gambar ilustrasi dari magnific
JawaPos.com - Menjalani hubungan romantis tidak selalu berarti seseorang merasa yakin untuk terus bersama pasangannya.
Dalam beberapa situasi, seseorang bisa mencintai pasangannya, tetapi tetap mempertanyakan masa depan hubungan tersebut.
Keraguan ini dikenal sebagai commitment uncertainty atau ketidakpastian komitmen, yaitu kondisi ketika seseorang tidak yakin dengan keinginannya untuk bertahan, melanjutkan hubungan, atau terus berinvestasi secara emosional.
Dikutip dari artikel Psychology Today, ketidakpastian komitmen dapat muncul sejak awal hubungan atau berkembang setelah pasangan mengalami peristiwa penting.
Keraguan juga bisa tumbuh secara perlahan ketika kedekatan emosional dan keterlibatan dalam hubungan mulai berkurang.
Kondisi ini berbeda dari ketidakpastian saat pendekatan, karena terjadi ketika pasangan sudah memiliki kesepakatan mengenai status hubungan mereka.
Salah satu penyebabnya adalah perbedaan antara keinginan untuk bertahan dan faktor yang membuat seseorang merasa harus tetap bersama.
Dalam psikologi hubungan, keduanya dikenal sebagai dedication commitment dan constraint commitment. Komitmen berdasarkan keinginan muncul ketika seseorang memang ingin membangun masa depan bersama pasangannya.
Sementara itu, komitmen karena keterikatan situasional dapat dipengaruhi oleh anak, kondisi finansial, kehidupan yang telah dibangun bersama, atau tekanan sosial.
Seseorang bisa saja tetap bertahan karena faktor-faktor tersebut meskipun keinginannya untuk melanjutkan hubungan mulai melemah.
Faktor psikologis lain yang turut berperan adalah pola keterikatan atau attachment. Orang dengan kecemasan keterikatan (attachment anxiety) mungkin sering mengkhawatirkan apakah dirinya cukup berharga bagi pasangan atau takut ditinggalkan.
Sebaliknya, seseorang dengan kecenderungan menghindari kedekatan (attachment avoidance) bisa merasa tidak nyaman ketika hubungan menuntut keintiman dan ketergantungan emosional. Kedua pola ini dapat berkaitan dengan keraguan terhadap komitmen, meskipun tidak otomatis menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah hubungan.
Keraguan juga dapat bertahan karena pasangan menghindari pembicaraan yang sulit. Ada orang yang menunda keputusan karena takut menyakiti pasangan, menghadapi perubahan finansial, atau kehilangan kehidupan yang sudah dibangun bersama.
Di sisi lain, konflik yang tidak terselesaikan dapat membuat seseorang berpikir bahwa ia baru akan berkomitmen sepenuhnya setelah hubungan membaik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022