan Yoga bagi Pemula
Banyak orang gagal mempertahankan kebiasaan baru bukan karena praktiknya terlalu sulit, tetapi karena mereka membuat target yang terlalu besar sejak awal.
Tidak perlu langsung melakukan yoga satu jam setiap hari atau bermeditasi selama 30 menit.
Mulailah dengan rutinitas yang mudah.
Minggu pertama
Pagi:
5 menit meditasi pernapasan.
Sore atau malam:
10 menit peregangan atau yoga ringan.
Minggu kedua
Naikkan secara perlahan menjadi:
Meditasi: 5–10 menit.
Yoga: 15–20 menit.
Setelah kebiasaan mulai terbentuk, durasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Yang lebih penting adalah menemukan pola yang realistis.
Jika hanya memiliki waktu 10 menit, gunakan 10 menit tersebut.
Jangan berpikir:
"Kalau tidak bisa satu jam, percuma."
Justru pemikiran seperti itu sering membuat kebiasaan tidak pernah dimulai.
Contoh Rutinitas 15 Menit Setiap Hari
Bagi Anda yang sibuk, berikut contoh rutinitas sederhana.
Menit 1–3: Menenangkan tubuh
Duduk atau berdiri dengan nyaman.
Tarik napas secara alami dan lepaskan ketegangan pada bahu.
Menit 4–8: Meditasi
Arahkan perhatian kepada napas.
Ketika pikiran mengembara, kembali ke napas.
Tidak perlu memaksa pikiran menjadi kosong.
Menit 9–13: Yoga ringan
Lakukan beberapa gerakan sederhana sesuai kemampuan tubuh.
Fokus pada gerakan yang nyaman dan jangan memaksakan posisi.
Menit 14–15: Diam dan evaluasi
Tanyakan kepada diri sendiri:
"Bagaimana perasaan saya sekarang dibandingkan 15 menit yang lalu?"
Tidak perlu mencari jawaban yang sempurna.
Cukup perhatikan perubahan yang terjadi.
Jika dilakukan secara konsisten, rutinitas singkat seperti ini dapat menjadi waktu untuk berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Meditasi dan yoga umumnya dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat, tetapi bukan berarti semua praktik cocok untuk semua orang.
Jika melakukan yoga, sesuaikan gerakan dengan kemampuan tubuh. Jangan memaksakan posisi hanya karena ingin terlihat lebih fleksibel.
Jika mengalami rasa sakit, hentikan gerakan dan evaluasi penyebabnya.
Begitu pula dengan meditasi.
Bagi sebagian orang, duduk diam dan memperhatikan pikiran justru dapat terasa tidak nyaman, terutama ketika sedang menghadapi tekanan psikologis tertentu.
Dalam kondisi tersebut, pendekatan yang lebih terstruktur dengan bantuan profesional dapat lebih sesuai.
Meditasi dan yoga juga tidak seharusnya digunakan sebagai pengganti pengobatan ketika seseorang memiliki kondisi medis atau gangguan psikologis yang membutuhkan penanganan profesional.
Kesimpulan
Meditasi dan yoga bukan sekadar tren gaya hidup.
Keduanya menawarkan pendekatan yang menggabungkan perhatian terhadap pikiran, emosi, pernapasan, dan tubuh.
Dari sudut pandang psikologi, enam cara yang dapat membantu adalah:
Meditasi pernapasan untuk membantu mengelola stres.
Yoga dengan gerakan perlahan untuk meningkatkan kesadaran tubuh dan mendukung suasana hati.
Mindfulness untuk membantu mengelola overthinking dan meningkatkan regulasi emosi.
Yoga dan latihan pernapasan sebagai bagian dari rutinitas yang mendukung tidur.
Yoga sebagai aktivitas fisik untuk menjaga mobilitas, keseimbangan, dan kebugaran.
Meditasi dan yoga sebagai fondasi untuk membangun gaya hidup yang lebih sehat.
Pada akhirnya, rahasia hidup sehat kemungkinan bukan terletak pada satu aktivitas tertentu.
Yang lebih penting adalah konsistensi dalam menjaga tubuh dan pikiran.
Meditasi selama 10 menit mungkin terlihat sederhana. Yoga selama 15 menit mungkin terlihat tidak terlalu banyak. Namun, jika dilakukan secara rutin dan menjadi bagian dari pola hidup yang lebih sehat, kebiasaan kecil tersebut dapat memberikan dampak yang jauh lebih berarti daripada aktivitas besar yang hanya dilakukan sesekali.
Jadi, jangan mulai dengan pertanyaan:
"Berapa lama saya harus bermeditasi agar hidup lebih panjang?"
Mulailah dengan pertanyaan yang lebih sederhana:
"Apa yang bisa saya lakukan hari ini agar tubuh saya sedikit lebih aktif dan pikiran saya sedikit lebih tenang?"
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022