
Ilustrasi citra satelit NASA terhadap tingkat polusi Karbon Monoksida di Indonesia/eyes.nasa.gov
JawaPos.com - Gambar tersebut memperlihatkan citra satelit NASA yang menunjukkan sebaran gas Karbon Monoksida (Carbon Monoxide) di atmosfer dengan wilayah Indonesia yang tampak didominasi oleh warna merah pekat.
Anda dapat melihat pemantauan satelit NASA ini melalui situs eyes.nasa.gov. Data tersebut menunjukkan rata-rata sebaran Karbon Monoksida yang dicatat selama tiga hari, yakni pada tanggal 14-16 Oktober 2026, di ketinggian 5,5 km di atas atmosfer.
Berdasarkan informasi dari laman spatialhighlights yang dikutip pada (16/10), warna oranye dan merah pada peta tersebut menunjukkan konsentrasi karbon monoksida yang relatif lebih tinggi, sementara itu, warna biru dan ungu menunjukkan konsentrasi yang lebih rendah.
Selanjutnya, gambar tersebut memperlihatkan sebaran Karbon Monoksida yang relatif tinggi di atmosfer.
Salah satu sumber dari gas ini diketahui berasal dari karhutla. Karbon Monoksida (CO) adalah gas yang tidak berwarna, tidak berasa, tidak mengiritasi dan tidak berbau.Gas ini dihasilkan melalui pembakaran gas, minyak, petrol, bahan bakar padat atau kayu. Terbentuknya gas CO ini berasal dari kebakaran, tungku, pemanas, oven dan mesin.
Berdasarkan informasi resmi dari laman pom.go.id Batas paparan karbon monoksida yang diperbolehkan oleh OSHA (Occupational Safety and Health Administration) adalah 35 ppm untuk waktu 8 jam/hari kerja.Kadar yang dianggap langsung berbahaya terhadap kehidupan atau kesehatan adalah 1500 ppm (0,15%).Paparan dari 1000 ppm (0,1%) selama beberapa menit dapat menyebabkan 50% kejenuhan dari karboksi hemoglobin dan dapat berakibat fatal.
Paparan gas CO dapat menimbulkan dampak yang serius saat gas terhirup dalam jumlah berbahaya. Gas CO kerap disebut sebagai “silent killer” karena tidak berwarna dan berbau, sehingga keberadaannya sulit dikenali.
Gas ini kemudian dapat masuk ke dalam aliran darah dan mengganggu fungsi organ tubuh. Berdasarkan informasi dari laman keslan.kemkes.go.id berikut beberapa dampak paparan gas CO yang dapat berpengaruh pada kondisi tubuh.
Keracunan
Gejala keracunan gas CO dapat ditandai dengan beberapa keluhan seperti pusing, mual, muntah, lelah, lesi pada kulit, berkeringat banyak, pyrexia, pernapasan meningkat, tekanan darah tinggi, kebingungan, gangguan penglihatan, konvulsi, hipotensi, detak jantung lebih tepat, myocardial, dan ischemia.
Karbon Monoksida lebih mudah diserap oleh darah dibandingkan dengan oksigen. Gas CO akan berikatan bersama darah dan membentuk Karboksihemoglobin, kondisi ini mengurangi kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, organ penting termasuk otak dan jantung dapat mengalami kekurangan oksigen sehingga fungsi-fungsinya akan terganggu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022