Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 September 2026 | 17.07 WIB

Gen Z Punya Cara Komunikasi Berbeda di Tempat Kerja, Ini yang Sering Disalahpahami Generasi Tua

Ilustrasi Gen Z di tempat kerja. (Reuters) - Image

Ilustrasi Gen Z di tempat kerja. (Reuters)

JawaPos.com — Perbedaan generasi di tempat kerja tidak selalu muncul dalam persoalan besar. Justru, gesekan antara Gen Z dan rekan kerja yang lebih tua sering terjadi melalui hal-hal sederhana, seperti cara memberi tahu keterlambatan, menyampaikan persoalan pribadi, hingga memahami tenggat pekerjaan.

Dilansir dari The Conversation, Sabtu (26/9/2026), perbedaan tersebut tidak selalu berarti Gen Z memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik atau lebih buruk. Mereka tumbuh dan memasuki dunia kerja dalam lingkungan sosial dan teknologi yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Salah satu contohnya terjadi di sebuah kafe dan restoran milik lokal yang dikelola seorang pemilik dari Generasi X. Seorang pekerja Gen Z menyadari dirinya akan terlambat lalu mengirim pesan teks kepada atasannya. Sang atasan merasa terganggu karena menganggap keterlambatan merupakan persoalan serius yang semestinya disampaikan melalui telepon, bukan sekadar pesan text.

Sementara, pekerja Gen Z itu itu justru menganggap pesan singkat sebagai cara untuk menghargai waktu atasannya. “Dia sangat sibuk, jadi saya merasa menelepon justru akan menghabiskan waktunya. Karena itu, saya memilih mengirim pesan. Menurut saya, cara itu lebih menghargai waktunya,” ujarnya.

Keduanya sebenarnya memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya menghormati orang lain, tetapi memberikan makna berbeda pada bentuk komunikasinya. Bagi atasan, telepon menunjukkan keseriusan. Bagi pekerja Gen Z, pesan teks dianggap lebih efisien dan tidak mengganggu.

Menurut penulis yang meneliti budaya dan komunikasi di tempat kerja, persoalan semacam ini semakin relevan ketika Gen Z memasuki dunia kerja. Anggota tertua generasi ini kini mendekati usia 30 tahun, sementara yang termuda masih berada di sekolah menengah dan perguruan tinggi.

Banyak anggota Gen Z yang lebih tua menjalani kuliah, magang atau pekerjaan pertama mereka selama pandemi COVID-19. Pada periode tersebut, pembelajaran dan pekerjaan berpindah ke ruang daring, sementara penggunaan masker juga membatasi sebagian isyarat ekspresi wajah ketika aktivitas kembali dilakukan secara langsung.

Akibatnya, sebagian anak muda mungkin memiliki lebih sedikit kesempatan untuk mempelajari aturan tidak tertulis di lingkungan profesional, seperti membaca ekspresi atasan, perubahan nada bicara atau percakapan singkat setelah rapat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore