Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Oktober 2026 | 00.48 WIB

Citra Satelit NASA Tampilkan Wilayah Indonesia Memerah, Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan

Citra satelit NASA ungkap hampir seluruh wilayah Indonesia berwarna merah akibat karhutla yang semakin parah. (NASA) - Image

Citra satelit NASA ungkap hampir seluruh wilayah Indonesia berwarna merah akibat karhutla yang semakin parah. (NASA)

JawaPos.com – Citra satelit Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperlihatkan hampir seluruh wilayah Indonesia diselimuti warna merah dalam visualisasi konsentrasi karbon monoksida (CO) di atmosfer pada pertengahan Oktober 2026. 

Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kepulan asap pekat di sejumlah wilayah, terutama Kalimantan dan Sumatra.

Berdasarkan data NASA Worldview periode 4–14 Oktober 2026 dan NASA Eyes on the Earth pada 13–15 Oktober 2026 yang menjadi bahan pemantauan, terlihat sebaran asap di sejumlah kawasan Indonesia. 

Sementara itu, visualisasi atmosfer menunjukkan konsentrasi karbon monoksida dengan skala warna merah yang mencapai batas tampilan 160 parts per billion by volume (ppbv).

Warna merah yang mendominasi peta tersebut menjadi gambaran penting mengenai kondisi atmosfer Indonesia. Namun, warna itu bukan berarti seluruh wilayah mengalami kebakaran atau tertutup kabut asap dengan tingkat kepekatan yang sama.

Visualisasi tersebut menunjukkan konsentrasi gas karbon monoksida di atmosfer, bukan secara langsung menggambarkan ketebalan asap di permukaan tanah.

Meski demikian, keberadaan karbon monoksida dalam konsentrasi tinggi patut mendapat perhatian karena gas tersebut merupakan salah satu polutan yang dapat dihasilkan dari proses pembakaran, termasuk kebakaran vegetasi dan lahan gambut.

Asap Karhutla di Kalimantan dan Sumatra Terekam Satelit NASA

Pemantauan melalui NASA Worldview memperlihatkan kepulan asap di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra selama periode pengamatan Oktober 2026.

Kedua pulau tersebut memiliki kawasan hutan dan lahan gambut yang rentan terbakar ketika kondisi lingkungan mengering. Kebakaran pada lahan gambut juga memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kebakaran vegetasi biasa.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore