Ilustrasi, tempat tinggal yang menurut pakar Feng Shui bisa mendatangkan nasib buruk. Magnific/ magnific.
JawaPos.com - Natalia Kaylin, seorang konsultan Feng Shui sekaligus mindful design mengungkapkan bahwa dalam Feng Shui segala sesuatunya dianggap sebagai energi, terlepas apakah objek tersebut tidak bernyawa atau tampak acak.
Meski prinsip-prinsip Feng Shui lebih fokus pada desain dan dekorasi, tapi lokasi serta arah rumah pun berperan penting.
Dilansir JawaPos.com dari yourtango pada Kamis (15/10), Kaylin menyebut ada sembilan hal di sekitar lokasi rumah yang bisa mendatangkan nasib buruk atau berdampak negatif terhadap aliran energi Anda tanpa Anda sadari.
Bukan tanpa alasan, Kaylin menyebutkan, lingkungan seperti ini dapat mengganggu keseimbangan energi serta mendorong seseorang ke dalam perasaan melankolis dan stagnasi.
Terkecuali Anda sangat sibuk yang menjalani sebagian besar hari di pusat kota secara intens, maka tinggal di dekat lahan basah justru memberikan keseimbangan.
2. Jalan Raya
Kaylin menjelaskan, dalam Feng Shui, kesehatan fisik sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan dalam aspek kehidupan lainnya.
Tinggal di dekat jalan raya berarti hidup Anda akan dipenuhi oleh polusi udara dan kebisingan.
Lalu, kurangnya suasana untuk bersantai juga menjadi masalah yang sama besarnya.
Energi yang bergerak terlalu cepat dari kendaraan yang melaju kencang juga bisa mencegah energi melambat dan terkumpul yang biasanya untuk menutrisi penghuni rumah, demikian menurut Kaylin.
3. Pemakaman
Kaylin mengungkapkan bahwa energi di dekat pemakaman bisa terlalu condong ke arah 'yin'.
Ini adalah jenis energi yang berkaitan dengan kegelapan dan perenungan.
4. Lahan yang Miring ke Bawah
Topografi adalah aspek penting dalam Feng Shui.
Jadi, Kaylin berpendapat bahwa sebaiknya menghindari rumah yang berdiri di atas lahan yang miring ke bawah atau lereng.
Dalam Feng Shui, kondisi ini dianggap sebagai metafora untuk situasi yang 'merosot' atau 'memburuk'.
5. Rumah yang Posisinya Lebih Rendah dari Permukaan Jalan
Demikian pula rumah yang posisinya lebih rendah dari permukaan jalan, seperti hunian semi basement yang dapat menimbulkan masalah serupa.
Rasa cemas yang timbul akibat membayangkan kendaraan dari jalan di atasnya tergelincir lalu masuk ke dalam rumah lama-kelamaan bisa menjadi beban yang berat untuk keluarga atau penghuni rumah.
6. Pemandangan yang Terlalu Terbuka di Belakang Rumah
Dalam Feng Shui, bagian depan dan belakang rumah mengatur aspek kehidupan yang berbeda.
Bagian depan berkaitan dengan keberuntungan, berkah, dan keuangan.
Sementara bagian belakang berkaitan dengan keluarga, hubungan, dan kesehatan.
Jika bagian belakang rumah menghadap ke sungai atau pemandangan yang indah, mungkin nampak memanjakan mata.
Namun, sebenarnya dapat membuat energi Anda terlalu condong ke arah keluarga dan kesehatan, sehingga menjauh dari energi yang berkaitan dengan keuangan di bagian depan rumah Anda.
7. Tepi Tebing
Rumah di tepi tebing yang menghadap ke laut mungkin merupakan salah satu properti yang paling diidamkan.
Namun, menurut Feng Shui, lokasi ini justru sebaiknya dihindari, karena terlalu berbahaya.
Sama seperti kekhawatiran seseorang mengenai risiko tanah longsor atau runtuh dianggap sebagai gangguan yang terlalu besar terhadap aliran 'chi', sehingga tidak sepadan dengan nilai investasinya.
8. Bangunan di Sekitar yang Memiliki Elemen Desain Tajam atau Runcing
Feng Shui menyarankan untuk menghindari objek atau bentuk yang tajam dan runcing yang mengarah ke rumah, karena dapat memancarkan energi agresif yang tentu tidak diinginkan untuk mengalir ke dalam rumah.
Itu sebabnya, Feng Shui memiliki aturan khusus tentang penempatan tanaman kaktus di sekitar rumah.
Jadi, jika ada rumah tetangga atau bangunan di dekat Anda memiliki elemen desain bersudut tajam yang mengarah langsung ke rumah Anda, Kaylin menyarankan untuk menghindarinya jika memungkinkan.
9. Persimpangan Jalan
Mirip dengan tinggal di dekat jalan raya, tinggal di sebelah persimpangan jalan juga membuat seseorang sulit untuk benar-benar merasa tenang.
Kebisingan, sorotan lampu kendaraan yang terus-menerus masuk melalui jendela, serta kekhawatiran akan keselamatan dapat memicu stres yang menurut Feng Shui dapat mengganggu aliran energi penghuni rumah secara keseluruhan.
Jadi, jika rumah Anda berada di dekat persimpangan jalan, Kaylin menyarankan untuk menanam semak-semak tinggi atau memasang pagar guna menciptakan jarak dan pemisah dari hiruk-pikuk jalanan tersebut.
Hal terpenting adalah tetap menjaga ketenangan Anda.***