Ilustrasi, keluar rumah, salah satu cara mendapatkan teman baru di usia dewasa. (Magnific)
JawaPos.com - Tidak dipungkiri banyak orang mengaku kalau circle pertemanan mereka semakin mengecil seiring bertambahnya usia.
Jaimie Krems, PhD, direktur UCLA Center for Friendship Research menyebutnya sebagai krisis persahabatan.
Dilansir JawaPos.com dari realsimple pada Rabu (23/9), tren ini bisa saja terjadi karena beberapa faktor, seperti prioritas tentang persahabatan yang semakin bergeser, teknologi yang menyita waktu, kurangnya tempat bersosialisasi, hingga meningkatnya mobilitas di usia dewasa.
Padahal, banyak studi klinis menemukan bahwa persahabatan mampu meningkatkan kesejahteraan individu secara keseluruhan secara signifikan serta membantu melindungi diri dari masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan.
Irene Levine, PhD, penulis buku Best Friends Forever: Surviving a Breakup with Your Best Friend juga menyebutkan bahwa teman memberikan dukungan di setiap tahapan kehidupan, seperti memvalidasi keberadaan Anda, menjadi panutan, dan memperkuat keyakinan bahwa Anda tidak sendirian.
Jika Anda mengalami circle pertemanan yang semakin mengecil, para ahli menyarankan lima cara ini untuk mendapatkan teman baru di usia dewasa. Lakukan, sebelum terlambat!.
1. Keluar dari Rumah dan Berbaur dengan Lingkungan Sekitar
Terdengar sederhana memang, tapi inilah kunci pertama mendapatkan teman di usia dewasa.
Keluarlah dari rumah Anda dan benar-benar berinteraksi dengan orang-orang sekitar.
Tidak usah lagi memesan kopi secara daring, pesanlah langsung di kedai kopi kesukaan Anda dan mengantrilah.
Saat menunggu pesanan, ajaklah bicara orang di samping Anda.
Berinteraksi secara santai adalah langkah awal yang baik untuk menjalin persahabatan, demikian kata Janice McCabe, PhD, penulis buku Making, Keeping, and Losing Friends.
Jika Anda merasa canggung, Anda bisa memulainya dengan memberikan pujian atau mencari tanda-tanda minat yang sama.
Mungkin orang di sebelah Anda sedang mengenakan kaos yang menunjukkan kegemaran Anda.
Kemudian, ahli menyarankan untuk melibatkan diri ke dalam lingkungan dimana orang-orang sedang mengalami transformasi identitas, seperti tempat olahraga, kegiatan sosial, atau kajian rutin setiap minggu di tempat ibadah.
2. Bersikap Konsisten dan Mulai Membangun Kedekatan
Tahap berikutnya adalah bersikap konsisten dan mulai membangun kedekatan.
Berdasarkan penelitian, seseorang cenderung berteman dengan tetangga di seberang atau sebelah rumah mereka, karena sering bertemu satu sama lain.
Mengusung konsep tersebut, berada di kedai kopi yang sama dan di waktu yang sama pula setiap minggunya dapat membangun keakraban dan mengurangi hambatan untuk menjalin persahabatan dengan orang yang sering Anda jumpai di tempat dan waktu yang sama.
3. Buat Rencana yang Santai dan Sederhana
Jika Anda sudah menemukan seseorang yang ingin Anda ajak untuk menghabiskan waktu bersama, maka segera ajak bertemu! Buatlah pertemuan yang singkat, santai, dan sederhana, demikian saran ahli.
Pertemuan singkat dapat mengurangi tekanan untuk terus mengobrol seperti saat nongkrong dalam waktu lama, misalnya, ajak minum kopi atau berjalan-jalan santai.
Lebih baik lagi, ajukan aktivitas yang didasarkan pada minat yang sama, seperti main tenis bareng di minggu depan.
Waktu yang spesifik, akan mempermudah merealisasikan rencana tersebut.
Ini adalah bentuk sosialisasi santai, sebuah tren yang dipopulerkan oleh Gen Z dimana aktivitas yang dilakukan yang menjadi fokus utamanya, bukan percakapan.
Contoh lainnya, mengunjungi toko tanaman bersama atau menjemput anak-anak dari sekolah.
4. Tetaplah Terhubung
Menjalin pertemanan yang baru tidak selesai sampai bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
Anda perlu menjaga percakapan tetap mengalir, misalnya Anda dapat mengirimkan meme, tautan terkait topik yang pernah dibahas, atau sekadar pesan singkat mengenai minat yang sama.
Hal-hal tersebut lebih mudah ditanggapi dibandingkan pertanyaan umum yang samar, seperti 'apa kabar?'.
Ahli menyarankan untuk menjaga suasana tetap santai di tahap - tahap awal, karena persahabatan berkembang seiring waktu dan butuh waktu lama hingga menjadi persahabatan yang sejati.
5. Beri Waktu
Terakhir, Anda perlu tahu bahwa menjalin pertemanan atau persahabatan baru bukan sesuatu yang bisa dikejar dengan terburu-buru.
Momen-momen kebersamaan sederhana yang dilalui, seluruh prosesnya adalah bagian dari kisah pertemanan dan persahabatan Anda.***