Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 22.18 WIB

Orang yang Iri dengan Kesuksesan Temannya Biasanya Memiliki 11 Alasan Ini, Benarkah ?

Ilustrasi orang yang cemburu dengan kesuksesan rekannya (magnific)

 

 
JawaPos.com - Pernahkah kamu melihat seorang teman berhasil mendapatkan sesuatu yang selama ini juga kamu impikan? 
 
Seharusnya kabar tersebut menjadi alasan untuk ikut bahagia, tetapi pada kenyataannya, perasaan yang muncul terkadang justru campur aduk. 
 
Ada rasa senang untuk teman, tetapi di saat yang sama muncul pertanyaan dalam hati, “Kapan giliran saya?”

Perasaan seperti ini manusiawi. Kesuksesan orang lain terkadang menjadi cermin yang membuat seseorang melihat kembali kehidupan, pencapaian, kegagalan, bahkan impian yang belum berhasil diwujudkan. 

Dalam persahabatan, situasi tersebut bisa menjadi lebih rumit karena seseorang mungkin sangat menyayangi temannya, tetapi tetap merasakan iri atau cemburu ketika melihat temannya melangkah lebih jauh.

Seperti dirangkum dari laman YourTango, sejumlah alasan psikologis dan sosial ini dapat membuat seseorang merasa iri terhadap keberhasilan teman, mulai dari rasa tidak aman hingga ketakutan akan ditinggalkan.

Berikut 11 alasan yang dapat menjelaskan mengapa seseorang mungkin merasa iri terhadap kesuksesan temannya.

1. Mereka Merasa Tidak Akan Pernah Mendapatkan Kesuksesan yang Sama

Salah satu alasan seseorang iri terhadap kesuksesan teman adalah munculnya keyakinan bahwa dirinya mungkin tidak akan pernah mendapatkan hal serupa. Ketika melihat teman memperoleh pekerjaan impian, membeli rumah, membangun bisnis, mendapatkan pasangan, atau mencapai kondisi finansial yang lebih baik, mereka mungkin mulai membandingkan pencapaian tersebut dengan kehidupannya sendiri.

Dalam kondisi seperti ini, masalah sebenarnya bukan selalu keberhasilan sang teman. Yang lebih dominan justru adalah cara seseorang menilai dirinya sendiri setelah melihat keberhasilan orang lain.

YourTango mengaitkan kondisi tersebut dengan budaya perbandingan. Seseorang dapat melihat pencapaian temannya sebagai bukti bahwa orang lain sedang maju, sementara dirinya merasa tertinggal. Perasaan tersebut kemudian dapat berkembang menjadi iri, frustrasi, atau bahkan rasa tidak adil terhadap kehidupan.

Padahal, setiap orang memiliki jalur kehidupan yang berbeda. Waktu seseorang mendapatkan pekerjaan bagus, memiliki rumah, menikah, atau mencapai target finansial tidak harus sama dengan orang lain.

Jika perbandingan terus dilakukan, keberhasilan teman yang sebenarnya tidak berhubungan dengan kehidupan kita bisa terasa seperti ancaman terhadap harga diri.

Karena itu, rasa iri terkadang lebih banyak berbicara tentang ketidakpuasan terhadap diri sendiri daripada tentang orang yang sedang sukses. Mengubah fokus dari “mengapa dia sudah mendapatkannya?” menjadi “apa langkah yang bisa saya lakukan?” dapat membantu seseorang melihat keberhasilan teman sebagai informasi atau inspirasi, bukan ancaman.

2. Mereka Merasa Seharusnya Mendapat Kesempatan yang Sama

Alasan berikutnya berkaitan dengan perasaan telah kehilangan kesempatan. Seseorang mungkin melihat temannya memperoleh promosi, pekerjaan impian, peluang bisnis, atau pencapaian tertentu, lalu berpikir bahwa dirinya juga seharusnya mendapatkan kesempatan tersebut.

YourTango menjelaskan bahwa rasa iri dapat muncul ketika seseorang merasa seperti “dicurangi” oleh keadaan karena tidak memperoleh kesempatan yang menurutnya layak didapatkan. Perasaan ini bisa semakin kuat apabila sebelumnya mereka pernah mengalami kegagalan atau kehilangan momentum penting dalam hidup.

Misalnya, dua orang berteman dan sama-sama menginginkan pekerjaan tertentu. Salah satunya diterima, sedangkan yang lain gagal. Walaupun mereka tetap berteman, keberhasilan tersebut bisa menjadi pengingat terhadap kesempatan yang tidak berhasil diraih.

Dalam kondisi tertentu, orang tersebut mungkin mulai mengatakan bahwa keadaan tidak adil, proses seleksi tidak objektif, atau keberhasilan temannya hanya karena keberuntungan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore