Ilustrasi, orang yang selalu beruntung. Magnific/ diana.grytsku.
JawaPos.com - Orang yang nampak selalu beruntung bukan hanya karena faktor kelahiran atau takdir, tapi mereka menciptakannya sendiri.
Bila dilihat lebih dalam, orang-orang yang selalu beruntung fokus pada delapan hal ini, seperti dilansir JawaPos.com dari yourtango pada Rabu (14/10).
Simak ulasan selengkapnya.
1. Bersikap Proaktif, Bukan Reaktif
Ada tiga tipe orang, yakni mereka yang mewujudkan sesuatu, mereka yang hanya menonton peristiwa terjadi, dan mereka yang bertanya-tanya apa yang baru saja terjadi.
Sementara orang yang beruntung itu mereka yang mewujudkan sesuatu dan bersikap proaktif, bukan reaktif.
Maksudnya, mereka memiliki kendali lebih besar atas nasib.
Jadi, mereka mampu bertanggung jawab atas perkataan, tindakan, dan perilakunya.
Mereka menciptakan masa depan mereka sendiri!.
Sebagai gambarannya, mereka yang mendapatkan delapan klien baru adalah mereka yang mulai bekerja dua jam lebih awal, melewatkan jam istirahat makan siangnya, dan mengikuti kursus daring tentang 'teknik penjualan'.
Supaya lebih beruntung lagi, milikilah semangat yang tinggi untuk menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan.
2. Penuh Kesadaran dan Hampir Tidak Pernah Bertindak secara Otomatis
Saat Anda bertindak tanpa kesadaran penuh, seolah menggunakan mode 'auto pilot', maka kecil kemungkinan Anda melihat peluang atau memanfaatkan situasi yang ada.
Padahal, salah satu kunci penting menuju kebahagiaan sekaligus faktor penentu keberuntungan adalah mengembangkan pola pikir yang penuh kesadaran atau mindfulness.
Mindfulness sendiri adalah sikap waspada dan sadar, tanpa menghakimi terhadap apa yang terjadi di sekeliling maupun di dalam diri, termasuk bagaimana Anda berpikir dan merasa.
3. Oportunistik dalam Definisi Positif
Oportunis sekilas terdengar negatif. Tapi, berbeda bagi orang yang selalu beruntung.
Mereka mendefinisikan oportunistik dengan positif, yakni kemampuan memanfaatkan peluang baru yang sering kali tersembunyi.
Mereka pun memiliki kesadaran penuh, cukup fleksibel untuk mengubah rencana awal, serta berpikiran terbuka untuk memanfaatkan peluang-peluang baru tersebut untuk keuntungan pribadi.
Sebagai contoh, mungkin Anda sering menganggap orang bepergian ke luar negeri sebagai sosok yang 'beruntung'.
Padahal, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk bepergian ke luar negeri, hanya saja mereka tidak memanfaatkannya karena berbagai alasan, seperti merasa tidak memiliki cukup uang, harus bekerja, atau enggan meninggalkan keluarga dan teman-teman.
4. Memiliki Wawasan Mendalam dan Mendengarkan Kebijaksanaan Batin
Ada dua jenis pengetahuan, yakni eksplisit dan implisit.
Pengetahuan eksplisit adalah jenis pengetahuan yang diperoleh dari membaca buku dan bersekolah atau hal-hal yang bersifat faktual.
Sementara pengetahuan implisit adalah pengetahuan yang didapatkan melalui pengamatan dan pengalaman atau sesuatu yang sebenarnya tidak bisa diajarkan.
Keduanya penting untuk membantu mengarahkan pengambilan keputusan atau pemilihan jalan hidup.
Sebuah firasat mungkin hanyalah tebakan tanpa dasar seperti melempar koin.
Tapi, bisa juga didasarkan pada wawasan serta pengetahuan eksplisit dan implisit yang mendalam.
Semua orang memiliki wawasan dengan tingkat yang berbeda-beda, namun sebagian orang lebih mampu membuka diri untuk mendengarkan suara hatinya.
Orang yang berwawasan luas memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang lebih tinggi mampu 'membaca' orang lain dan memahami hal-hal yang tidak terucapkan dalam suatu situasi sosial.
Sementara orang yang beruntung senantiasa mencari pengetahuan dan pengalaman, serta memanfaatkan wawasan sebaik mungkin.
5. Fleksibel, Tidak Stagnan
Hidup itu dinamis dan senantiasa berubah.
Menghargai hal itu, seseorang jadi mampu mengikuti arus, memberikan keuntungan besar dalam menemukan cara baru untuk melakukan sesuatu, mencapai tujuan, atau menciptakan peluang.
Itulah orang-orang yang beruntung, mereka fleksibel dan mampu memanfaatkan situasi baru.
6. Optimis dan Memupuk Rasa Syukur
Seorang yang optimis percaya bahwa dunia ini adalah yang terbaik dari segala kemungkinan dunia yang ada dan orang yang pesimis takut kalau hal itu benar.
Sementara keberuntungan itu tidak terbatas pada hal-hal yang bersifat objektif.
Jadi, apa yang dianggap racun bagi seseorang bisa jadi merupakan obat bagi orang lain.
Dengan kata lain, jika seorang optimis dan seorang pesimis sama-sama memenangkan hadiah yang sama dalam undian, hanya si optimis yang akan terlihat beruntung.
Optimisme membantu seseorang melihat sisi positif dalam situasi apa pun dan orang-orang yang selalu beruntung memiliki pandangan optimis sehingga lebih mampu menemukan hikmah atau sisi baik di balik setiap situasi.
7. Memecahkan Masalah dengan Cara-Cara Tak Terduga
Bersikap fleksibel dan menerima perubahan saat hal itu terjadi belum cukup.
Untuk meningkatkan peluang keberuntungan, Anda perlu manfaatkan perubahan dalam jadwal maupun rencana.
Bagaimanapun juga, orang yang beruntung adalah mereka yang mampu berpikir di luar kebiasaan atau out of the box.
Perlu diingat, berpikir di luar kebiasaan tidak selalu menyakitkan.
Sering kali hal ini melibatkan upaya mencari celah serta memandang situasi dari berbagai sudut pandang.
Misalnya, dua perusahaan yang bersaing dengan produk serupa. Perusahaan yang mampu berpikir di luar kebiasaan, seperti melalui desain ulang produk dengan inovatif atau strategi pemasaran yang baru dan unik, perusahaan itulah yang lebih beruntung.
8. Memiliki Ketangguhan
Beberapa penemu paling terkenal dalam sejarah menemukan ribuan cara yang tidak berhasil sebelum pada akhirnya menemukan cara yang benar-benar jalan.
Apakah itu sebuah keberuntungan? Sebagian besar orang menjawab 'ya'.
Tapi, yang luput dari perhatian, mereka memiliki ketangguhan, yakni kegigihan untuk terus mengejar impian, tujuan, dan aspirasi di tengah berbagai kesulitan.
Seperti yang dikatakan Thomas Edison 'Saya tidak gagal. Saya hanya menemukan 10.000 cara yang tidak berhasil'.
Jadi, ubahlah masalah yang menghambat menjadi tantangan yang memotivasi.
Lalu, manfaatkan situasi baru yang muncul dan jadilah pribadi yang tangguh, maka Anda akan menemukan lebih banyak keberuntungan dalam hidup.***