Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 September 2026 | 05.40 WIB

Teh Hijau Tak Selalu Aman, 6 Kelompok Ini Perlu Membatasi Konsumsinya

ilustrasi minuman teh hijau. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi minuman teh hijau. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Teh hijau dikenal sebagai minuman yang kaya akan senyawa antioksidan dan kerap dikonsumsi sebagai bagian dari pola hidup sehat. Kandungan di dalamnya juga sering dikaitkan dengan metabolisme tubuh dan peningkatan energi, sehingga tidak mengherankan jika teh hijau begitu populer.

Meski demikian, teh hijau tidak selalu cocok untuk semua orang. Kandungan kafein, tanin, dan polifenol di dalamnya dapat menimbulkan efek tertentu pada orang dengan kondisi kesehatan atau sensitivitas tertentu. Karena itu, konsumsi teh hijau sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Dilansir dari English Jagran, berikut beberapa kelompok yang perlu berhati-hati atau membatasi konsumsi teh hijau:

  1. Orang dengan lambung sensitif

Bagi orang yang memiliki masalah pada lambung, seperti refluks asam, tukak lambung, atau sindrom iritasi usus besar (IBS), teh hijau dapat memperburuk rasa tidak nyaman pada sebagian orang. Kandungan tanin di dalamnya berpotensi mengiritasi lambung dan memicu keluhan seperti mual atau sensasi panas di dada. Jika mengalami keluhan setelah meminumnya, konsumsinya sebaiknya dikurangi atau dihindari.

  1. Orang yang sensitif terhadap kafein

Meskipun kandungan kafein teh hijau umumnya lebih rendah dibandingkan kopi, minuman ini tetap dapat menimbulkan efek pada orang yang sensitif terhadap kafein. Beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain rasa gelisah, sulit tidur, kecemasan, atau jantung berdebar. Karena itu, kelompok ini perlu memperhatikan jumlah dan waktu konsumsi teh hijau.

  1. Orang dengan kekurangan zat besi atau anemia

Teh hijau mengandung polifenol yang dapat mengurangi penyerapan zat besi dari makanan. Bagi seseorang yang mengalami kekurangan zat besi atau anemia, kebiasaan minum teh bersamaan dengan waktu makan dapat menjadi hal yang perlu diperhatikan. Memberikan jeda antara waktu makan dan minum teh dapat membantu mengurangi potensi gangguan penyerapan zat besi.

  1. Anak-anak dan remaja

Anak-anak serta remaja sebaiknya tidak mengonsumsi minuman berkafein secara berlebihan. Kafein dapat memengaruhi tidur dan menimbulkan efek seperti peningkatan denyut jantung, rasa gelisah, atau kecemasan pada sebagian orang. Selain itu, jika anak sedang mengonsumsi obat tertentu, kemungkinan adanya interaksi juga perlu diperhatikan.

  1. Orang dengan kondisi kesehatan tertentu

Orang yang memiliki kondisi tertentu, termasuk gangguan kecemasan, masalah darah, atau osteoporosis, sebaiknya lebih berhati-hati sebelum rutin mengonsumsi teh hijau. Kandungan kafein dan senyawa tertentu di dalamnya berpotensi memengaruhi kondisi atau berinteraksi dengan obat yang sedang digunakan. Konsultasi dengan dokter dapat menjadi pilihan, terutama bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore