seseorang yang mencegah memudarnya komitmen dalam hubungan. (Magnific)
Pada awal hubungan, perhatian biasanya datang secara alami. Ada rasa ingin tahu, keinginan untuk menghabiskan waktu bersama, dan usaha untuk memahami satu sama lain. Namun, setelah hubungan berjalan cukup lama, intensitas tersebut dapat berubah. Rutinitas meningkat, kesibukan bertambah, dan pasangan mulai merasa bahwa satu sama lain sudah "pasti" ada.
Di titik inilah komitmen perlu dirawat secara sadar.
Dalam perspektif psikologi hubungan, komitmen bukan hanya soal berjanji untuk tetap bersama. Komitmen juga berkaitan dengan keputusan untuk terus berinvestasi dalam hubungan, menyelesaikan masalah, menjaga kedekatan emosional, dan mempertimbangkan pasangan dalam keputusan-keputusan penting.
Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (29/9), jika ingin mencegah komitmen dalam hubungan memudar, berikut enam hal yang dapat dilakukan.
1. Jangan berhenti menunjukkan penghargaan kepada pasangan
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam hubungan jangka panjang adalah menganggap hal-hal baik yang dilakukan pasangan sebagai sesuatu yang biasa.
Pasangan memasak untuk kita. Kita menganggapnya biasa.
Pasangan mendengarkan cerita kita setelah hari yang melelahkan. Kita menganggapnya biasa.
Pasangan tetap menemani ketika kita sedang menghadapi masalah. Kita menganggapnya sebagai kewajiban.
Padahal, ketika usaha pasangan terus-menerus tidak mendapatkan pengakuan, hubungan dapat kehilangan salah satu sumber penting dari kedekatan emosional: perasaan dihargai.
Menghargai pasangan tidak selalu membutuhkan tindakan besar. Kalimat sederhana seperti "terima kasih sudah mendengarkan aku" atau "aku menghargai kamu sudah melakukan itu" dapat membuat kontribusi pasangan terasa terlihat.
Yang penting adalah ketulusan dan konsistensi.
Penghargaan juga sebaiknya tidak hanya diberikan ketika pasangan melakukan sesuatu yang luar biasa. Justru, belajar memperhatikan hal-hal kecil dapat membantu pasangan merasa bahwa keberadaannya tetap diperhatikan.
Mengapa ini penting?
Hubungan yang sehat bukan hanya dibangun oleh perasaan cinta, tetapi juga oleh pengalaman berulang bahwa seseorang dihargai, diterima, dan dianggap penting.
Karena itu, jangan menunggu hubungan terasa dingin untuk mulai menunjukkan apresiasi.
Biasakan mengucapkan terima kasih.
Biasakan memberikan pujian yang tulus.
Dan sesekali katakan secara langsung apa yang membuat Anda bersyukur memiliki pasangan tersebut.
2. Tetap penasaran terhadap pasangan, meskipun sudah lama bersama
Ironisnya, semakin lama seseorang mengenal pasangannya, semakin besar kemungkinan ia merasa sudah mengetahui semuanya.
"Dia memang seperti itu."
"Aku sudah tahu apa yang akan dia katakan."
"Aku sudah tahu bagaimana reaksinya."
Pikiran semacam ini dapat membuat hubungan menjadi terlalu otomatis.
Padahal, manusia terus berubah.
Pengalaman hidup berubah. Prioritas berubah. Cara seseorang melihat dirinya sendiri juga dapat berubah.
Karena itu, pasangan yang sudah bersama bertahun-tahun pun tetap perlu saling mengenal kembali.
Cobalah bertanya:
"Apa yang akhir-akhir ini sedang kamu pikirkan?"
"Ada sesuatu yang sedang kamu khawatirkan?"
"Apa yang ingin kamu capai dalam beberapa tahun ke depan?"
"Ada sesuatu yang menurutmu perlu kita ubah dalam hubungan ini?"
Pertanyaan seperti ini bukan sekadar pembuka percakapan. Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa kita masih tertarik pada dunia batin pasangan.
Dan ketika pasangan merasa masih ingin dikenal, hubungan dapat memiliki ruang untuk berkembang.
Jangan hanya bertanya tentang aktivitas
Percakapan dalam hubungan sering berhenti pada hal-hal praktis:
"Sudah makan?"
"Jam berapa pulang?"
"Besok ada kerja?"
Semua itu penting, tetapi hubungan membutuhkan percakapan yang lebih dalam.
Tanyakan tentang perasaan, harapan, ketakutan, impian, dan pengalaman pasangan.
Sebab seseorang bisa tinggal bersama kita setiap hari, tetapi tetap merasa tidak benar-benar dipahami.
3. Selesaikan konflik, jangan hanya menunggu konflik menghilang
Setiap hubungan memiliki konflik.
Perbedaan pendapat bukan otomatis tanda bahwa hubungan gagal. Dua orang yang memiliki pengalaman, kebutuhan, karakter, dan cara berpikir berbeda tentu dapat mengalami ketidaksepakatan.
Masalahnya bukan selalu pada munculnya konflik.
Masalah sering kali muncul ketika konflik tidak pernah benar-benar diselesaikan.
Ada pasangan yang memilih diam berhari-hari.
Ada yang berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Ada yang terus mengungkit kesalahan lama.
Ada pula yang memilih menang dalam perdebatan daripada memahami pasangan.
Jika pola tersebut berlangsung terus-menerus, masalah kecil dapat berubah menjadi jarak emosional.
Karena itu, belajar melakukan percakapan setelah konflik menjadi sangat penting.
Alih-alih berkata:
"Kamu memang selalu seperti ini."
cobalah:
"Ketika itu terjadi, aku merasa tidak didengarkan. Aku ingin kita mencari cara supaya hal seperti ini tidak terulang."
Perbedaannya terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar.
Kalimat pertama menyerang identitas seseorang.
Kalimat kedua menjelaskan pengalaman dan kebutuhan.
Konflik tidak harus berakhir dengan siapa yang menang
Tujuan percakapan dalam hubungan bukan selalu menentukan siapa yang benar.
Kadang-kadang tujuan yang lebih penting adalah memahami apa yang terjadi dan menemukan solusi yang dapat diterima kedua pihak.
Setelah emosi mereda, tanyakan:
"Sebenarnya apa yang kita butuhkan dari situasi ini?"
Pertanyaan tersebut mengubah konflik dari pertarungan menjadi masalah bersama yang perlu diselesaikan.
4. Jangan hanya mempertahankan hubungan, tetapi terus melakukan investasi di dalamnya
Hubungan membutuhkan investasi.
Investasi tersebut bukan hanya uang.
Waktu, perhatian, energi emosional, komunikasi, pengalaman bersama, dan usaha untuk memahami pasangan juga merupakan bentuk investasi.
Seseorang bisa sangat mencintai pasangannya, tetapi jika hampir tidak pernah menyediakan waktu untuk hubungan, kedekatan dapat perlahan berkurang.
Karena itu, jangan biarkan seluruh interaksi dengan pasangan hanya berkisar pada rutinitas.
Sesekali lakukan sesuatu yang berbeda.
Pergi berjalan bersama.
Makan tanpa memainkan ponsel.
Menonton film dan membicarakannya setelah selesai.
Mencoba aktivitas baru.
Atau sekadar duduk bersama dan berbicara tanpa agenda tertentu.
Hal-hal sederhana seperti ini membantu hubungan memiliki pengalaman positif yang baru.
Jangan menunggu punya banyak waktu
Banyak pasangan berpikir bahwa mereka akan kembali dekat ketika pekerjaan sudah lebih santai.
Masalahnya, kesibukan sering kali tidak pernah benar-benar selesai.
Selalu ada pekerjaan.
Selalu ada urusan keluarga.
Selalu ada tanggung jawab lain.
Karena itu, kedekatan perlu diberi ruang secara sengaja.
Tidak harus berjam-jam setiap hari.
Bahkan percakapan singkat yang benar-benar hadir dan penuh perhatian dapat lebih bermakna daripada menghabiskan waktu berjam-jam bersama tetapi masing-masing sibuk dengan perangkat sendiri.
5. Berikan ruang bagi pasangan untuk tetap menjadi individu
Komitmen bukan berarti kehilangan identitas pribadi.
Hubungan yang sehat tetap memberikan ruang bagi masing-masing orang untuk memiliki kehidupan pribadi, teman, minat, tujuan, dan waktu untuk dirinya sendiri.
Ini penting karena hubungan yang terlalu melebur dapat membuat salah satu atau kedua pasangan merasa kehilangan kebebasan.
Sebaliknya, jarak yang terlalu jauh juga dapat membuat hubungan kehilangan kedekatan.
Maka yang dibutuhkan adalah keseimbangan.
Anda bisa mencintai seseorang sekaligus memiliki hobi sendiri.
Anda bisa berkomitmen pada hubungan sekaligus memiliki tujuan pribadi.
Anda bisa menghabiskan waktu bersama pasangan sekaligus membutuhkan waktu untuk diri sendiri.
Justru ketika masing-masing individu tetap berkembang, hubungan memiliki lebih banyak hal untuk dibagikan.
Pasangan tidak hanya bertemu sebagai dua orang yang menjalankan rutinitas yang sama, tetapi sebagai dua individu yang terus berkembang dan membawa pengalaman baru ke dalam hubungan.
Hindari mengontrol atas nama cinta
Rasa takut kehilangan terkadang membuat seseorang ingin mengontrol pasangannya.
Dengan siapa dia berteman.
Ke mana dia pergi.
Apa yang boleh dilakukan.
Bagaimana dia harus bersikap.
Namun, kontrol yang berlebihan bukanlah fondasi yang kuat untuk komitmen.
Komitmen yang sehat lebih dekat dengan pilihan sadar untuk tetap bersama daripada keterpaksaan karena takut diawasi atau kehilangan kebebasan.
6. Bicarakan masa depan dan pastikan kalian masih menuju arah yang sama
Salah satu alasan komitmen dapat melemah adalah karena pasangan mulai memiliki gambaran masa depan yang berbeda tetapi jarang membicarakannya.
Pada awal hubungan, kesamaan arah mungkin terasa tidak terlalu penting.
Namun seiring waktu, pertanyaan seperti berikut menjadi semakin relevan:
Apakah kalian menginginkan bentuk kehidupan yang sama?
Bagaimana pandangan masing-masing mengenai pernikahan?
Bagaimana dengan anak?
Bagaimana cara mengelola keuangan?
Di mana ingin tinggal?
Bagaimana membagi tanggung jawab keluarga?
Seperti apa kehidupan yang ingin dibangun?
Tidak semua pasangan harus memiliki jawaban yang sama untuk setiap pertanyaan.
Namun, perbedaan yang besar perlu dibicarakan secara terbuka.
Jangan berasumsi bahwa pasangan akan berubah mengikuti keinginan kita.
Dan jangan menghindari pembicaraan penting hanya karena takut memicu konflik.
Komitmen membutuhkan kejelasan.
Seseorang lebih mudah berinvestasi dalam hubungan ketika ia memahami ke mana hubungan tersebut sedang berjalan.
Komitmen Bukan Sesuatu yang Sekali Dibuat Lalu Selesai
Banyak orang menganggap komitmen sebagai sebuah keputusan yang dibuat satu kali:
"Aku memilih kamu."
Padahal, dalam kehidupan nyata, komitmen lebih mirip serangkaian pilihan kecil yang dilakukan berulang kali.
Memilih untuk mendengarkan.
Memilih untuk berbicara daripada memendam.
Memilih untuk memperbaiki kesalahan.
Memilih untuk tetap memberikan perhatian.
Memilih untuk menghargai pasangan.
Memilih untuk membicarakan masa depan.
Dan memilih untuk terus mengenal orang yang sama, meskipun hubungan sudah berlangsung lama.
Itulah sebabnya hubungan yang sehat bukan berarti hubungan tanpa masalah.
Hubungan yang sehat adalah hubungan di mana kedua orang bersedia menyadari masalah, membicarakannya, dan melakukan usaha untuk memperbaikinya.
Pada akhirnya, yang membuat komitmen bertahan bukan hanya rasa cinta
Perasaan cinta bisa naik turun.
Ada hari ketika hubungan terasa sangat dekat.
Ada pula hari ketika keduanya merasa lelah, sibuk, atau kurang terhubung.
Hal tersebut tidak selalu berarti cinta telah hilang.
Yang penting adalah bagaimana pasangan merespons perubahan tersebut.
Jika ingin mencegah komitmen memudar, jangan hanya bertanya:
"Apakah aku masih mencintai pasangan ini?"
Sesekali tanyakan juga:
"Apa yang sudah kulakukan untuk membuat hubungan ini tetap sehat?"
"Apakah pasanganku merasa dihargai?"
"Apakah kami masih bisa berbicara secara terbuka?"
"Apakah kami masih memiliki waktu berkualitas bersama?"
"Apakah kami masih bergerak menuju masa depan yang sama?"
Hubungan tidak selalu membutuhkan gestur besar untuk tetap kuat.
Sering kali, yang dibutuhkan justru hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten.
Sebuah percakapan yang jujur.
Ucapan terima kasih.
Pelukan ketika pasangan sedang lelah.
Waktu tanpa gangguan.
Permintaan maaf yang tulus.
Kesediaan mendengarkan.
Dan keberanian untuk membicarakan hal-hal yang selama ini dihindari.
Sebab komitmen bukan sekadar tentang bertahan ketika semuanya mudah.
Komitmen juga terlihat dari kemauan untuk tetap merawat hubungan ketika hubungan tersebut membutuhkan usaha.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022